Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN LITERASI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PADA PEMBELAJARAN JARAK JAUH DI MASA PANDEMI COVID-19 EMBUNG MEGASARI ZAM
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v1i1.176

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara kajian literatur mengenai pentingnya literasi teknologi informasi dan komunikasi sebagai kunci dan penunjang pelaksanaan pembelajaran jarak jauh pada masa pandemi Covid-19. Analisis pada artikel ini menggunakan empat langkah kajian literatur, yaitu pemilihan topik yang akan direview, mencari dan menyeleksi artikel yang berkaitan dengan topik, menganalisis dan mensintesis literatur, dan mengorganisasikan tulisan. Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 memberikan perubahan signifikan pada berbagai sektor, termasuk sektor pendidikan. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) merupakan salah satu bentuk penyesuaian dalam sektor pendidikan selama masa pandemi Covid-19. Pada pelaksanaan pembelajaran jarak jauh, teknologi menjadi kunci keberlangsungan PJJ yang dapat menjadi penghubung antara pengajar dan pembelajar yang tersekat dengan jarak. Namun demikian, keberadaan teknologi akan menjadi tidak termanfaatkan jika tidak dibarengi dengan pengguna teknologi yang melek teknologi. Literasi teknologi informasi dan komunikasi mencakup segala pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi, mulai dari mengenal perangkatnya, mengoperasikannya, mengolah dan mengkomunikasikan informasi. Teknologi dan Literasi TIK memiliki peran penting dalam memperlancar PJJ, menjadikan PJJ lebih efektif, memperlancar komunikasi dan kolaborasi antara pengajar dan pembelajar, serta mendorong penggunaan teknologi yang positif yang mengedepankan etika sosial yang bertanggung jawab.
Efektivitas Pembelajaran Mata Pelatihan Pelayanan Publik Dengan Metode Window Shopping Pada Latsar CPNS Kabupaten Kampar Embung Megasari Zam
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 7 No. 3 (2021): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v7i3.1136

Abstract

Window Shopping merupakan metode pembelajaran berbasis diskusi kelompok dengan aktivitas berbelanja pengetahuan. Metode Window Shopping diharapkan mengubah stigma proses pendidikan dan pelatihan yang terkesan pasif dan membosankan. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efektivitas pemanfaatan metode Window Shopping pada pembelajaran mata pelatihan Pelayanan Publik Latsar CPNS kelas C Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, penyebaran kuesioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian membuktikan bahwa mayoritas peserta sangat pembelajaran menggunakan metode window shopping. Kelebihan metode ini adalah metode pembelajaran menarik, meningkatkan kreativitas, mudah dipahami, dan melatih kerja sama tim. Kelemahan metode ini adalah waktu terbatas, penyampaian materi terbatas, harus berkreativitas, fasilitas kurang memadai, sulit dipahami, dan beberapa peserta menyatakan tidak ada kelemahan. Saran untuk perbaikan metode ini yaitu manajemen waktu, manajemen fasilitas, menambah sesi tanya jawab, dipadukan dengan IT, memberi reward, memberi pengantar, menambah fasilitator, tingkatkan kembali, dan sudah baik. Sebagai implikasinya, window shopping diharapkan menjadi pembaharuan metode pembelajaran pada lembaga diklat. Namun, fasilitator perlu memperhatikan aspek kelemahan, kelebihan, serta saran dan perbaikan dalam temuan penelitian ini, sehingga pada akhirnya metode pembelajaran ini dapat menjadi optimalisasi proses pendidikan dan pelatihan secara kontinyu.
Efektivitas Coaching Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Secara Dalam Jaringan (Daring) di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Riau Embung Megasari Zam
Jurnal Widyaiswara Indonesia Vol. 3 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56259/jwi.v3i3.126

Abstract

Meningkatkan kompetensi kepemimpinan bagi pejabat manajerial dengan coaching menjadi salah satu metode atau cara yang mutlak dan dapat diandalkan untuk meningkatkan kompetensi manajerial peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) pasca pelatihan dalam menyusun inovasi perencanaan dan manajemen aksi perubahan di unit kerja. Coaching PKA di BPSDM Provinsi Riau angkatan III dan IV diketahui diselenggarakan secara daring/online memanfaatkan media Whatsapp dan Zoom karena bertepatan dengan kondisi pandemi yang tentunya dirasakan juga plus minusnya, untuk itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas coaching PKA yang telah diselenggarakan. Metode penelitian ini berjenis kualitatif dengan menggunakan rancangan kuasi eksperimen. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada seluruh peserta PKA dari berbagai unit kerja dan kemudian dianalisis secara logiko-induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa coaching ini memiliki kelebihan yaitu kompetensi coach memumpuni dan berpengalaman karena komunikatif, gold explainer, menguasai materi, serta dapat menyeimbangkan kesesuaian antara teori dan praktik. Coaching tidak membosankan, dapat memotivasi peserta, dan fleksibel karena tidak terikat dengan waktu dan tempat. Kekurangan coaching adalah bimbingan yang dilakukan coach itu-itu saja, terkesan monoton dan tidak bervariasi. Padatnya jadwal sehingga waktu pendampingan terbatas, adanya coach yang terkesan tidak menerima umpan balik, dan peserta merasa lelah karena terlalu lama tatap muka dengan Zoom. Rekomendasi penelitian ini menurut peserta adalah perlu menggunakan cara-cara baru dalam coaching, antara teori dan praktik disamakan porsi pembelajaran nya, coach harus sabar membimbing dan mau menerima umpan balik, memperbanyak referensi, hingga jadwal bimbingan perlu disesuaikan dengan kesibukan peserta masing-masing.