Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

BEST PRACTICE PENGGUNAAN YOUTUBE, GOOGLE FORMS DAN LIFEWORKSHEETS SEBAGAI MEDIA PENILAIAN MATEMATIKA PEMINATAN VINA LUSIANA
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v2i1.1030

Abstract

This study aims to describe the process of using an effective assessment media for students during the Distance Learning (PJJ) mathematics course at SMA Islam Nurul Fikri Boarding School Lembang using Google forms and worksheets. This application is used to help dig up information and media in improving student learning during the Face-to-face Distance Learning (PJJ) (Syncronus). Google forms and Lifeworksheets with the insertion of Youtube learning videos are applied as one of the effective assessment media for PJJ during the corona virus disease 2019 (Covid-19) pandemic which is hitting the country and even internationally. The research was carried out through the stages of planning, implementation, observation, and reflection. Data collection is done by a) Observation b) Interview, c) Practice Test. The types of instruments used include: a) observation sheets, b) interview guidelines, c) practice test assessment sheets. The results of the study were that 95% of students scored above 75 when using Google Forms and 98% of students scored above 75 when using Lifeworksheets. The average of these two applications was 96.5% of students in class XI IPA3 at SMA Islam Nurul. fikri Boarding School Lembang agrees that the assessment media is very effective to use during PJJ. Thus, the use of Google Forms and Lifeworksheets assessment media is proven to increase the effectiveness of learning Specialization Mathematics in PJJ. This is evidenced by showing that the results of observing the use of Google Forms and Lifeworksheets media by inserting Youtube learning videos are always increasing. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penggunaan media penilain yang efektif bagi siswa selama masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mata pelajaran matematika di SMA Islam Nurul Fikri Boarding School Lembang menggunakan aplikasi Google form dan Worksheet. Aplikasi ini digunakan dalam membantu menggali informasi dan media dalam meningkatkan pembelajaran siswa selama masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tatap muka (Sinkronus). Google forms dan Lifeworksheets dengan sisipan video pembealajaran Youtube diterapkan sebagai salah satu media penilaian yang efektif PJJ pada masa pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19) yang sedang melanda tanah air bahkan dunia internasional. Penelitian dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara a) Observasi b) Wawancara, c) Tes Praktek. Adapun jenis instrumen yang digunakan diantaranya: a) lembar pengamatan, b) pedoman wawancara, c) lembar penilaian tes praktek. Hasil penelitian tersebut yaitu sebanyak 95% siswa mendapatkan nilai diatas 75 saat menggunakan Google Forms dan 98% siswa mendapatkan nilai diatas 75 saat menggunakan Lifeworksheets dapat diperoleh dirata-rata dari penggunaan dua aplikasi tersebut sebanyak 96,5 % siswa kelas XI IPA3 pada SMA Islam Nurul fikri Boarding School Lembang setuju media penilaian tersebut sangat efektif digunakan selama PJJ. Dengan demikian bahwa penggunaan media penilaian Google Forms dan Lifeworksheets terbukti dapat meningkatkan efektifitas belajar Matematika Peminatan dalam PJJ. Hal ini dibuktikan dengan menunjukkan bahwa hasil observasi penggunaan media Google Forms dan Lifeworksheets dengan menytisipkan Video pemvelajaran Youtube selalu meningkat.
PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA VINA LUSIANA
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v2i2.1198

Abstract

This research aims to increase students' motivation and learning outcomes by applying the Problem Based Learning. Where this model will create learning that is not rigid and full of cooperation between students, builds students' creative thinking in solving real problems given and trains students' readiness in understanding the material provided by the teacher. Problem Based Learning or problem-based learning is a teaching model characterized by real problems as a context for students to learn critical thinking and problem-solving skills and gain knowledge. This research was carried out in class X IPA3 of SMA Islam Nurul Fikri Boarding School Lembang and the time of the study followed the schedule for learning Mathematics with specialization in Science according to the class and schedule that researchers usually carried out when teaching at SMA Islam Nurul Fikri Boarding. The implementation of this classroom action research is carried out in 2 cycles, each cycle through four stages, namely, the planning stage, the implementation stage, the observation stage, and the reflection stage. After going through these stages, data related to the purpose of this study were obtained, namely to increase student motivation and learning outcomes. Based on the results of research on student learning motivation, information was obtained from questionnaire data on student learning motivation during the second cycle of action, it can be seen that student learning motivation increased from cycle I, where the comparison of the percentage results from the range of 20% to 49% to 80% to 100%, for the data on the average score of student learning motivation in the first cycle of 44 or about 55% increased to 68 or about 86% in the second cycle, the data on the average increase in student learning motivation during the implementation of the second cycle of action with the application of problem based learning was 31 %. Meanwhile, from student learning outcomes during the implementation of the cycle experienced a very significant increase from 47% to 83%. Thus it can be said that the application of Problem Based Learning can increase learning motivation and student learning outcomes. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Dimana model ini akan menciptakan pembelajaran yang tidak kaku dan penuh kerjasama antar siswa, membangun berpikir kreatif siswa dalam memecahkan masalah nyata yang diberikan serta melatih kesiapan siswa dalam memahami materi yang diberikan oleh guru. Problem Based Learning atau pembelajaran berbasis masalah adalah model pengajaran yang bercirikan adanya permasalahan nyata sebagai konteks untuk para peserta didik belajar berfikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah serta memperoleh pengetahuan. Penelitian ini dilaksanakan dikelas X IPA3 SMA Islam Nurul Fikri Boarding School Lembang dan waktu penelitian mengikuti jadwal pembelajaran Matematika Peminatan IPA sesuai dengan kelas dan jadwal yang biasa peneliti laksanakan ketika mengajar di SMA Islam Nurul Fikri Boarding. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus masing-masing siklus melalui empat tahapan yaitu, tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi, dan tahap refleksi. Setelah melalui tahapan-tahapan tersebut maka diperoleh data-data yang berkaitan dengan tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian terhadap motivasi belajar siswa diperoleh informasi dari data angket motivasi belajar siswa saat dilakukannya tindakan siklus II dapat lihat bahwa motivasi belajar siswa meningkat dari siklus I, dimana perbandingan hasil persentasenya dari rentang 20% hingga 49% menjadi 80% hingga 100%, untuk data rata-rata skor motivasi belajar siswa di siklus I sebesar 44 atau sekitar 55% meningkat menjadi 68 atau sekitar 86% pada siklus II, data peningkatan rata-rata motivasi belajar siswa selama pelaksanaan tindakan siklus II dengan penerapan model pembelajaran problem based learning sebesar 31%. Sedangkan dari hasil belajar siswa selama pelaksanaan siklus mengalami peningkaran yang sangat signifikan dari 47% menjadi 83%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penerapan Problem Based Learning dapat meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa.
PERMODELAN MATEMATIKA TRANSMISI KO-INFEKSI TUBERKULOSIS PADA KOMUNITAS HIV VINA LUSIANA
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v2i2.1409

Abstract

Tuberculosis (TB) and Human Immunode_ciency Virus/Acquired Immuno-deciency Syndrome (HIV/AIDS) are major burden of infectious diseases in developing countries. TB and HIV infection have the effect of deeply on assault the immune system, since they can afford to weaken host immune respone through a mechanism that has not been fully understood. HIV coinfection is the most powerful known risk factor for progression of microbacterium tuberculosis infection to active disease, as well as TB has been reported to exacerbate HIV infection. The number of people dying from HIV-associated to TB has been falling since 2003. However, there were still 320,000 deaths from HIV-associated to TB in 2012. In this thesis proposed to create a model of transmission co-infection TB in HIV community, dynamic system with ten compartments built in here. Dynamic analysis in this paper mentioned ranging from disease free equilibrium conditions, endemic equilibrium conditions, basic reproduction ratio, stability analysis and numerical simulation. Basic reproductive ratio were obtained from spectral radius the next generation matrix of the model. Numerical simulations are built to justify the results of the analysis and to see the changes in the dynamics of the population in each compartment. The sensitivity analysis indicates that the parameters affecting the population dynamics of co-infection TB in HIV infection individual is parameters rate of progression of individuals from the latent TB class to the active TB, treatment rate of latent TB individuals, treatment rate of infectious (active TB) individuals and probability of transmission of TB infection. Can conclude that growing number of infections carried by infectious TB in HIV infection individuals can lead to increased spread of disease or increase in endemic conditions. ABSTRAKTuberculosis (TB) dan Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodefi ciency Syndrome (HIV/AIDS) merupakan beban terbesar dalam penularan pe nyakit di negara-negara berkembang. Infeksi TB dan HIV memiliki efek mendalam terhadap penyerangan sistem kekebalan tubuh, karena mereka mam pu melemahkan sistem imun tubuh melalui mekanisme yang sejatinya masih belum sepenuhnya dipahami. Ko-infeksi HIV adalah faktor resiko terkuat dalam perkembangan infeksi Microbacterium tuberculosis menjadi TB aktif demikian juga TB dapat memperburuk infeksi HIV pada individu yang terin feksi HIV. Jumlah orang yang meninggal karena HIV terkait TB dimulai sejak tahun 2003, namun masih terdapat sekitar 320.000 kematian akibat TB terkait HIV pada tahun 2012. Permodelan matematika tentang ko-infeksi TB-HIV telah dibuat dengan model yang berbeda-beda, dalam tesis ini penulis mem buat model transmisi koinfeksi TB-HIV yang dibatasi hanya pada komunitas HIV. Sistem dinamik dengan sepuluh kompartemen dikonstruksi disini, analisis dinamik dalam tesis ini di paparkan mulai dari kondisi bebas penyakit, kondisi endemik, basic reproductive ratio, analisis kestabilan dan simulasi numerik. Basic reproductive ratio diperoleh dari spektral radius next generation matrix dari model. Simulasi numerik dibangun untuk membenarkan hasil analisis dan untuk melihat perubahan dinamika populasi pada tiap kompartemen. Analisis sensitivitas menunjukan bahwa parameter yang berpengaruh terhadap peruba han dinamika populasi ko-infeksi TB pada komunitas HIV adalah parameter laju transisi TB Infectious ke TB Recovered, laju transisi TB Exposed ke TB Recovered, laju transisi TB Exposed ke TB Infectious dan peluang sukses ter infeksi TB Infectious. Dapat simpulkan bahwa semakin banyak infeksi yang dilakukan oleh TB infectious (TB aktif) pada individu-individu HIV dapat menyebabkan peningkatan penyebaran penyakit atau terjadinya endemik.