p-Index From 2021 - 2026
0.817
P-Index
This Author published in this journals
All Journal DINTEK
Susanti Rahman
Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS DEBIT BANJIR SUNGAI URU INO, KABUPATEN HALMAHERA TIMUR MENGGUNAKAN PENDEKATAN HIDROGRAF SATUAN SINTETIS (HSS) GAMMA I DAN HSS NAKAYASU Amirudin Miradj; Susanti Rahman
DINTEK Vol 13 No 1 (2020): Volume 13 No.1, Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1068.878 KB)

Abstract

Sungai atau aliran air yang menyediakan kemudahan hidup bagi masyarakat di sekitarnya juga bisa menjadikan masyarakat tadi menghadapi risiko bencana tahunan akibat banjir. Banjir dapat terjadi akibat naiknya permukaan air lantaran curah hujan yang diatas normal, perubahan suhu, tanggul/bendungan yang bobol, pencairan salju yang cepat, terhambatnya aliran air di tempat lain. Dalam penelitian ini, yaitu menganalisis debit puncak rancangan banjir Sungai Uru Ino dengan metode HSS Gamma I dan HSS Nakayasu pada periode ulang tertentu. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dan melakukan analisis terhadap debit pada DAS Uru Ino untuk periode ulang 2, 5, 10, 25 dan 50 tahun. Berdasarkan hasil perhitungan debit rancangan banjir DAS Uru Ino pada periode ulang tertentu menggunakan metode HSS Gamma I diperoleh debit puncak rancangan terbesar masing-masing periode ulang adalah 64.916 m3/dtk untuk periode ulang 2 tahun, 131.619 m3/dtk untuk periode ulang 5 tahun, 159.727 m3/dtk untuk periode ulang 10 tahun, 183.485 m3/dtk untuk periode ulang 25 tahun dan 195.440 m3/dtk untuk periode ulang 50 tahun, sedangkan HSS Nakayasu diperoleh debit puncak rancangan terbesar masing-masing periode ulang adalah 124.15 m3/dtk untuk periode ulang 2 tahun, 157.91 m3/dtk untuk periode ulang 5 tahun, 172.15 m3/dtk untuk periode ulang 10 tahun, 184.19 m3/dtk untuk periode ulang 25 tahun dan 190.25 m3/dtk untuk periode ulang 50 tahun
ANALISIS INTENSITAS HUJAN DENGAN MENGGUNAKAN UJI KECOCOKAN DISTRIBUSI FREKUENSI KECAMATAN OBA UTARA KOTA TIDORE KEPULAUAN Susanti Rahman
DINTEK Vol 13 No 02 (2020): VOL XIII NO. 02 SEPTEMBER 2020
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Drainase adalah aspek penting dalam pembangunan yang berkelanjutan dan kelihatannya sederhana namun bila drainase tidak didesain dan direncanakan dengan baik maka banyak hal berdampak ketika kinerja drainase tidak maksimal seperti halnya banjir yang akan merambat ke berbagai aspek-aspek seperti ekonomi, kesehatan, transportasi, pendidikan dan lainnya. Untuk mengatasi drainase yang debit aliran air yang sangat besar di Kecamatan Oba Utara Kota Todore Kepualauan dengan menganalisis intensitas air hujan dengan periode ulang tertentu dengan menggunakan uji kecocokan distribusi frekuensi. Analisis intensitas hujan menggunakan metode Mononobe dengan pengambilan data curah hujan dari Stasiun Pengukuran Curah Hujan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Babullah Ternate dari tahun 2011 sampai 2019. Tujuan penelitian ini, yaitu adalah untuk menentukan berapa besar intensitas curah hujan dengan menggunakan uji kecocokan distribusi frekuensi Kecamatan Oba Utara Kota Tidore Kepualauan. Berdasarkan perhitungan intensitas curah hujan ini menggunakan metode Dr. Mononobe yang merupakan sebuah variasi dari persamaan-persamaan curah hujan jangka pendek, didapat hujan rancangan dengan masing-masing periode ulang R2 = 166 mm, R5 = 222 mm, R10 = 249 mm, dan R25 = 275 mm dengan durasi waktu dalam hitungan dalam 24 jam, maka besar nilai intensitas hujan (I) dengan R2 = 6.93 mm/jam , R5 = 9.24 mm/jam, R10 = 10.36 mm/jam, R25 = 11.44 mm/jam.
PERHITUNGAN KEBUTUHAN AIR IRIGASI MENGGUNAKAN KP-01 D.I. AKEDAGA TUTILING MEJA KECAMATAN WASILE TIMUR Susanti Rahman
DINTEK Vol 14 No 1 (2021): Vol. XIV No. 1 Maret 2021
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan air dipersawahan disebut juga kebutuhan irigasi, sehingga irigasi sendiri juga merupakan usaha penyediaan, pengaturan, dan pembuangan air irigasi untuk menunjang pertanian yang jenisnya meliputi irigasi rawa, irigasi bawah tanah, irigasi permukaan irigasi tambak dan irigasi pompa. Tujuan dari pada irigasi adalah untuk memanfaatkan air irigasi yang tersedia secara benar yakni seefektif dan seefisien mungkin agar produktivitas pertanian dapat meningkat sesuai yang diharapkan. Salah usaha peningkatan produksi pangan khususnya padi agar ketersediaan air irigasi di sawah-sawah sesuai dengan kebutuhan air yang diperlukan pada areal irigasi. Daerah Irigasi Akedaga Tutiling Meja terletak di Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara mencakup areal pertanian seluas 4.640 Ha, dengan pensuplaian airnya di ambil dari sungai Dodaga, Sungai Tutiling, dan Sungai Meja Yang meliputi D.I Akedaga Tutiling Meja seluas 4.640 Ha, dimana kedua areal tersebut saat ini merupakan persawahan tadah hujan dengan produksi padi 2,50 ton/Ha dan intensitas tanam sebesar 50%. Perhitungan kebutuhan air irigasi menggunakan KP-01 D.I. Akedaga Tutiling Meja Kecamatan Wasile dengan pengambilan data curah hujan dan data iklim dari Stasiun Pengukuran Curah Hujan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Babullah Ternate dari tahun 2015 sampai dengan 2019. Berdasarkan nilai evapotranspirasi (Eto) nilai maksimum berada pada bulan Oktober yaitu 5,78 mm/hari dengan curah hujan efektif tanaman padi 7.33 mm/hari dan untuk curah hujan efektif tanaman palawija 5,23 mm/hari untuk kebutuhan air irigasi pada tanaman padi nilai maksimum pada bulan November ke-2 yaitu 24,97 mm/hari sedangkan tanaman palawija nilai maksimal pada bulan Agustus ke-2 yaitu 12,96 mm/hari. Kebutuhan air irigasi pada Daerah Irigasi Akedaga Tutiling Meja terletak di Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara adalah cukup untuk memenuhi kebutuhan air di irigasi tersebut
ANALISIS KONDISI HIDROLIKA ALIRAN PIPA DI PULAU LIMBO KECAMATAN TALIABU BARAT Susanti Rahman; Amirudin Miradj
DINTEK Vol 14 No 2 (2021): Vol. XIV No. 2 September 2021
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu parameter hidrolika pipa transmisi dan distribusi, dengan menggunakan program Epanet 2.0. Untuk daerah pelayanan menuju pulau Limbo jalur pipa distribusi yang terpasang melalui laut maka pipa yang di pergunakan merupakan pipa yang dipesan khusus dengan jenis pipa HDPE diameter 110 mm PN 20 yang memiliki kekuatan tekanan setara 20 bar atau 200 m. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem jaringan transmisi dari intake menuju instalasi pengolahan air dan selanjutnya di distribusikan ke area pelayanan PDAM, dari hasil analisa dengan program Epanet 2.0 didapat tekanan maksimum untuk pipa transmisi sebesar 72,70 m, kecepatan aliran 0,61 m/det, tekanan pada jalur pipa distribusi yang melalui laut menuju pulau Limbo dengan diameter pipa 110 mm PN 20 didapat tekanan masksimum sebesar 100,37 m, kecepatan aliran 0,49 m/detik
ANALISIS DEBIT BANJIR RANCANGAN PADA SALURAN DRAINASE KAWASAN PERUMAHAN ASN SOFIFI Susanti Rahman; Amirudin Miradj
DINTEK Vol 15 No 1 (2022): V0l. 15 No. 01 Maret 2022
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drainase adalah aspek penting dalam pembangunan yang berkelanjutan dan kelihatannya sederhana namun bila drainase tidak didesain dan direncanakan dengan baik maka banyak hal berdampak ketika kinerja drainase tidak maksimal seperti halnya banjir yang akan merambat ke berbagai aspek-aspek seperti ekonomi, kesehatan, transportasi, pendidikan dan lainnya. Sehingga drainase seharusnya tidak lagi menjadi bangunan sekunder dalam perkembangan sebuah tata wilayah namun lebih dari itu harus didesain dan direncanakan dengan baik dan matang agar apapun yang dihasilkan lebih maksimal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Besarnya debit air hujan didapat dengan menggunakan persamaan metode rasional, maka nilai debit air hujan dengan kala ulang 25 tahun pada saluran utama (B-C) yaitu QH adalah 4.80 m3/det dan pada saluran cabang (A-B) yaitu QH adalah 8.74m 3/det dan besarnya nilai debit rancangan (Qranc) yaitu 2.84 m3 /det.
PENYUSUNAN PENILAIAN KINERJA SUNGAI TODOWONGI KABUPATEN HALMAHERA BARAT Susanti Rahman; Amirudin Miradj
DINTEK Vol 16 No 1 (2023): Volume 16 No.1 Maret 2023
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai-sungai yang berada diwilayah Halmahera Barat Provinsi Maluku Utara rata-rata memiliki luasan daerah tangkapan air (Daerah Aliran Sungai) yang besar, namun akibat sering terjadi banjir sehingga banyak lokasi tanggul yang putus, pasangan batu yang patah/rusak, bronjong yang rusak, longsor karena tidak adanya perkuatan tebing yang memadai. Kondisi topografi/kemiringan sungai curam di bagian hulu sehingga kecepatan aliran menjadi tinggi yang dapat mengakibatkan terjadinya longsoran pada daerah-daerah rawan erosi. Hal ini umumnya sering terjadinya di musim penghujan, sehingga perlu adanya penilaian kinerja sarana dan prasarana. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif pada penilaian kinerja sungai Todowongi Terdapat 10 Sarana Prasarana Sungai pada wilayah studi yaitu Sungai Todowongi. penilaian dari masing-masing bangunan prasarana yang ada di sungai Todowongi dengan memiliki resiko kegagalan yaitu penilaian dari masing-masing bangunan prasarana yang ada di sungai Todowongi dengan memiliki resiko kegagalan yaitu dengan kategori resiko sedang berada pada tanggul sungai 1, 4, 5 dan 9, kinerja operasional dan pemeliharaan memiliki kinerja cukup, dengan nilai total 50, 58, 51 dan 50 sehingga rencana tindak op adalah pemeliharaan korektif. Sedangkan bangunan prasarana yang ada di sungai Todowongi dengan kategori resiko rendah berada pada tanggul 2, 3, 6, 7, 8 dan 10, kinerja operasional dan pemeliharaan memiliki kinerja baik, dengan nilai total 83, 73, 80, 80, 77 dan 80 sehingga rencana tindak op adalah pemeliharaan preventif