Rendya Adi Kurniawan
UPN Sebelas Maret Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KEBUDAYAAN LOKAL DALAM KOMIK SUPERHERO INDONESIA Rendya Adi Kurniawan
INVENSI (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Vol 2, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.603 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v2i1.1803

Abstract

Komik merupakan suatu bacaan yang populer di Indonesia. Terdapat beragam genre komik yang dapat kita nikmati. Mulai komik dalam genre wayang, silat, roman remaja sampai komik dengan genre superhero. Komik superhero Indonesia sendiri sudah mulai berkembang, hingga saat ini komik superhero Indonesia menjadi populer di masyarakat. Beberapa diantaranya adalah Sri Asih karya Kosasih, Gundala karya Hasmi, hingga yang terbaru adalah Volt karya Marcelino Lefrant. Terlepas dari nama-nama besar komikus pada eranya, kini komikus-komikus muda mulai bermunculan. Berbagai genre pun kembali dimunculkan. Namun tetap yang menonjol adalah genre superhero. Namun dibalik banyaknya bentuk komik superhero yang tak bisa diragukan lagi, sangat terpengaruh oleh gaya Barat dan Jepang, terdapat satu kesamaan yang coba diangkat oleh komikus-komikus muda ini, yaitu kebudayaan lokal. Penelitian ini akan mencoba mengaplikasikan metodologi visual dari Gillian Rose untuk melihat hubungan antara kebudayaan lokal dengan komik superhero Indonesia.