Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Nepotisme Gologan dan Jabatan Hasbi Sidik; Nursyirwan Nursyirwan; Abdulahanaa Abdulahanaa
TASAMUH: Jurnal Studi Islam Vol 13 No 2 (2021): Tasamuh: Jurnal Studi Islam
Publisher : LPPM IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/tasamuh.v13i2.401

Abstract

Tulisan ini bertemakan “Nepotisme Golongan dan Jabatan (Upaya penggalian nilai-nilai Pengajaran Hukum Nepotisme dalam Perspektif Hadis ). Ada tiga masalah pokok yang diangkat, yaitu: 1. Bagaimana pemahaman mengenai hadis nepotisme golongan? 2.Bagaimana kualitas hadis dan pemahaman mengenai nepotisme jabatan? 3.Bagaimana pemahaman mengenai hadis hukum nepotisme ?.Jawaban dari masalah diatas sesuai dengan hadis Nabi saw, bahwa 1. Nepotisme adalah sikap monopoli dengan cara mementingkan diri sendiri atau golongan dalam menuntut sesuatu.ikatan golongan tidak mendapat tempat sama sekali dalam Islam. 2. Nepotisme terhadap jabatan dalam hadis yang telah diuraikan adalah menggambarkan nepotisme yang dijalankan oleh Nabi saw. terhadap sahabatnya dapat dikatakan benar. Akan tetapi Nabi saw. menjalankan praktek nepotisme dengan beberapa pertimbangan, diantaranya loyalitas dan kepribadian sahabat Nabi saw. 3.Jika nepotisme yang dijalankan terhadap sesorang tidak memiliki syarat dan ketentuan, seperti amanah dan profesional maka hukum nepotisme tersebut Haram. Akan tetapi kalau sesorang itu diangkat pada suatu jabatan memiliki syarat,seperti amanah dan professional maka hal tersebut tidak dilarang
CONTEXTUALIZATION OF QUR'AN RECITATION GUIDELINES IN THE MAPPANRE TEMME' TRADITION OF BUGIS COMMUNITY Hilal Askari Syirwan; Nursyirwan Nursyirwan; Shadriyah Shadriyah
Al-Qalam Vol 28, No 2 (2022)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v28i2.1131

Abstract

Mappanre Temme’ merupakan tradisi yang lahir dari proses Islamisasi di Sulawesi Selatan. Dalam tradisi ini terdapat perpaduan antara budaya lokal dan unsur-unsur Islam sehingga masyarakat yang baru memeluk Islam pada saat itu merasa mudah untuk menerima keberadaan agama Islam sebagai agama mereka. Salah satu aspek yang dapat dilihat dari hasil Islamisasi di Sulawesi Selatan khususnya di Kabupaten Bone ialah dalam bidang keagamaan yang biasa terjadi pada pelaksanaan ritual keagamaan, seperti doa dalam acara tudang sipulung dan ma’barazanji yang dilakukan sebagai tanda syukur seseorang yang hajatnya terkabulkan. Selain itu, ada pula tradisi mappanre temme’ yang dilakukan ketika anak mengkhatamkan Al-Qur’an. Tradisi ini mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman, mulai dari pelaksanaannya yang secara khusus hingga pelaksanaannya saat ini yang lebih sering dirangkaikan dengan acara pernikahan. Untuk mengkaji nilai-nilai dalam tradisi mappanre temme’, penulis menggunakan teori sosiologi pengetahuan yang ditawarkan oleh Karl Mannheim dengan memperhatikan tiga aspek penting, yaitu makna objektif¸ makna ekspresif, dan makna dokumenter. Dengan menggunakan teori sosiologi pengetahuan ini dapat diketahui bahwa tradisi mappanre temme’ juga memiliki nilai-nilai penting yang terkandung di dalamnya seperti, nilai sennu-sennungeng, nilai kebersamaan, nilai kekeluargaan yang diperoleh dengan memperhatikan makna objektifnya. Pada makna ekspresif, diketahui bahwa tradisi ini tersirat nilai tolong menolong, gotong royong, juga sabar. Dan yang terakhir pada makna dokumenter, nilai rasa syukur kepada Allah dan terima kasih tersirat pada tradisi mappanre temme’ tersebut.