Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sintesis dan Karakterisasi Kitosan Mikropartikel dengan Modifikasi Gelasi Ionik Adhi Setiawan; Dika R. Widiana; Priyambodo N. A. Nugroho
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 17, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.10367

Abstract

Kitosan adalah polimer alam penting yang mampu mengadsorbsi kandungan logam berat pada air limbah. Sebagai bahan adsorben logam berat, kitosan memiliki beberapa keterbatasan diantaranyasifat mekanik yang relatif rendah serta kelarutannya dipengaruhi oleh pH larutan. Untuk memperbaiki sifat tersebut maka dilakukan modifikasi kitosan dengan menggunakan natrium-tripolifosfat sebagaibahan cross-linking. Pada penelitian ini bertujuan mensinthesis serta mengkarakterisasi mikropartikel kitosan yang dimodifikasi dengan gugus tripolifosfat pada konsentrasi kitosan terlarut yaitu 0,5 mg/ldan 3 mg/l. Modifikasi kitosan dilakukan dengan menggunakan metode ionic gelation dengan natrium tripolifosfat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ionic gelation dapat memperkecil kitosanhingga berukuran mikrometer. Hasil SEM menunjukkan kitosan yang disintesis pada konsentrasi rendah memiliki tingkat aglomerasi yang lebih rendah. Analisis TGA pada kedua sample tersebut menunjukkanbahwa kitosan yang telah di cross-linking dengan gugus fosfat memiliki kestabilan termal yang cukup baik hingga temperature 800 oC. Analisa FT-IR pada kedua sample menunjukkan karakteristik yang hampir sama terutama pada panjang gelombang dimana peak terlihat secara signifikan.Kitosan adalah polimer alam penting yang mampu mengadsorbsi kandungan logam berat pada airlimbah. Sebagai bahan adsorben logam berat, kitosan memiliki beberapa keterbatasan diantaranyasifat mekanik yang relatif rendah serta kelarutannya dipengaruhi oleh pH larutan. Untuk memperbaikisifat tersebut maka dilakukan modifikasi kitosan dengan menggunakan natrium-tripolifosfat sebagaibahan cross-linking. Pada penelitian ini bertujuan mensinthesis serta mengkarakterisasi mikropartikelkitosan yang dimodifikasi dengan gugus tripolifosfat pada konsentrasi kitosan terlarut yaitu 0,5 mg/ldan 3 mg/l. Modifikasi kitosan dilakukan dengan menggunakan metode ionic gelation dengan natriumtripolifosfat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ionic gelation dapat memperkecil kitosanhingga berukuran mikrometer. Hasil SEM menunjukkan kitosan yang disintesis pada konsentrasi rendahmemiliki tingkat aglomerasi yang lebih rendah. Analisis TGA pada kedua sample tersebut menunjukkanbahwa kitosan yang telah di cross-linking dengan gugus fosfat memiliki kestabilan termal yang cukupbaik hingga temperature 800 oC. Analisa FT-IR pada kedua sample menunjukkan karakteristik yanghampir sama terutama pada panjang gelombang dimana peak terlihat secara signifikan.
EVALUASI KARAKTERISTIK UNJUK KERJA DAN EMISI AKIBAT PENINGKATAN VOLUME SILINDER PADA MESIN EMPAT LANGKAH DENGAN BORE UP DAN STROKE UP Priyambodo N. A. Nugroho; Efraim P. Setyayudha
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.481 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.3.1.2

Abstract

Motor bensin empat langkah berkapasitas 135 cc dapat bersaing dalam ajang kompetisi balap seperti Indoprix 150 cc dengan meningkatkan kapasitas volume silinder. Cara untuk meningkatkan kapasitas volume silinder diantaranya bore up yaitu memasang piston dan silinder yang berdiameter lebih besar, serta stroke up atau mengubah posisi Titik Mati Atas dan Titik Mati Bawah sehingga langkah piston lebih panjang. Setelah dilakukan modifikasi, terjadi perbaikan unjuk kerja yaitu torsi, tenaga, kompresi serta emisi gas buang bila dibandingkan dengan standar. Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan tenaga dan torsi terbesar terjadi pada modifikasi stroke up yaitu dari tenaga dari 11,6 HP menjadi 13,9 HP dan torsi 12 Nm meningkat menjadi 14,58 Nm. Pada modifikasi bore up terjadi pembakaran tidak sempurna yang terindikasi dari gumpalan kerak karbon pada kepala piston dan ujung busi meskipun terjadi peningkatan tenaga menjadi 12,6 HP dan peningkatan torsi menjadi 12,89 Nm. Emisi gas buang CO hanya terdeteksi pada modifikasi bore up, sementara pada kondisi standar dan modifikasi stroke up tidak terdeteksi adanya polutan CO.