Rolfi Junyanto Is Natonis
Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Manajemen Pemasaran Rumah Produksi dan Promosi Alat Musik Tradisional Sasando Rolfi Junyanto Is Natonis
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 4, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.696 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v4i2.3085

Abstract

Abstrak Dalam penelitian ini menggunakan metode desriptif kualitatif. Langkah yang digunakan yaitu melakukan analisis data dan analisis SWOT. Hasil penelitian pertama, berdasarkan tahap analisis terhadap strategi yang tepat dilakukan oleh pengelola dalam memasarkan Rumah Produksi dan Promosi Sasando adalah menjaga dan mempertahankan posisi pada indikator internal huruf E, yaitu memiliki jaringan kerja sama dengan pemerintah yang selama ini sudah dilakukan. Kebijakan yang umum dari strategi ini adalah dengan melakukan penetrasi pasar dan mengembangkan produk. Artinya pengelola perusahaan harus mempertahankan posisinya dengan terus mengembangkan karya-karya seperti membuat karya dalam bentuk alat musik dan miniatur/cendera mata. Kedua, berdasarkan kuadran analisis SWOT yang menunjukkan posisinya berada pada kuadran IV yaitu menggambarkan situasi organisasi sangat buruk, karena di samping berbagai kelemahan internal, timbul ancaman dari luar, strategi defensif dapat meningkatkan ketangguhan setiap keunggulan bersaing yang dimiliki perusahaan bila dikombinasikan dengan strategi ofensif untuk meningkatkan keunggulan bersaing perusahaan. Jenis strategi defensif dapat dibagi dalam dua bagian besar, yaitu strategi menangkis (deterrence) dan strategi tanggapan (response). Abstract In this resarch using qualitative descriptive method. The step used are doing data analysis and SWOT analysis. The first results of the research, based on the analysis phase of the appropriate strategy carried out by the manager in marketing Sasando Production and Promotion Houses, are maintaining and maintaining the position on the internal indicator letter E, which has a network of cooperation with the government. The general policy of this strategy is to penetrate the market and develop products. This means that company managers must maintain their position by continuing to develop works such as making works in the form of musical instruments and miniatures/souvenirs. Secondly, based on the SWOT analysis quadrant which shows its position in quadrant IV, it describes the organizational situation is very bad, because in addition to various internal weaknesses arising from outside threats, defensive strategies can increase the resilience of each company competitive advantage when combined with offensive strategies to improve competitive advantage company. This type of defensive strategy can be divided into two major parts, namely deterrence strategies and response strategies.
Strategi Pengelolaan Pusat Musik Liturgi Yogyakarta Rolfi Junyanto Is Natonis
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 2, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3668.779 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v2i2.1852

Abstract

Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Langkah yang digunakanyaitu melakukan analisis data dan analisis SWOT. Hasil penelitian pertama, berdasarkan matrik IE dalam strategi PML Yogyakarta yang digunakan pada pengelolaan musik liturgiberada pada posisi V yaitu hold and maintaind, (pertahankan dan pelihara). Strategi umumyang dipakai adalah menjaga dan mempertahankan posisi internal yaitu memiliki jaringankerja sama dengan komponis-komponis gereja lokal dalam menjalankan lokakarya mengenai musik liturgi yang selama ini sudah diraih. Kedua berdasarkan kuadran analisis SWOTpengelolaan PML Yogyakarta menunjukkan posisinya berada pada kuadran III. Stability,yaitu suatu lembaga menghadapi peluang pasar yang sangat besar, tetapi dilain pihakmenghadapi beberapa kendala dalam internal seperti regenerasi yang belum memadaisehingga masih bergantung pada figur pendiri, keterbatasan tenaga pengelola baik dari segikuantitas maupun kualitas, dan kegiatan lokakarya belum menjangkau semua budaya yang ada di nusantara. Ketiga berdasarkan analisis SWOT strategi umum yang diperoleh yaituadalah penetrasi pasar dan pengembangan produk. Posisi tersebut mengarah pada menambah karya musik atau nyanyian nusantara dalam musik liturgi dan memberikan penataran dalamsetiap tahun di gereja-gereja Katolik yang belum memahami tentang musik liturgi dalaminkulturasi dan memberikan pengetahuan dan penerjemah kepada pengelola sehingga cukup memadai. In this research using qualitative descriptive method, The step used is doing data analysis and SWOT analysis. The first result of the research, based on the matrix of IE in PML Yogyakarta strategy used in the management of liturgical music is in position V that is hold and maintaind. General strategy used is to maintain and maintain internal position that has a network of cooperation with composers the local church in running a workshop on liturgical music that has been achieved. The second is based on quadrant of SWOT analysis of PML Yogyakarta management showing its position is in quadrant III Stability, that is an institution facing huge market opportunity, but on the other hand facing some internal constraints such as regeneration that is not enough so that still depends on founder figure, both in terms of quantity and quality, and workshop activities have not yet reached all the cultures in the archipelago. Third based on the SWOT analysis the general strategies obtained are market penetration and product development. The position leads to; adding musical works or chants of the archipelago to liturgical music and giving up in every year catholic churches that have not understood the liturgical music in inculturation and providing knowledge and translators to the manager so that it is sufficient.