Achmad Afif Bakri
Stasiun KIPM Luwuk Banggai

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Metode Isolasi DNA Terhadap Nilai Kemurnian DNA untuk Pengujian White Spot Syndrom Virus (WSSV) pada Lobster Bambu (Panulirus versicolor) Devita Tetra Adriany; Achmad Afif Bakri; Monicha Indrasari Bungalim
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 7 (2020): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dalam memperoleh konsentrasi dan kemurnian DNA serta efisiensi waktu pengerjaan isolasi DNA dengan perbandingan beberapa metode isolasi DNA dalam pengujian WSSV. Adapun manfaat penelitian ini adalah memberikan informasi yang digunakan sebagai referensi dalam pemilihan metode yang efektif dan efisien serta memberikan hasil yang valid pada kegiatan isolasi DNA.Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Uji Stasiun KIPM Luwuk Banggai, pada bulan September sampai dengan bulan Oktober 2019. Parameter yang digunakan adalah nilai kemurnian DNA dan nilai konsentrasi DNA hasil isolasi yang diperoleh dari analisis spektrofotometri dan analisis elektroforesis serta efisiensi waktu pengerjaan. Sampel yang digunakan adalah jaringan insang lobster bambu. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan tiga perlakuan dan tiga ulangan. Dimana perlakuan A (Lysis Buffer),perlakuan B (Wizard genomic DNA purification) dan perlakuan C (DNAzol). Untuk menentukan perbedaan metode isolasi dilakukan uji analisis sidik ragam (ANOVA) dilanjutkan dengan Uji BNT (Beda Nyata Terkecil). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Lysis buffer sangat berbeda nyata dengan metode DNAzol. Hasil isolasi dengan menggunakan metode Lysis Buffer memiliki nilai kemurnian yang tertinggi (2,0) dan nilai konsentrasi tertinggi yaitu 56,05 µg/ml, dengan waktu pengerjaan yang sangat singkat (± 40 menit). Namun konsentrasi DNA dengan metode DNAzol menunjukkan nilai kemurnian yang rendah (1,5-1,6) dan nilai konsentrasi rendah (13,55-13,75 µg/ml) dengan waktu pengerjaan yang singkat (± 50 menit).Kata kunci:WSSV, isolasi DNA, kemurnian DNA, Panulirus versicolor
Inventarisasi dan Identifikasi Parasit Yang Menginfeksi Ikan Gobi (Sicyopus zosterophorum) dan Ikan Lentipes (Lentipes mekonggaensis) yang Didapat dari Sungai Koyoan, Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah Devita Tetra Adriany; Achmad Afif Bakri; Darwis Darwis; Hilal Anshary; Abdul Gani
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 7 (2020): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan gobi (Sicyopus zosterophorum) dan ikan Lentipes (Lentipes mekonggaensis) merupakan ikan hias air yang termasuk ikan native di Sungai Koyoan, Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah. Penyebaran ikan ini sangat terbatas, sehingga keberadaannya harus dijaga terutama dari serangan penyakit akibat infeksi parasit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginventarisasi dan mengidentifikasi jenis parasit yang menginfeksi ikan gobi dari Sungai Koyoan dipelihara di dalam akuarium berukuran 70 cm x 40 cm x 40 cm,dasar bebatuan, pasir dan lumut dengan sistem aliran air stagnan. Jumlah ikan yang dipelihara sebanyak 50 ekor, masing-masing jenis ikan sebanyak 25 ekor. Ukuran ikan gobi berkisar antara 3,3-6,25cm TL dan ikan lentipes berkisar antara 4,8-6,1 cm TL. Ikan ini diberi pakan cacing tubifex hidup atau tubifex kering setiap pagi dan sore hari. Sampling ikan dilakukan secara unrandom yaitu setiap ada kejadian ikan sakit. Gejala klinis ikan sakit adalah ikan menempel di dinding kaca dekat permukaan, gerakannya lambat dan mudah ditangkap, produksi lendir berlebihan, nafsu makan berkurang, lebih banyak diam serta responnya lambat. Pengamatan parasit dilakukan untuk ektoparasit maupun endoparasit. Jenis parasit yang ditemukan adalah spesies Lernaea sp dan parasit yang termasuk dalam filum Achanthocephala.Kata kunci: inventarisasi, identifikasi, parasit, Sicyopus zosterophorum, Lentipes mekonggaensis