Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Terapi supportif dan psikoedukasi untuk meningkatkan pemahaman diri pada penderita skizofrenia paranoid Triharim K. S. Pilpala
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 1 No. 1 (2013): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v1i1.1376

Abstract

Problem schizophrenia paranoid di rumah sakit jiwa banyak dijumpai. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan psikoterapi suportif dan psikoedukasi keluarga dilakukan pada pasien yang mengalami Schizophrenia Paranoid. Studi kasus ini melibatkan 1 pasien yang memenuhi kriteria schizophrenia paranoid. Instrumen adalah observasi, wawancara dan tes psikologi (Rorschach). Intervensi dalam studi kasus dilakukan dalam 3 tahapan yaitu initation, working process, dan evaluasi. Hasil intervensi menunjukkan pasien belum mampu memberikan perubahan yang signifikan serta belum adanya keinginan untuk mengontrol suara-suara yang menggangunya.Kata kunci: Terapi suportif, psikoedukasi keluarga, schizophrenia paranoid
Pengembangan konseling kelompok untuk peningkatan pengelolaan diri pada remaja yang kecanduan game online Triharim K. S. Pilpala
Psychological Journal: Science and Practice Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Game online telah mempengaruhi perilaku remaja. Banyak di antara mereka yang mengalami kecanduan game online. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan konseling kelompok bagi peningkatan pengelolaan diri pada remaja yang kecanduan game online. Penelitian dilakukan dengan desain penelitian tindakan yang dilakukan dua siklus, masing-masing siklus melibatkan tujuh orang remaja usia 18-24 tahun, mereka adalah suatu clan gamer dan mengalami kecanduan pada game online. Data dikumpulkan dengan Self-Control and Self-Management Scale (SCMS) dan wawancara. Analisa data menggunakan analisis gabungan (mixed methods). Hasil wawancara pada tiap sesi menujukkan bahwa semua subjek melaporkan cukup dapat mengelola waktunya pada kegiatan-kegiatan yang bermanfaat sehingga intensitas bermain game online dapat dikurangi. Hasil penelitian uji t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan Konseling Kelompok-Strategi Pengelolaan Diri (KK-SPD). Berdasarkan hasil analisis ini direkomendasikan agar dalam meningkatkan pengelolaan diri pada remaja yang kecanduan game online dengan menggunakan konseling kelompok.Kata kunci: Konseling kelompok, pengelolaan diri, kecanduan game online, remaja, penelitian tindakan