Sherlyta Seftiandy
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengelolaan Ruang Publik M Bloc Space Melalui Peran Manajerial dan Peran Figur sebagai Stakeholder Primer Sherlyta Seftiandy
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 7, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v7i2.5331

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui lebih dalam terkait pengelolaan ruang publik berdasarkan dari tinjauan peran pemimpin dan peran Stakeholder Primer dalam M Bloc Space. Pertanyaan penelitian yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh dari peran manajer dan stakeholder dalam proses pengelolaan ruang publik di M Bloc Space. Karena M Bloc tergolong ruang publik baru yang berdiri kurang dari lima tahun. Apakah gambaran dari peran manajer dan stakeholder itu semua berpengaruh dalam proses pengelolaan sehingga pihak M Bloc Space yakin bahwa ruang publik ini longlasting. Fokus penelitian dengan jenis kualitatif deskriptif di mana pengumpulan data melalui proses wawancara mendalam, sehingga penulis bisa mendapatkan informasi lebih banyak tentang peran manajerial di M Bloc Space. Penelitian ini mengambil lokasi di M Bloc Space yang tepatnya ada di Kawasan Blok M Jakarta Selatan dan mengambil objek semua pemimpin yang bekerja di M Bloc Space. Public Space Management in M Bloc Space Through Managerial Roles As The Figures And Primary Stakeholder ABSTRACT This study aims to determine the management of public space based on a review of the role of leaders and the role of Primary Stakeholders in M Bloc Space. The research question examined in this study is how the influence of the role of managers and stakeholders in the public space management process in M Bloc Space. Because M Bloc is a new public space that hasn't been around for more than 5 years. Does the description of the roles of managers and stakeholders affect the management process so that M Bloc Space believes that this public space is long-lasting? This research is descriptive qualitative research in which the authors collect data through in-depth interviews (in-depth interview) and accompanied by documentation so that it can further dig up information on managerial roles in M Bloc Space. This research takes place in M Bloc Space, which is precisely in the Blok M area of South Jakarta and takes the objects of all the leaders who work at M Bloc Space.
Studi Manajemen Produksi Batik Kampung Kriyan sebagai Museum Hidup di Cirebon dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 Sherlyta Seftiandy
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 8, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v8i1.5836

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen produksi di Kampung Batik Kriyan sebagai Museum Hidup. Lokasi penelitian berada di Desa Kriyan Kecamatan Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif di mana pengumpulan data yang dilakukan dengan cara pengamatan dan wawancara bersama narasumber yang relevan di kampung batik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen produksi dari Kampung Batik Kriyan menggunakan metode pemberdayaan sumber daya manusia dalam keberlangsungan produksi Batik Kriyan melalui beberapa fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah fungsi manajemen pada produksi industri kain batik di Kampung Batik Kriyan yang mampu melestarikan budaya membatik di Cirebon dan fungsi dari museum hidup yang ditekankan oleh masyarakat Kampung Kriyan lebih kepada bentuk pengenalan dan apresiasi seni yang ada, sehingga Kampung Batik Kriyan dikategorikan sebagai museum hidup di Cirebon, Jawa Barat. Study of Batik Kampung Kriyan Production Management as Living Museum in Cirebon Facing The Covid-19 ABSTRACT This study aims to determine the production management in Kampung Batik Kriyan as a Living Museum. The research location is in Kriyan Village, Cirebon Districts. This study uses a qualitative approach where data collection is carried out by means of observations and interviews with relevant. The results showed that the production management of Kampung Batik Kriyan uses the method of empowering human resources in the sustainability of Batik Kriyan production through several management functions such as planning, organizing, actuating, and controlling. The conclusion of this study is that the management function of the production management of the batik kriyan industry in Kampung Batik Kriyan is able to preserve the batik culture in Cirebon and the function of the living museum which is emphasized by the people of Kampung Kriyan is more about the form of recognition and appreciation of the existing arts. So that Kampung Batik Kriyan is categorized as a living museum in Cirebon, West Java.