Erna Ratnawati
Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau (Research Institute for Coastal Aquaculture)

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Karakteristik Sosial Ekonomi Masyarakat Nelayan Pesisir di Kabupaten Pulau Morotai Erna Ratnawati; Ruzkiah Asaf; Tarunamulia Tarunamulia
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 6 (2019): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VI KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.486 KB)

Abstract

Kabupaten Pulau Morotai salah satu dari 92 pulau terpencil di Indonesia, pertumbuhan budidayalautnya, sangat lambat meskipun memiliki kualitas air yang tinggi serta area yang potensial.Penelitian bertujuan mengetahui karakteristik sosial ekonomi masyarakat pesisir, peran danstatus pengembangan akuakultur laut. Pengumpulan data dilakukan melalui diskusi kelompokterarah (FGD), wawancara mendalam dan observasi lapangan. Dari total 33 responden, 16pembudidaya rumput laut, 11 petani akuakultur dan 6 responden lainnya mewakili lembaga yangbertanggung jawab untuk pembuatan kebijakan pengembangan budidaya. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kegiatan budidaya perikanan yang beroperasi saat ini kurang menarik bagimasyarakat lokal dibandingkan kegiatan utama sebagai nelayan karena dianggap kurangmenjanjikan sebagai bisnis alternatif. Faktor yang menyebabkan rendahnya produksi sertaaktivitas dalam budidaya laut yaitu modal usaha yang terbatas, kurangnya sumber daya manusiayang terampil serta dukungan kelembagaan dan yang lebih penting lagi kurangnya informasitentang teknologi akuakultur (benih yang berkualitas, pengendalian hama dan proses produkpasca panen). Faktor penghambat lainnya kurangnya ketersediaan infrastruktur pendukungbudidaya. Dari hasil analisis rantai pasar rumput laut tidak ada alternatif pengolahan lokaluntuk produk rumput laut mentah, namun hasil ikan (terutama kerapu) dapat dipasarkan secaralocal ke pasar lokal atau restoran. Untuk itu pemerintah (setempat dan pusat) harusmengalokasikan anggaran yang cukup untuk membangun "model percontohan" yangmemastikan kelancaran transfer teknologi akuakultur ke masyarakat pesisir, serta melakukanpendidikan dan pelatihan untuk pengembangan sumber daya manusia.Kata Kunci : Karakteristik, Nelayan pesisir, Pulau Morotai, Sosial-Ekonomi.