Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Energy Diversification Indonesian Railways Sovian Aritonang; Imam Supriyadi; Betty Silalahi
Jurnal Pertahanan: Media Informasi ttg Kajian & Strategi Pertahanan yang Mengedepankan Identity, Nasionalism & Integrity Vol 2, No 3 (2016)
Publisher : The Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.03 KB) | DOI: 10.33172/jp.v2i3.95

Abstract

This study aims to find alternative energy in substitution high speed diesel (HSD) in the railway by measuring the economic, supply chain, and liquefied natural gas (LNG) optimization especially in Java. The economic analysis using the feasibility of investment method in LNG locomotive, supply chain analysis to simulate infrastructure of transportation and distribution LNG to identify internal and external factors affecting. The economic analysis result showed fuel saving costs up to 36%, the NPV is positive, and the IRR higher than the discount rate so the investment is feasible to held that will bring benefits for country’s revenues from using dual fuel in LNG locomotive. Supply chain analysis provide two simulation models of LNG distribution for railway that suitable to be applied in Java Island, the source of LNG coming from outside Java Island using existing LNG plant and the source of LNG coming from inside Java Island using mini LNG plant.
SPATIAL DISORIENTATION TRAINING TO SUPPORT FLYING SAFETY IN INDONESIAN AIR FORCE Sovian Aritonang; Hendro Yulieanto; Deni Dadang Ahmad Rajab
Jurnal Pertahanan: Media Informasi ttg Kajian & Strategi Pertahanan yang Mengedepankan Identity, Nasionalism & Integrity Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : The Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jp.v6i2.794

Abstract

The magnitude of aircraft accidents due to the spatial disorientation (SD) experienced by the aircrew has encouraged efforts to provide optimum training to prevent and minimize those unexpected accidents. In their publication, USAF has stated that SD had caused 15-69% of their aircraft fatal accidents. This study aims to determine the extent of which the SD training program in Aerophysiological Indoctrination and exercise (ILA) of the Indonesian Air Force has been carried out effectively, making it useful for the crew to prevent accidents.  The main focus of the study is to analyze the willingness of aircraft crew; leadership support policy, simulator tool condition, and qualification of instructors.  This research designed to use a qualitative descriptive approach.  Data collections obtained through depth interviews involving Indonesian Air Force aircrews, aviation health experts, instructors officer of Health Service of Indonesian Air Force, and also through the search of publication and related documents.  The results show that there are still many aspects required more attention from the Indonesian Air Force authorities; insufficient simulator facilities that are too old and out of Job, inadequate software as the basis of the implementation of the training program, the limited .qualifications of training instructors, and lack of support from higher commands.
CAMPURAN UNSUR ADHETIVE PADA BAJA ALLOY SEBAGAI BAHAN DASAR SISTEM KEKERASAN PELINDUNG KENDARAAN LAPIS BAJA Sovian Aritonang; Andjar Hari Bowo; Riyadi Juhana
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.121 KB) | DOI: 10.33172/jpbh.v9i2.566

Abstract

Besi merupakan bahan dasar yang banyak dipergunakan sebagai bahan logam di dunia yang mencakup hampir sebagian besar peruntukannya adalah memenuhi kebutuhan umat manusia. Hal ini bisa terlihat antara lain dapat digunakan untuk pembuatan mobil, kapal, mesin, serta komponen struktur bangunan dan lain-lainnya, akan tetapi apabila dilihat dari segi pembiayaan untuk pembuatannya tersebut sangatlah murah namun mempunyai kekuatan yang sangat kuat. Tapi besi jenis ini masih dianggap sangat lemah serta lunak apabila dipakai sebagai bahan dasar pembuatan baja, sehingga perlu adanya proses pencampuran dengan bahan-bahan unsur paduan yang ada yang akan mengubah semuanya, dari awalnya sebuah besi murni yang bersifat lunak maka akan menjadikanya semakin lebih kuat. Alloy atau panca logam ini merupakan unsur yang tergabung dalam bentuk senyawa cair atau pejal yang sama serta berasal dari dua atau lebih unsur, yang mana salah satu dari unsur tersebut merupakan bahan dasar yang berasal dari logam, dan alloy atau panca logam ini memiliki sifat julat lebur yang merupakan bahan campuran dari pepejal serta cair. Untuk membuat alloy biasanya dibuat berdasarkan fungsi dan kegunaannya yang disesuaikan dengan pemakaiannya alloy itu dibuat. Dalam penelitian ini tujuan alloy dibuat yaitu untuk digunakan untuk lapisan sistem kekerasan perlindungan kendaraan lapis baja. Material untuk alloy yang digunakan sebagai sistem perlindungan kendaraan lapis baja yaitu untuk kekerasan bisa menambahkan unsur karbon, yang terdapat dari batubara, dan boron akan meningkatkan nilai konduktivitas untuk meredam energi apabila terjadi bentuaran pada plat baja kendara lapis baja. Selain pencampuran unsur boron Besi baja paduan merupakan baja yang banyak mengandung unsur-unsur yang ada selain Besi (Fe) dan Carbon (C), campuran besi ini biasanya mengandung unsur-unsur yang lain seperti Nikel (Ni), Chrom (Cr), Mohliben (Mo), Titanium (Ti), Mangan (Mn) dan lain sebagainya. Sedangkan tujuan adanya penambahan pada unsur-unsur tersebut adalah untuk dapat meningkatkan kekauatan dan mengubah sifat dengan tujuan dapat menambah kekuatan pada kendaraan lapis baja.Kata Kunci : baja alloy, kendaraan lapis baja