Penelitian bertujuan untuk mengetahui laju melanosis pada udang hasil tambak intensif dan tambak tradisional. Penelitian dilakukan di tambak intensif di Desa Mariorennu, Kecamatan Gantarang, dan tambak tradisional di Desa Manjalling, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan dan Balai Penelitian dan Pengembangan Mutu Hasil Perikanan Makassar. Penelitian ini dilakukan dengan eksprimen dengan metoda Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan lama penyimpanan 0, 2 , 4 , 6 dan 8 hari didalam cold box dengan suhu 0℃. Analisa data dilakukan dengan Anova, dan bila berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Parameter uji melanosis menggunakan score sheet melanosisdiuji oleh 6 orang panelis standar. Uji kesegaran dilakukan dengan pH dan TVB. Hasil analisis menunjukkan bahwa laju pertumbuhan melanosis udang dari tambak intensif berpengaruh sangat nyata dengan udang dari tambak tradisional. Selama pengamatan terdapat interaksi dengan perlakuan waktu penyimpanan. Pengamatan hari ke-0 tidak berpengaruh nyata terhadap pengamatan penyimpanan hari ke 2, namun sangat berpengaruh nyata terhadap penyimpanan hari ke 4, ke 6, dan ke 8. Melanosis mulai tumbuh pada penyimpanan hari ke 2 untuk udang tambak intensif, dan untuk udang tambak tradisional pada hari ke 4. Hasil uji kesegaran udang tambak intensif dan udang tambak tradisional menunjukkan pH 10,5 dan 8,87; TVB 32,87 mgN/gr dan 24,75 mgN/gr. Kesimpulan adalah pertumbuhan melanosis pada udang tambak intensif lebih cepat terjadi dibandingkan dengan udang tambak tradisionalKata kunci: laju melanosis, udang vannamei, tambak intensif, tambak tradisional,