Mahendra, Yonata Buyung
Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta; Jalan Suryodiningratan 8, Yogyakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Teknik Pukul pada Tatah Timbul Kulit Yonata Buyung Mahendra
INVENSI (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Vol 5, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/invensi.v5i2.3864

Abstract

Teknik pukul merupakan teknik yang dilakukan dengan cara memukulkan/mengetukkan alat pukul ke permukaan benda dengan bantuan tangan dan otot sebagai poros kekuatan. Tatah timbul kulit merupakan teknik dalam kerajinan yang terbuat dari kulit tersamak sebagai media eksplorasi untuk memberikan efek timbul dari permukaan karya yang dibuat. Penelitian ini untuk mengetahui cara seniman mendayagunakan tubuhnya, perlakuan khusus yang diberikan, dan pelacakan mengenai teknik pukul yang digunakan oleh seniman. Peneliti menggunakan pengalaman kualitatif sebanyak lima kali untuk mendapatkan proses pengerjaan secara utuh, mulai dari perancangan hingga proses penatahan selesai. Hasilnya, keputusan seniman bergantung pada proses pengerjaan dan pengalaman seniman dalam berkarya. Perbedaan perlakuan pada pembasahan dan proses perancangan, pengenalan bahan, dan pemolaan adalah bentuk keputusan seniman dalam berkarya. Kegagalan dan keberhasilan tatah timbul kulit bergantung pada sudut pukul dan kelembaban kulit. Kekuatan pukul yang cukup besar akan memengaruhi kerusakan dan melesetnya pukulan yang dilakukan.The Impact of Hit Technique in Leather Carving ABSTRACT The hit technique is a technique carried out by striking/tapping the instrument against the object's surface with hands and muscles as the axis of strength. Leather carving is a craft technique made from tanned leather as an exploration medium to give an embossed effect on the surface of the work being made. This research is to find out how artists utilize their bodies, special treatment given, and tracking of the technique used by artists. Researchers use the qualitative experience as much as five times to get the whole work process from design to the carving process. As a result, artists' decisions depend on the process of work and artists' experience in their work. Differences in treatment in the wetting and design process, the introduction of materials, and patterning are forms of artists' decision to work. Failure and success of the skin's appearance depend on the skin's angle of hit and moisture. The strength of a large enough hit will affect the damage and miss the blow made.
Perancangan Mebel Bahan Kayu dan Kulit Sapi Samak Nabati Mahendra, Yonata Buyung; Wicaksono, Agung; Jati, Ardian Mulyo; Kurniawan, Risky
Corak Vol 13, No 2 (2024): November 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v12i1.13621

Abstract

The use of combined tanned cowhide leather in furniture is expected toprovide added value to the aesthetic and functional aspects. The combination ofmaterials and field division can provide compositional innovation on the visual side.The patterning technique is also part of the innovation that gives effect to the gameof composition from the division of the field on the furniture components. Inaddition, sewing can be done with ornamental techniques. Besides being part of theproduct construction, stitching techniques can be an accentuation to attractconsumer attention. Furniture product innovation can be done with the use of simpleleathergoods production equipment because it emphasizes the technical side ofmanual (hand made).The benefits of furniture design in this applied research are: 1) Productinnovation that will strengthen positioning to expand the target market as known inthe unique selling proposition (USP) strategy; 2) Increase the competitiveness offurniture products and at the same time product promotion by improving the qualityof its design; 3) Adding to the repertoire of science based on praxis methods in thefield of design and craft science. This applied research uses a combination ofqualitative research and design methods in which experimental steps are alsocontained. The objectives and benefits are expected to be achieved with thiscombination method. The problem is also expected to get a solution as a furnituremodel that emphasizes aesthetics and ergonomics for the international market.Theresults of this study are researchers formulated several points such as, marketacceptance and suitability of international trends, aesthetic and ergonomicinnovation, sustainability and function, sustainable aesthetic and ergonomicdevelopment, guidelines for designers and manufacturers.ABSTRAKBisnis mebel di Indonesia sangat marak beberapa tahun belakangan ini. Mebel merupakan objek yang seringkali digunakan sebagai elemen interior(Faisal & Utami, 2022). Pada awalnya mebel dibuat dari bahan kayu, namun dalam kondisi lima tahun terakhir memiliki pergeseran. Konsumen mulai menyukai perpaduan bahan dan bentuk dari produk mebel  yang dibuat.  Bahan yang digunakan sebagai kombinasi memiliki banyak jenis, diantaranya dengan rotan, kulit sintetis, plastik, dan bahan lainnya. Tidak terkecuali ada beberapa produk mebel yang menggunakan perpaduan kulit sapi, khususnya kulit samak nabati. Perpaduan kulit sapi samak nabati dengan kayu ini  memiliki pasar tersendiri. Penggunaan bahan kulit sapi samak kombinasi pada mebel diharapkan dapat memberikan nilai tambah pada aspek estetika dan fungsi. Kombinasi bahan dan pembagian bidang dapat memberi inovasi komposisi  pada sisi visualnya. Teknik pemolaan juga merupakan bagian dari inovasi yang memberikan  efek pada permainan komposisi dari pemecahan bidang pada komponen mebel. Selain itu dalam penjahitan dapat dikerjakan dengan teknik hias.  Selain menjadi bagian dari konstruksi produk, teknik jahitan dapat menjadi aksentuasi untuk menarik perhatian konsumen. Inovasi produk mebel dapat dikerjakan dengan penggunaan peralatan produksi barang kulit (leathergoods) sederhana karena mengedepankan sisi teknis manual (hand made). Material mebel direncanakan menggunakan kulit sapi samak nabati. Material dihasilkan oleh industri penyamak kulit yang tersebar di beberapa daerah. Di Indonesia terdapat beberapa sentra industri kulit, salah satunya di Kabupaten Magetan(Rara et al., 2020). Di sentra ini menghasilkan kulit tersamak yang banyak digunakan sebagai bahan baku produk kulit. 
Creative Process and Visual Study of Embossed Tatah Products: Case study of the HOZPIT brand Mahendra, Yonata Buyung
Corak Vol 12, No 1 (2023): Corak : Jurnal Seni Kriya
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v12i1.14774

Abstract

Hozpit merupakan sebuah brand yang bergerak di bidang tatah timbul kulit. Hozpit berasal dari kata House of Pirates, yang berarti rumah bajak laut. Melalui hal tersebut tentunya karya yang diciptakan oleh Hozpit sebagian besar bernuansa bajak laut. Tatah timbul sendiri merupakan industri lama yang ada di Yogyakarta. Banyaknya seniman otodidak pembuat karya tatah timbul merupakan buktinya. Akan tetapi pengulangan bentuk, motif dan warna seringkali dilihat dari karya seniman otodidak tersebut. Celah tersebut dimanfaatkan Hozpit untuk berkarya dan bereksperimen. Masalahnya kemudian adalah mengapa Hozpit memiliki ketertarikan pada tatah timbul kulit.Penelitian ini diharapkan dapat memetakan alasan seniman sehingga terlihat darimana referensi, preferensi, dan identitas seniman terbentuk. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan batasan sampel 3 produk serta narasumbernya adalah seniman yang ada di belakang Hozpit. Validitas dari pengamatan peneliti dibuktikan dengan hasil wawancara yang dilakukan. Teori yang digunakan adalah teori kritik seni dari Feldman untuk membahas bagian visual dan Gustami untuk menelusur proses kreatifnya. Hasilnya tatah timbul kulit dari Hozpit merupakan wujud akumulasi seniman terhadap dorongan, informasi, dan pengetahuan pasar yang dimiliki.
Motif Khas Magetan: Identitas Lokal dalam Inovasi Produk Tas Kulit Mahendra, Yonata Buyung; Wicaksono, Agung; Wulandari, Tri; Kurniawan, Risky
Corak Vol 14, No 2 (2025): Vol 14, No 2 (2025): Corak : Jurnal Seni Kriya
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v14i2.17609

Abstract

 Magetan Regency is known as one of the leading leather tanning industry centers in Indonesia. This industry has supplied leather materials for various products such as shoes, bags, and accessories for many years. However, the locally produced leather products have yet to display a distinctive Magetan identity in their visual design. Generally, product designs tend to follow market trends without considering the reinforcement of local cultural values. In fact, in today’s global design trends, local wisdom has become an essential asset in product innovation and branding strategies. The competition in the leather product market, both locally and internationally, demands differentiation not only in terms of quality and function but also through strong narrative and distinctive visual identity.The development of culturally inspired motifs from Magetan holds great potential to create added value, strengthen regional identity, and open up new marketing opportunities. Unfortunately, design approaches based on local wisdom within Magetan’s leather industry remain limited. The visual potential of batik art, carved ornaments, or regional symbols has not been widely utilized by UMKMs or designers.This applied research aims to design and develop distinctive motifs representing Magetan Regency that can be applied to leather product designs, particularly women’s handbags. The selection of the women’s handbag segment is based on the dominant female consumer market in the leather goods industry. Design innovation will be carried out through pattern-making, engraving, and decorative stitching techniques, allowing for the aesthetic and functional visualization of motifs.The research method combines qualitative exploratory and experimental approaches. The research stages include: (1) visual study of Magetan’s culture and traditional motifs; (2) identification of applicable motif potentials for leather product design; (3) design experimentation and prototype development of women’s handbags; and (4) product evaluation through user response testing to assess attractiveness, functionality, and representation of local identity.The design process consists of several phases: pre-design, design, realization, and presentation. The practice-led research method is applied to maximize outcomes that can also be comprehended by potential producers.Abstrak Kabupaten Magetan dikenal sebagai salah satu sentra industri penyamakan kulit terkemuka di Indonesia. Industri ini telah memasok bahan kulit untuk beragam produk seperti sepatu, tas, dan aksesori selama bertahun-tahun. Namun, produk kulit hasil olahan industri lokal masih belum menunjukkan identitas khas Magetan secara visual. Umumnya, desain produk cenderung mengikuti tren pasar tanpa mempertimbangkan penguatan nilai budaya lokal. Padahal, pada tren desain global saat ini, local wisdom justru menjadi aset penting dalam inovasi produk dan strategi branding. Persaingan pasar produk kulit, baik di tingkat lokal maupun internasional, menuntut diferensiasi yang tidak hanya dari sisi kualitas dan fungsi, tetapi juga dari kekuatan narasi dan ciri khas visual. Pengembangan motif berbasis budaya lokal Magetan memiliki potensi besar untuk menciptakan nilai tambah, memperkuat identitas daerah, serta membuka peluang pemasaran baru. Kamingnya, hingga kini pendekatan desain berbasis kearifan lokal dalam industri kulit Magetan masih minim. Potensi visual dari seni batik, ornamen ukiran, atau simbol-simbol khas daerah belum banyak dimanfaatkan oleh pelaku UMKM maupun desainer. Penelitian terapan ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan motif khas Kabupaten Magetan yang dapat diaplikasikan pada desain produk kulit, khususnya tas wanita.Pemilihan segmen tas wanita didasarkan pada dominasi pasar konsumen perempuan dalam industri produk kulit. Inovasi desain akan dilakukan melalui teknik pemolaan, ukiran, hingga jahit hias yang memungkinkan visualisasi motif secara estetis dan fungsional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah gabungan antara pendekatan kualitatif eksploratif dan eksperimental. Tahapan penelitian meliputi: (1) studi visual terhadap budaya dan motif khas Magetan; (2) identifikasi potensi motif yang aplikatif untuk desain produk kulit; (3) eksperimen desain dan perancangan purwarupa tas wanita; serta (4) evaluasi produk melalui uji respon pengguna untuk menilai aspek daya tarik, fungsi, dan representasi identitas lokal. Tahapan perancangan dimulai dari tahapan pra perancangan, perancangan, perwujudan karya, penyajian. Metode practice led research digunakan untuk memaksimalkan hasil yang juga dapat dimengerti oleh calon produsennya.