Muhammad Faiq Sinatriya
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Adaptasi Lingkungan Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang Muhammad Faiq Sinatriya
Komunika: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 7 No. 2 (2020): Jurnal Komunika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/komunika.v7i2.6334

Abstract

Adaptasi budaya adalah proses penyesuaian diri seseorang terhadap lingkungan baru untuk jangka panjang dan akhirnya merasa nyaman dengan lingkungan tersebut. Proses adaptasi berlangsung saat orang-orang memasuki budaya baru dan asing serta berinteraksi dengan budaya tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memahami adaptasi budaya warga binaan pemasyarakatan Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang. Adaptasi budaya memiliki 4 fase, yaitu fase kegembiraan, kekecewaan, resolusi, dan fase berfungsi dengan efektif. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dan teori adaptasi budaya. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan metode fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan tidak mengalami fase kegembiraan, melainkan langsung ke fase kekecewaan, fase resolusi, dan fase berfungsi dengan efektif. Pada fase kekecewaan informan merasa takut, kecewa, cemas dan menyesal. Fase resolusi dirasakan pada saat informan mendapat penempatan di rumah penaling (pengenalan lingkungan). Fase berfungsi dengan efektif dirasakan saat mereka melakukan kegiatan keagamaan dan pembinaan yang diberikan oleh petugas bagian bimbingan kemasyarakatan dan perawatan Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang. Untuk mengatasi perasaan takut, cemas, dan kecewa dalam fase kekecewaan, warga binaan mencoba berlapang dada dengan mengambil hikmah dari pengalaman mereka dan melaksanakan kegiatan positif secara maksimal seperti apa yang dialami pada fase resolusi dan fase berfungsi dengan efektif. Kontribusi penelitian ini secara akademis adalah memberikan kontribusi terhadap perkembangan studi ilmu komunikasi melalui teori fenomenologi. Secara metodologis, penelitian ini diharapkan menambah pemahaman mengenai metode fenomenologi. Secara sosial, penelitian ini dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai adaptasi yang dilalui warga binaan pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Pemuda.