Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Bimbingan Manajemen Pengembangan Usaha Home Industri Krupuk ‘Lestari Jaya’ Kelurahan Candiroto Kecamatan Kendal Kabupaten Kendal Sulaiman Kurdi; Umi Hani; Novita Triyatun
Jurnal AbdiMas Ekonomi Terapan Vol. 3 No. 01 (2025): JURNAL ABDIMAS EKONOMI TERAPAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Selamat Sri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.45681/jamet.v3i01.41

Abstract

Tujuan Tujuan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk membantu mitra dalam manajemen pengembangan usaha home industri kerupuk. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Home Industri Krupuk Lestari Jaya Kelurahan Candiroto Kecamatan Kendal Kabupaten Kendal. Pemberdayaan industri rumah tangga dalam usaha olahan krupuk goreng dan krupuk bakar memerlukan penambahan pengetahuan tentang pengelolaan usaha, penyuluhan dan sentuhan motivasi guna pengembangan usaha perseorangan skala mikro menuju skala kecil dan meningkatkan tujuan usaha rumahan dalam mewujudkan tujuan usaha dagang yang ditekuni. Metode pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini menggunakan pendekatan edukatif. Teknik pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini dengan menggunakan berbagai tahapan-tahapan berikut: survey awal dan inventaris masalah mitra pengabdian, kajian tema pengabdian dan pengurusan ijin pengabdian, sosialisasi program, penyampaian materi bimbingan manajemen pengembangan usaha, diskusi fokus grup, berbagi pendapat dengan pemilik dan anggota pelaksana usaha, pendampingan program, monitor dan motivator pada mitra pengabdian, evaluasi dan perbaikan program. Hasil kegiatan pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat menunjukkan bahwa edukasi bimbingan manajemen pengembangan usaha mendapatkan respon yang positif dari mitra. Kegiatan tim pengabdian kepada masyarakat dengan melalui sosialisasi program, edukasi pengembangan usaha, pendampingan dalam Diskusi Fokus Grup dengan mitra, dan pendampingan teknis kegiatan mengelola usaha dan kegiatan teknis lainnya
Manajemen pengembangan bank sampah  ‘berkah candi’ kelurahan candiroto kecamatan kendal Kabupaten Kendal Sulaiman Kurdi; Umi Hani; Novita Triyatun
Jurnal AbdiMas Ekonomi Terapan Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS EKONOMI TERAPAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Selamat Sri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/b9dj9e83

Abstract

Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk membantu Bank Sampah ‘Berkah Candi’ dalam mengubah kebiasaan masyarakat dalam pengelolaan sampah, terutama dalam memilah sampah organik dan anorganik langsung dari rumah tangga. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pengelola bank sampah dalam administrasi, pencatatan nasabah, manajemen penjualan, dan teknik operasional agar lebih efektif dan berkelanjutan. Selain itu, program ini juga mengedukasi warga tentang nilai ekonomis sampah yang dikelola dengan benar, yang dapat meningkatkan pendapatan tambahan bagi ibu rumah tangga. Dengan menerapkan prinsip daur ulang dan guna ulang, diharapkan dapat mengurangi timbunan sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan pengurus, pengelola, dan warga langsung dalam perencanaan hingga evaluasi. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan (penyuluhan dan pelatihan), pendampingan, dan keberlanjutan dengan pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan. Hasilnya menunjukkan peningkatan kesadaran dan partisipasi warga, kemampuan pengelola dalam manajemen, pengurangan sampah ke TPA, serta dampak ekonomi positif bagi warga melalui penjualan sampah.Hasil kegiatan pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat menunjukkan bahwa program ini mendapatkan respon yang positif dari mitra  dengan peningkatan kesadaran dan partisipasi warga. Adanya peningkatan kemampuan pengurus/pengelola dalam hal manajemen. Menghasilkan pengembangan infrastruktur dan operasional dengan tersusunnya struktur organisasi bank sampah yang lebih jelas dan adanya SOP (Standard Operating Procedure) yang lebih baik dalam operasional harian.
A Sectoral Analysis of PSAK 73’s Impact on Financial Reporting and Covenant Compliance: Implications for State-Owned Enterprises on Indonesia’s Strategic Projects Bagus Satrio Utomo; Herry Respati Kusuma; Novita Triyatun; Ince Ahmad Zarqan
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 3: Maret 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i3.13457

Abstract

Implementation of PSAK 73 (Leases, now superseded by PSAK 116), Indonesia's adoption of IFRS 16, represents a structural shift in financial reporting, affecting ratio volatility and decision-making for public entities, particularly State-Owned Enterprises (BUMN) executing National Strategic Projects (PSN). By eliminating the operating lease classification, the standard mandates Right-of-Use (RoU) asset and lease liability recognition for virtually all contracts, effectively ending off-balance-sheet financing. Comparison from PT Garuda Indonesia Tbk, PT Telkom Indonesia Tbk, PT Jasa Marga Tbk, and construction SOEs (BUMN Karya) demonstrates sector-dependent effects. While aviation liabilities surged over 8,600% and telecommunications rose 548.5%, the construction and energy sectors faced unique challenges related to heavy equipment and infrastructure leases. The standard distorts key financial metrics, artificially inflating EBITDA and Operating Cash Flow (OCF), while depressing Return on Assets (ROA) and exacerbating Debt-to-Equity Ratios (DER). These distortions create significant risks of "technical default" on debt covenants and compromise the accuracy of capital budgeting models (NPV/IRR) used for strategic project evaluation. The analysis further examines secondary effects, including agency theory implications on managerial behavior, the rise of short-term lease engineering, and the divergence between credit rating methodologies and banking covenant compliance. PSAK 73 enhances transparency but necessitates a fundamental recalibration of financial analysis frameworks, funding strategies, and asset management practices.