Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EVALUASI PELAKSANAAN HOME VISIT DI SMP Bernardinus Agus Arswimba
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2018): November 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.163 KB) | DOI: 10.33541/sel.v1i2.882

Abstract

ABSTRACT Home visit is a responsive service that is urgent, so it needs to be implemented immediately to help students solve problems faced. If home visit is not done well, the problem will have a more complex impact on students. The purpose of the study was to determine the performance of counselors according to or not with the standards and professional counselor evaluation criteria for Comprehensive (Evaluation Model South Carolina) counseling guidance to make decisions or follow-up the programs that have been implemented. The research method used is descriptive evaluation using the Model Evaluation Discrepancy. This model measures the difference between performance standards and real conditions that have been implemented. The instrument of this research is using questionnaires and interviews. The results showed that home visits conducted by counselors at Santa Maria Malang Middle School in the category "close from standard". Keywords: home visit, model evaluation discrepancy
Perbandingan Tingkat Kepercayaan Diri Antara Laki-Laki dan Perempuan yang Menjadi Pemimpin Organisasi Pada Mahasiswa Innez Innez; Bernardinus Agus Arswimba
Journal of Counseling and Humanistic Studies Vol 1, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/jchs.v1i1.10909

Abstract

This study aims to determine the comparison of self-confidence levels between men and women in leading organizations in USD students. Then, to determine the level of self-confidence of men in leading organizations in USD students, and to determine the level of self-confidence of women in leading organizations in USD students. This study uses a comparative descriptive quantitative approach. The subjects of the study were students of Sanata Dharma University who were leaders of student organizations totaling 60 people, namely 30 women and 30 men. The data collection technique was through a questionnaire regarding the level of self-confidence. Valid research items in this study amounted to 59 valid items from a total of 60 items. The average score of male self-confidence was 181.733. While the average score of women was 204.933. The average score of women's self-confidence was higher than men. The level of self-confidence of men and women in becoming leaders of student organizations Most of them are in the very high category. The percentage of male self-confidence levels in the very high category is 63.3%, the high category is 16.7%, the medium category is 13.3%, the low category is 0% and the very low category is 6.7%. While the percentage of female self-confidence levels in the very high category is 86.7%, the high category is 10%, the medium category is 3.3%, the low category is 0% and the very low category is 0%.
Tingkat Self-Improvement pada Gen Z Pengguna Tiktok yang Mengonsumsi Konten Motivasi Melisa Tri Puspita Sari; Bernardinus Agus Arswimba
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i5.1013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengukur tingkat self-improvement pada generasi Z pengguna TikTok yang mengonsumsi konten motivasi; 2) mengidentifikasi butir item pada skala self-improvement yang menunjukkan skor rendah sebagai dasar penyusunan topik bimbingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 45 mahasiswa Bimbingan dan Konseling angkatan 2022 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Proses pengambilan data menggunakan Google Form dengan skala self-improvement yang terdiri dari 38 item terpakai. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan kategorisasi mean dan standar deviasi. Uji reliabilitas dilakukan menggunakan perhitungan Cronbach’s Alpha dengan hasil 0,893 yang menunjukkan bahwa instrumen penelitian memiliki tingkat reliabilitas yang baik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tingkat self-improvement pada mahasiswa generasi Z mayoritas berada pada kategori sedang sebesar 46,66%, kategori tinggi sebesar 44,44%, kategori sangat tinggi sebesar 4,44%, dan kategori rendah sebesar 4,44%, serta tidak terdapat responden pada kategori sangat rendah; 2) terdapat 2 butir item pada skala self-improvement yang berada pada kategori rendah dan dapat dijadikan sebagai dasar dalam penyusunan topik bimbingan: “Mengubah Inspirasi Menjadi Aksi, Membangun Komitmen Nyata Dalam Proses Self-Improvement” dan “Optimalisasi Pemanfaatan Konten Motivasi TikTok untuk Meningkatkan Wawasan dalam Proses Self-Improvement”.Kata Kunci: self-improvement, gen z, TikTok, konten motivasi.
Perbandingan Tingkat Hedonisme Berdasarkan Jenis Kelamin pada Mahasiswa Pengguna Tiktok di Program Studi Bimbingan dan Konseling Nadia Karmella Eudia Br Sembiring; Bernardinus Agus Arswimba
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i5.1062

Abstract

Penelitian ini disusun untuk membandingkan tingkat hedonisme antara mahasiswa laki-laki dan perempuan pengguna media sosial TikTok di Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma, sekaligus menandai butir skala yang capaiannya tergolong tinggi sebagai bahan penyusunan topik layanan bimbingan. Pendekatan yang dipakai adalah kuantitatif komparatif dengan teknik purposive sampling terhadap 70 mahasiswa aktif pengguna TikTok, terdiri atas 55 responden perempuan dan 15 responden laki-laki; komposisi ini tidak seimbang dan membatasi daya uji untuk mendeteksi perbedaan berukuran kecil hingga sedang. Pengumpulan data dilakukan melalui skala hedonisme model Likert yang disebarkan secara daring melalui Google Form; dari 54 pernyataan yang diujicobakan pada sampel yang sama dengan sampel pengujian hipotesis, 49 di antaranya dinyatakan valid dengan koefisien Cronbach's Alpha 0,977. Oleh karena sebaran data pada kelompok perempuan tidak memenuhi asumsi normalitas, pengujian hipotesis utama menggunakan uji nonparametrik Mann-Whitney U yang membandingkan distribusi/peringkat skor kedua kelompok; uji Welch t-test disertakan hanya sebagai pembanding deskriptif, bukan sebagai dasar pengambilan keputusan. Hasil analisis tidak menemukan bukti statistik yang memadai mengenai perbedaan tingkat hedonisme antara kedua kelompok (Mann-Whitney U = 355; z = -0,82; p = 0,414; rank-biserial r = 0,14), dengan rerata skor mahasiswi sebesar 87,42 (SD = 23,65; median = 85,0) dan mahasiswa sebesar 99,13 (SD = 37,68; median = 104,0), keduanya berada pada kategori rendah. Estimasi Hodges-Lehmann atas selisih median antarkelompok adalah -8,0 dengan interval kepercayaan 95% [-33; 10] yang mencakup nol, sehingga selisih tersebut tidak dapat dipastikan berbeda dari nol secara statistik. Temuan ini tetap perlu dimaknai secara hati-hati mengingat kecilnya jumlah sampel laki-laki (n = 15), sehingga tidak dapat disimpulkan bahwa kedua kelompok benar-benar setara. Dua butir pernyataan yang berkaitan dengan sikap terhadap tren yang sedang berkembang dan kecenderungan mengikuti tren fesyen berada pada kategori tinggi dan diusulkan sebagai indikasi awal kebutuhan topik bimbingan seputar literasi digital dan pengelolaan keuangan mahasiswa, yang perlu dikonfirmasi melalui asesmen kebutuhan layanan lebih lanjut.