Husnul K Ramli
SekolahTinggi Perikanan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kesukaan Konsumen Terhadap Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) dari Tambak Intensif dan Tambak Tradisonal di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan Yuliati H Sipahutar; Husnul K Ramli; Maria GE Kristiani
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 6 (2019): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VI KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.553 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kesukaan konsumen pada udang hasil tambak intensif dantambak tradisional. Penelitian dilakukan di tambak intensif di Desa Mariorennu, KecamatanGantarang, dan tambaktradisional di DesaManjalling, Kecamatan Ujung Loe, KabupatenBulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan dan BalaiPenelitian dan PengembanganMutu HasilPerikanan Makassar. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen dengan waktu penyimpanan0 hari, 2 hari, 4 hari, 6 hari dan 8 hari. Parameter uji dilakukandenganHedonik. Analisa datamenggunakan non parametric test Kruskal wallis dan dilanjutkandenganmultiple comparison.Hasil uji organoleptik pada perlakuan penyimpanan menunjukkan bahwa udang tambak intensifdan tambak tradisional sangat berbeda nyata pada parameter kenampakan, bau dan rasa. Ujiorganoleptik menunjukkan udang tambak intensif dan tambak tradisional tidak layak konsumsidan tidak diterima pada penyimpananhari ke-8 dengankenampakanudang 6.54 dan 6.39, bau 6.47dan 6.49 dan rasa 6.36 dan 6.38, sehingga udang ditolak dan tidak sesuai dengan standar nilaiorganoleptik yang telah ditetapkan yaitu 7. Kesimpulan adalah udang tambak tradisional lebihdigemari masyarakat dibandingkan dengan udang tambak intensif.Kata kunci: udang vannamei, tambak intensif, tambak tradisional, kesukaan konsumen
Laju Melanosis Udang Vanamei (Litopenaeus vannamei) pada Tambak Intensif dan Tambak Tradisional di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan Yuliati H Sipahutar; M Rifqi Suryanto Suryanto; Husnul K Ramli; Riza B Pratama; Muhammad Irsyad
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 7 (2020): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui laju melanosis pada udang hasil tambak intensif dan tambak tradisional. Penelitian dilakukan di tambak intensif di Desa Mariorennu, Kecamatan Gantarang, dan tambak tradisional di Desa Manjalling, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan dan Balai Penelitian dan Pengembangan Mutu Hasil Perikanan Makassar. Penelitian ini dilakukan dengan eksprimen dengan metoda Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan lama penyimpanan 0, 2 , 4 , 6 dan 8 hari didalam cold box dengan suhu 0℃. Analisa data dilakukan dengan Anova, dan bila berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Parameter uji melanosis menggunakan score sheet melanosisdiuji oleh 6 orang panelis standar. Uji kesegaran dilakukan dengan pH dan TVB. Hasil analisis menunjukkan bahwa laju pertumbuhan melanosis udang dari tambak intensif berpengaruh sangat nyata dengan udang dari tambak tradisional. Selama pengamatan terdapat interaksi dengan perlakuan waktu penyimpanan. Pengamatan hari ke-0 tidak berpengaruh nyata terhadap pengamatan penyimpanan hari ke 2, namun sangat berpengaruh nyata terhadap penyimpanan hari ke 4, ke 6, dan ke 8. Melanosis mulai tumbuh pada penyimpanan hari ke 2 untuk udang tambak intensif, dan untuk udang tambak tradisional pada hari ke 4. Hasil uji kesegaran udang tambak intensif dan udang tambak tradisional menunjukkan pH 10,5 dan 8,87; TVB 32,87 mgN/gr dan 24,75 mgN/gr. Kesimpulan adalah pertumbuhan melanosis pada udang tambak intensif lebih cepat terjadi dibandingkan dengan udang tambak tradisionalKata kunci: laju melanosis, udang vannamei, tambak intensif, tambak tradisional,