Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kepemilikan Sumber Daya Air Pada Sistem Kesubakan Dalam Perspektif Ekonomi Islam Moh. Khoirul Anam; Muhammad Djakfar; Ahmad Djalaluddin
Islamic Economics Quotient: Journal of Economics & Business Sharia Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Pascasarjana Uin Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (965.684 KB) | DOI: 10.18860/.v1i1.4629

Abstract

TujuanPenelitian ini bertujuan untuk mencari tahu kepemilikan mutlak sumber daya air di Desa Kotaraja Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur.Desain/metodologi/pendekatanMetode penelitian atau pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus.Hasil temuanDari beberapa data yang ada menunjukan bahwa sumber daya air di Desa Kotaraja Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur memang menjadi kepemilikan umum tetapi dalam pengelolaannya dikuasai penuh oleh pemerintah, hal ini menjadi penting karena untuk menghindari adanya kekerasan dan kecurangan yang terjadi dalam pembagian sumber daya air di Lombok Timur.Keterbatasan penelitianKeterbatasan penelitian ini adalah hanya mengacu pada masalah kepemilikan sumber daya air dalam perspektif Islam dan konvensional tetapi tidak disertai dengan dalil-dalil yang berhubungan.Implikasi praktisDengan adanya penelitian tentang kepemilikan kesubakan (SDA) dalam perspektif ekonomi Islam ini, diharapkan akan menambah wawasan keilmuan akademis tentang  pengembangan teori kepemilikan dan pengelolan sumber daya air yang berbasis kearifan lokal.Implikasi sosialPenelitian ini diharapkan menambah pengetahuan terhadap kelebihan serta kekurangan tentang prosedur maupun mekanisme kerja dalam kepemilikan sumber daya air pada sistem subak dalam perspektif ekonomi Islam dan sebagai motivasi dan intropeksi kepada pekasih dalam menjalankan usahanya sebagai pengatur sumber daya air di masyarakat Desa Kotaraja.Orisinalitas/nilaiKebaharuan dari jurnal ini adalah belum adanya penelitian ilmiah tentang kesubakan di daerah Lombok Timur, karena selama ini penelitian tentang Subak selalu dilakukan di Bali. Selain itu, belum adanya pembahasan tentang subak yang menyangkut kepemilikan sumber daya air itu sendiri karena penelitian kesubakan yang sudah ada selalu berputar pada pembahasan kelestarian lingkuan dan sosial masyarakat.Kata kunci:  Kepemilikan, Sumber Daya Air, Sistem Kesubakan, Perspektif Ekonomi Islam.
Pengaruh Lokasi Toko Dan Ketersediaan Lahan Parkir Sebagai Faktor Aksesibilitas Terhadap Minat Pembelian Konsumen Di Toko Basmalah Bantaran Probolinggo Nur Azisah; Saifuddin; Moh. Khoirul Anam
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i2.592

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar pengaruh lokasi dan lahan parkir terhadap minat beli pelanggan di Toko Basmalah Bantaran Probolinggo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan pendekatan kuantitatif, dimana data dikumpulkan melalui kuesioner model angket melalui google drive, selanjutnya sampel atau responden harus memilih salah satu jawaban dari beberapa alternatif jawaban yang tersedia. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel independen yakni Lokasi (X1) dan lahan parkir (X2) terhadap variabel dependen yaitu minat beli (Y). Hasil dari penelitian ini yakni adanya pengaruh positif dari kedua variabel terhadap minat beli konsumen. Lahan parkir memiliki pengaruh paling tinggi dengan nilai 0,344 lebih besar dari variabel Lokasi yang hanya memiliki nilai 0,335. Dalam penelitian ini, variabel independent (minat beli konsumen) dapat dijelaskan oleh variabel bebas (Lokasi toko dan lahan parkir) sebesar 29,9% dan sisanya 70,1% dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel penelitian ini. Hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi pemahaman tentang seberapa besar pengaruh lahan parkir dan lokasi toko terhadap minat beli konsumen sehingga dapat digunakan sebagai acuan bagi pengusaha retail dalam meningkatkan daya tarik konsumen.
Development of Hygiene and Sanitation Evaluation of Poultry Slaughter in Traditional Markets Mohamed Arif; Saifuddin; Mochamad Lutfan Hafidullah; Ridho Muhammad Rizqi; Moh. Khoirul Anam
International Journal Administration, Business & Organization Vol 6 No 3 (2025): IJABO
Publisher : Asosiasi Ahli Administrasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61242/ijabo.25.575

Abstract

Traditional markets remain the main distribution center for poultry products in Indonesia, but hygiene and sanitation practices in poultry slaughterhouses often do not meet food safety standards. Inadequate environmental conditions, workers' inattention to hygiene, and the lack of sanitation facilities increase the risk of cross-contamination, which can threaten public health. This study aims to develop a simple, applicable, and technical indicator-based evaluation tool to assess the hygiene and sanitation conditions of poultry slaughterhouses in traditional markets, while identifying key problems that occur in the field. The research method used is a qualitative descriptive method with a field study approach. Data were collected through direct observation, in-depth interviews, and visual documentation at several poultry slaughterhouses in the traditional markets used as research locations. The evaluation instrument was developed based on physical environmental indicators, worker behavior, and waste management systems, which were then tested to measure its effectiveness in identifying actual problems. The results show that the majority of poultry slaughterhouses in traditional markets still face significant challenges in terms of hygiene and sanitation. Basic infrastructure such as drainage, clean water supply, and handwashing facilities are very limited. Worker behavior in maintaining personal hygiene and work equipment is also still low. These findings underscore the need for training-based interventions and facility improvements, as well as the development of a continuous monitoring system to maintain better hygiene and sanitation standards in traditional markets. The developed evaluation instrument proved effective as a practical tool for identifying weaknesses and designing more targeted and sustainable improvement.