Abdul Ghany
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

SYI’AH IMAMIYAH (Studi tentang persamaan dan perbedaannya dengan Ahlu Sunnah wa al-Jamaah) Mursalin Ilyas; Abdul Ghany
Jurnal Ilmiah Islamic Resources Vol 18, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jiir.v18i1.122

Abstract

Penelitian ini adalah suatu studi tentnag Syi’ah Imamiyah dilihat dalam persamaan dan perbedaannya dengan ahlusunnah wa al-Jama’ah. Persamaan dan perbedaan yang akan dibahas yaitu prinsipnya yang menyangkut kepemimpinan. Prinsip Syi’ah dalam hal ini mereka masukkan sebagai salah satu rukun iman yang tidak bisa diabaikan sebgaimna rukun-rukun lainnya. Sikap dan pandangan Syi’ah Imamiyah dalam masalah ini dilihat dari segi persamaannya dengan Ahlu Sunnah wa al-Jama’ah sangat sedikit, namun kalua dilihat dari segi perbedaannya didapatkan perbedaan yang sangat mencolok. Masalah ini sangat urgen ditampilkan untuk menjaga agar kaum muslimin terhindar dari paham-paham yang ekstrim seperti yang dikenal dengan istilah fundamentalisme yang sebagian besar berasal dari sikap  kaum Syi’ah, begitu pula untuk menajaga agar akidah umat islam tetap berpijak pada sumber azazinya.
Peranan Akal Terhadap Iman (Suatu kajian analisis terhadap pemikiran HAMKA) Mursalin Ilyas; Abdul Ghany
Jurnal Ilmiah Islamic Resources Vol 18, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jiir.v18i2.115

Abstract

This research is a literature study that the author uses, so that it can be seen that reason and faith as two fundamental things in humans affect what they believe and do in their life movements. Intellect provides information to faith about the truth that exists, as well as information about something that has been believed.
Konflik Rumah Tangga dalam Alquran Abdul Ghany Mursalin
Rausyan Fikr: Jurnal Ilmu Studi Ushuluddin dan Filsafat Vol. 16 No. 2 (2020): Juli - Desember 2020
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.721 KB) | DOI: 10.24239/rsy.v16i2.611

Abstract

This article aims to describe the conflict in the household according to the Qur'an. Then trace the interpretations of the ulama about the verses of the Qur'an which discuss conflicts in the household. Furthermore, things that can cause conflict in the household, include: Lawlessness, lawlessness is an act that is not in accordance with what has been set (breaking the rules or orders). The act will become a problem that will lead to conflict, including in the household. Domestic violence sometimes triggers conflicts between husband and wife. Domestic violence itself can be in the form of words that hurt a partner, demands for perfection and harsh treatment. like unkind words as an insult to someone else. Conflict in the household is sometimes triggered by bad words uttered by one married couple. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan tentang konflik dalam rumah tangga menurut al-Qur’an. Kemudian menelusuri penafsiran para ulama tentang ayat al-Qur’an yang membahas tentang konflik dalam rumah tangga. Selanjutnya hal-hal yang dapat menyebabkan konflik dalam rumah tangga ada banyak hal. Diantaranya: Kedurhakaan, kedurhakaan adalah perbuatan yang tidak sesuai dengan apa yang telah ditetapkan (melanggar aturan atau perintah). Ketika perbuatan yang dilakukan tidak sesuai dengan apa yang telah ditetapkan, maka perbuatan itu akan menjadi permasalahan yang berujung konflik, termasuk dalam rana rumah tangga. Kekerasan dalam rumah terkadang menjadi pemicu terjadinya konflik antara suami dan istri. Kekerasan dalam rumah tangga sendiri dapat berupa ucapan yang menyakiti pasangan, tuntutan kesempurnaan padanya dan berlaku kasar padanya. sebagai perkataan tidak baik yang diucapkan sebagai penghinaan kepada orang lain. Konflik dalam rumah terkadang pula dipicu dengan adanya perkataan-perkataan buruk yang diucapkan oleh salah satu pasangan suami istri
Cemburu dalam Al-Qur'an (Suatu Kajian Tafsir Tahlili Terhadap QS At-Tahrim 3-5) Abdul Ghany Mursalin; Murdifina
Jurnal Tafsere Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jt.v11i1.39352

Abstract

Kajian ini menggunakan metode tafsir tahlili terhadap ayat-ayat 3- 5 dari Surah At-Tahrim dalam Al-Qur'an yang berkaitan dengan tema cemburu. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami danmenganalisis perspektif Al-Qur'an mengenai cemburu dan mengidentifikasi pengajaran yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan tafsir tahlili, yang melibatkan analisis mendalam terhadap konteks sejarah, budaya, dan linguistik ayat-ayat yang dipelajari. Dalam kajian ini, ayat-ayat dari Surah At-Tahrim yang berhubungan dengan cemburu dipilih dan dianalisis dengan seksama. Hasil analisis menunjukkan bahwa Al-Qur'an memberikan pandangan yang komprehensif mengenai cemburu. Ayat-ayat yang diteliti menekankan pentingnya mengelola dan mengendalikan emosi cemburu, serta menunjukkan bahaya dan konsekuensi negatif dari cemburu yang berlebihan. Selain itu, Al-Qur'an juga memberikan petunjuk tentang cara membangun hubungan yang sehat berdasarkan kepercayaan, komunikasi, dan pemahaman yang saling mendukung antara pasangan suami istri. Kajian ini memberikan wawasan baru tentang perspektif Al-Qur'an terkait cemburu. Implikasi penelitian ini dapat digunakan sebagai pedoman dalam mengatasi cemburu berlebihan dan membangun hubungan harmonis dalam konteks pernikahan dan keluarga. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam tentang tema cemburu dalam Al-Qur'an dan menerapkan pengajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari.