Dinny Devi Triani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KOMPETENSI KOREOGRAFER PENDIDIKAN BERBASIS IMTAK DAN IPTEKS ( Competence On Educational Choreography Based on Science Technologi and Spritual) Triani, Dinny Devi
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 8, No 2 (2007)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v8i2.786

Abstract

Koreografer merupakan salah satu profesi yang" mulai diminati mahasiswa maupunalumni luhisan perguruan tinggi kependidikan. Sebagai koreografer yang lahir dariLPTK seharusnya memiliki idealisme dengan memperhatikan nilai-nilai pendidikandalam setiap karya tarinya. Pada perkembangannya "keharusan" dan "kenyataan" ini tidakmenjadi perhatian bagi koreografer pendidikan, sehingga orientasi terhadap moral danintelektual tidak lagi menjadi pertimbangan dalam berkarya tari. Untuk menjawabkesenjangan ini maka penulis mencoba menguraikan kompetensi yang harus dimilikikoreografer di lingkungan akademis , sehingga diharapkan dapat menyadarkankoreografer pendidikan untuk terus berkarya sesuai dengan gelar akademiknya yaitusarjana pendidikan, khususnya bagi mahasiswa yang memilih karya tari sebagaipenyelesaian tugas akhir.Kata Kunci : koreografer pendidikan, "nilai", imtak dan ipteks, etika, estetilka,kreatifivitas, "kebebasan".
KOMPETENSI KOREOGRAFER PENDIDIKAN BERBASIS IMTAK DAN IPTEKS ( Competence On Educational Choreography Based on Science Technologi and Spritual) Triani, Dinny Devi
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 8, No 2 (2007)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v8i2.786

Abstract

Koreografer merupakan salah satu profesi yang" mulai diminati mahasiswa maupunalumni luhisan perguruan tinggi kependidikan. Sebagai koreografer yang lahir dariLPTK seharusnya memiliki idealisme dengan memperhatikan nilai-nilai pendidikandalam setiap karya tarinya. Pada perkembangannya "keharusan" dan "kenyataan" ini tidakmenjadi perhatian bagi koreografer pendidikan, sehingga orientasi terhadap moral danintelektual tidak lagi menjadi pertimbangan dalam berkarya tari. Untuk menjawabkesenjangan ini maka penulis mencoba menguraikan kompetensi yang harus dimilikikoreografer di lingkungan akademis , sehingga diharapkan dapat menyadarkankoreografer pendidikan untuk terus berkarya sesuai dengan gelar akademiknya yaitusarjana pendidikan, khususnya bagi mahasiswa yang memilih karya tari sebagaipenyelesaian tugas akhir.Kata Kunci : koreografer pendidikan, "nilai", imtak dan ipteks, etika, estetilka,kreatifivitas, "kebebasan".