Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : selonding

BERKARYA MUSIK: ANTARA HARAPAN DAN TANTANGAN Mr. Warsana
SELONDING Vol.1, No.1, Maret 2012
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/selonding.v1i1.64

Abstract

It is not easy to create musical works. It requires perseverance, toughness, broad knowledge and experience in addition to long creative process for musicians to pour their ideas into musical works that are intelligible and enjoyable. Different artists have different understanding of artistic works with certain theme and they have their own way to interpret the artistic works. There are various challenges they artists must face in creating good artistic works that are enjoyable by their audience or music lovers. The creative process is carried out by exploring, observing, improvising and arranging the results of the exploration, the observation and the improvisation in a good composition. It is the key for the artists to the success in their artistic creation.   Keywords: Music, Creativity, Performance
SAPE' SEBAGAI SUMBER INSPIRASI PENCIPTAAN MUSIK ETNIS "MANAI" Nadia Anjani; Warsana Warsana; Amir Razak
SELONDING Vol 18, No 1 (2022): : Maret 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/sl.v18i1.5858

Abstract

Sape’ merupakan sebuah instrumen musik yang menurut kepercayaan masyarakat hanya boleh dimainkan oleh kaum laki-laki, terlarang jika dimainkan oleh perempuan. Konteks akademis, terdapat fenomena perempuan yang mulai mempelajari sape’, terlihat begitu anggun dan mempunyai wibawa. Paradigma ini menjadi sebuah permasalahan yang menarik untuk diangkat dalam komposisi musik etnis yang berjudul Manai. Sebagai bentuk representasi kritis posisi perempuan terhadap laki-laki dalam memainkan Sape’. Berdasarkan pengamatan pengkarya, sangat penting untuk dipublikasikan sebagai pengetahuan budaya, serta sebagai contoh kepada khalayak betapa pentingnya posisi perempuan dalam menstransmisikan, mempertahankan identitas sebuah budaya masyarakat. Metode yang digunakan dalam proses penciptaan musik etnis yang berjudul Manai mengacu pada teori Alma M. Hawkins. Teori ini berisi tentang proses penciptaan yaitu Eksplorasi, Improvisasi, dan pembentukan.Penyajian komposisi Manai merupakan perpaduan dari instrumen etnis Nusantara, instrumen barat dan vokal. Selain itu, Sape’ Leto merupakan pola permainan utama dari karya ini yang berasal dari suku Dayak Kenyah sebagai pendukung terciptanya komposisi musik etnis yang berjudul Manai. Secara garis besar nuansa dalam karya ini merupakan representasi dari peristiwa yang terjadi pada sosok gadis Dayak yang terdiri dari tiga bagian yaitu kelahiran, kehidupan, dan kesedihan. Kata Kunci: Manai, Sape’. Maskulinitas.
BREGADA REKSO WINONGO KAMPUNG NGAMPILAN DALAM ACARA BREGADA RAKYAT MALIOBORO Sardjono, Aryapandu Zikri; Warsana, Warsana; Sudarno, Sudarno
SELONDING Vol 20, No 1 (2024): : Maret 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/sl.v20i1.10994

Abstract

Bregada merupakan nama lain dari brigade yang berarti kelompok prajurit. Bregada merujuk kepada kelompok prajurit yang terdapat pada Keraton Yogyakarta, dalam sejarah perkembangannya bregada menjadi sebuah pertunjukan atraksi budaya yang diminati oleh masyarakat biasa. Oleh sebab itu masyarakat biasa berinisiatif untuk membuat sebuat kelompok atau grup baris berbaris dengan konsep meniru kepada kelompok prajurit Keraton yaitu bregada, sehingga muncul kelompok baris-berbaris dimasyarakat yang dinamakan Bregada Rakyat. Bregada rakyat terdiri dari berbagai unsur dalam masyarakat sehingga banyak hal yang menarik dalam sebuah kelompok atraksi budaya ini. Pada tahun 2021 tepatnya bulan November Dinas Pariwisata bersama dengan Dinas Kebudayaan membuat suatu kegiatan dimana Bregada Rakyat menjadi peran penting didalamnya yaitu Bregada Rakyat Malioboro. Salah satu kelompok atraksi budaya Bregada Rakyat yang terpilih adalah Bregada Rekso Winongo. Bregada Rekso Winongo merupakan kelompok atraksi budaya dengan konsep peniruan prajurit Keraton yang berada di bantaran sungai Winongo oleh sebab itulah di namakan Rekso Winongo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnomusikologis dimana pola garap menjadi teks dan fungsi Bregada Rekso Winongo sebagai konteks. Pada pola penyajian dari Bregada Rekso Winongo ini terdapat beberapa unsur didalamnya yaitu penggarap, sarana garap, perabot garap. Dalam fungsinya Bregada Rekso Winongo ini juga berfungsi untuk menghibur,membantu, serta memberikan informasi seputar kawasan wisata Malioboro.