Alfin Febrian Basundoro
Departemen Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Gadjah Mada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANATOMI SEKURITISASI PANDEMI COVID-19: KOMPARASI ANTARA PAKISTAN DAN INDONESIA Alfin Febrian Basundoro; Lazarus Andja Karunia
Jurnal Sentris Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Sentris
Publisher : Kelompok Studi Mahasiswa Pengkaji Masalah Internasional Unpar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/sentris.v2i1.4609.1-20

Abstract

COVID-19 yang melanda dunia hampir setahun terakhir mengakibatkan krisis yang masif di berbagai negara. Hingga Oktober 2020, WHO mencatat lebih dari 37 juta orang terkonfirmasi positif COVID-19 dengan lebih dari 11 juta kasus aktif.1 Tidak hanya sektor kesehatan masyarakat, pandemi ini juga menghancurkan sektor strategis lainnya, seperti ekonomi dan sosial-politik. Negara-negara di dunia dipaksa untuk melakukan rangkaian pembentukan kebijakan yang dapat seefektif mungkin mengurangi dampak pandemi terhadap warga negaranya, sekaligus mengatasi aneka permasalahan yang mengikuti pandemi tersebut dalam aneka sektor. Makalah ini berusaha menganalisis secara komparatif dua negara berkembang yang mengalami dampak pandemi COVID-19 yang cukup signifikan, yakni Pakistan dan Indonesia. Sejumlah kemiripan kedua negara, seperti masifnya jumlah penduduk, kolaborasi sipil-militer yang cukup signifikan, penerapan kunci sementara (lockdown) parsial, dan penerapan sejumlah kebijakan lain yang bertujuan untuk menyelamatkan ekonomi nasional menjadi pertimbangan pemilihan topik ini. Sekuritisasi yang dilakukan oleh kedua negara sebagai upaya untuk memosisikan pandemi COVID-19 sebagai isu keamanan nontradisional yang pelik juga menjadi sorotan global terkait bagaimana negara berkembang mengatasi pandemi, dan karenanya, menarik untuk dianalisis. Copenhagen School akan menjadi konsep dasar dalam menganalisis sekuritisasi kedua negara secarakomparatif, menekankan pada tahapan-tahapan sekuritisasi.3 Nantinya, penelitian ini akan membandingkan seberapa efektif tindakan sekuritisasi yang dilakukan oleh kedua negara dalam mengimplementasikan kebijakan penanganan pandemi COVID-19. Tidak hanya itu, penelitian ini juga mencakup apa saja faktor yang menentukan keberhasilan atau kegagalan sekuritisasi kedua negara. Orientasi penelitian akan cukup banyak berkutat pada hubungan sipil-militer kedua negara dan relasinya dalam desekuritisasi, juga sedikit menyentuh isu demokratisasi penanganan COVID-19.
Assessing the Response of the Global South to Russo-Ukrainian War: Case Study of India Alfin Febrian Basundoro; Muhammad Irsyad Abrar; Trystanto Trystanto
Global South Review Vol 4, No 2 (2022): Global South Review
Publisher : Institute of International Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/globalsouth.81817

Abstract

The Russian invasion of Ukraine on February 24, 2022, resulted in a prolonged war between the two countries. It creates a worldwide geoeconomic impact, including stagflation due to the disruption of the supply chains, profoundly affecting the economies of Global South countries. Additionally, the aggression contradicts the principles of sovereignty, territorial integrity, and independence that the Global South countries hold dear (United Nations, 2015). Despite these, most Global South countries, including India, refused to condemn Russia for its actions, except for the UN General Assembly vote to condemn Russia on March 2. This situation begs the question: Why would not India, one of the significant Global South countries, blame Russia for its detrimental actions to the ideals of the Global South? We argue that when national interests and values come into conflict, Global South countries may prioritize their interest rather than uphold the values deeply held by the Global South—a vindication that Realpolitik still held preeminence within the foreign policymaking of the Global South countries, including India. This is evident in India's response to the Russian aggression, as India still maintains a strategic partnership with Russia even after Russia tramples the values of the Global South via its war in Ukraine. At the same time, India tries to avoid being engaged closely with Russia as India still needs the support of the United States to balance China's geopolitical moves, given India's territorial disputes with China.