This Author published in this journals
All Journal Tumotowa
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUNIAN PRASEJARAH DI SOMBORI, PROVINSI SULAWESI TENGAH Nasrullah Azis
Tumotowa Vol 2 No 1 (2019): Tumotowa
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/tmt.v2i1.28

Abstract

Morowali adalah sebuah kabupaten dalam wilayah Provinsi Sulawesi Tengah yang sekarang mekar menjadi dua kabupaten yaitu Kabupaten Morowali dan Kabupaten Morowali Utara. Dari penelitian arkeologi sebelumnya, didapatkan data bahwa kabupaten ini kaya akan tinggalan arkeologi khususnya dari masa prasejarah yang berupa gua-gua hunian serta penguburan. Namun semua tinggalan tersebut terdapat di Morowali daratan. Selain di Morowali daratan, terdapat pula tinggalan arkeologi utamanya gua-gua hunian prasejarah di pulau-pulau dan pesisir wilayah Morowali. Dari hasil survei diketahui bahwa di pesisir Morowali tepatnya di Kec. Menui Kepulauan terdapat beberapa gua hunian prasejarah serta hunian terbuka di tepi pantai. Berdasarkan temuan hasil survei dan ekskavasi terlihat bahwa kerang yang melimpah di pantai merupakan bahan makanan yang dominan dikonsumsi. Dari survei dan ekskavasi awal terlihat pula bahwa penggunaan alat litik tidak begitu dominan digunakan, kemungkinan mereka menggunakan alat selain batu misalnya kerang dan tulang hewan.
Jejak Kubur Di Minahasa, Bolaang Mongondow, Dan Kepulauan Sangihe; Tinjauan Persebaran Budaya Megalitik Di Sulawesi Utara Wiwik Sriwigati; Nasrullah Azis
Tumotowa Vol 2 No 2 (2019): Tumotowa
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/tmt.v2i2.34

Abstract

Pengaruh budaya megalitik di Sulawesi Utara dijumpai dalam berbagai ragam,meskipun dengan latar belakang budaya yang berbeda tetapi konsep tentang adanya kehidupan setelah mati sangat mengakar kuat. Sebagai topik tulisan ini jejak kubur yang ada di tiga wilayah yakni; Minahasa dengan penguburan Waruga, Bolaang Mongondow dikenal kubur tebing dan Kepulauan Sangihe menggunakan kubur batu. Permasalahan yang muncul, bagaimana bentuk kubur dan latar belakang penggunaannya. Metode yang digunakan adalah studi literatur hasil penelitian megalitik yang sudah dilakukan di Sulawesi Utara dan Indonesia.