Witarsa Tambunan
Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI DAN KOMUNIKASI ORGANISASIONAL DENGAN KINERJA GURU DI YAYASAN PELITA KASIH CENGKARENG, JAKARTA BARAT Witarsa Tambunan
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 3 No 1 (2014): JANUARI
Publisher : Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia Program Magister Administrasi/Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.907 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antarabudaya organisasi dan komunikasi organisasional secara sendiri-sendiri maupun bersama-samadengan kinerja guru di Yayasan Pelita Kasih Cengkareng, Jakarta Barat. Lebih lanjut dari penelitian ini diharapkan juga ada informasi terdapatnya hubungan positif antara budaya organisasi dengan kinerja guru, terdapatnya hubungan positif antara komunikasi organisasional dengan kinerja guru dan terdapatnya hubungan positif antara budaya organisasi dan komunikasi organisasional dengan kinerja guru di Yayasan Pelita Kasih.Instrumen penelitian yang digunakan adalah metode angket (skala likert) untuk budaya organisasi, komunikasi organisasi kerja dan kinerja guru. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak40 Guru Tetap di Yayasan Pelita Kasih Cengkareng, Jakarta Barat.Pengujian hipotesis yang digunakan adalah analisa regresi dan korelasi. Dari hasil analisis data dengan menggunakan bantuan program SPSS 17.0 For Windows,ditemukan bahwa: (1) Terdapat hubungan positif dan signifikan antara budaya organisasi dan kinerja guru di Yayasan Pelita Kasih Cengkareng, Jakarta Barat dimana nilai R =0,685 dan nilai R2 = 0,47 dan hasil uji statistik menunjukkan tingkat signifikansi 5,800 > 2,021, (2) Terdapat hubungan positif dan signifikan antara komunikasi organisasionaldenganKinerja Guru , dimana nilai R= 0,434 dan nilai R2 = 0,188 dan hasil uji statistik menunjukkan tingkat signifikansi 2,970 > 2,021, (3) Terdapat hubungan positif dan signifikan antara, budaya organisasi dan komunikasi organisasional dengan kinerja guru di Yayasan Pelita Kasih Cengkareng, Jakarta Barat dimana nilai Ry.12 = 0,685 serta hasil uji statistik menunjukkan tingkat signifikansi 16, 380 > 3,25. Semakin baik budaya organisasi dan Komunikasi organisasional maka akan semakin baik pula kinerja guru di Yayasan Pelita Kasih. Dan sebaliknya, semakin tidak baik budaya organisasi guru dan komunikasi organisasional maka akan semakin tidak baik pula kinerja guru di Yayasan Pelita Kasih. Oleh karena itu perlunya pihak Yayasan untuk meningkatkan budaya organisasi guru dan meningkatkan komunikasi organisasional guru agar kinerja guru di Yayasan Pelita Kasih Cengkareng, Jakarta Barat semakin baik. Sekolah dapat membangun budaya organisasi melalui proses internalisasi visi dan misi serta nilai-nilaiyang dijunjungnya, memberi kesempatan yang luas bagi guru dalam pengembangan keprofesionalisasiannya.Kata Kunci : Budaya Organisasi, Komunikasi Organisasional dan Kinerja Guru.
HUBUNGAN STRUKTUR ORGANISASI DAN STRES DENGAN KOMITMEN ORGANISASIONAL GURU SMA GONZAGA JAKARTA Petrus Hari Prasetyo; Witarsa Tambunan
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 3 No 2 (2014): JULI
Publisher : Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia Program Magister Administrasi/Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.24 KB)

Abstract

Professionalism of teachers requires a commitment in his work. This is the frame and the crown of life for a teacher. The challenge in many organizational commitment influenced by many factors, including organizational culture, organizational structure, leadership, leadership style, work environment, ability, personality, motivation of teachers, job satisfaction, teamwork, stress levels of teachers and other factors.This research is aimed for knowing the correlatiob between organization structure and stress on teacher organizational commitment. This research was conducted at SMA Gonzaga Jakarta by applying method of survey and correlation technique. The treatment research have been analysis by the test validity that using Pearson Product Moment correlation and the test realibity is calculated using the formula of Alpha Cronbach. The analytical requirement is normality test by Kolmogorov Smirnov, andd regression linearity test. While the hypothesis test uses simple correlation test, double correlation and regression linier and double regression. In this study, selected 35 teachers from the foundation as the unit of analysis because it hand an attachment to the organization.The result of data analysis indicates that: (1) There is positive and significant correlation between organization structure of organizational commitment with correlation coefficient 0,483 and determination coefficient 0,234 or 23,4%. (2) There is positive and significant correlation between stress of organizational commitment with correlation coefficient 0,589 and determination coefficient 0,347 or 34,7%.. (3) There is positive and significant correlation between organization structure and stress of organizational commitment with correlation coefficient 0,643 and determination coefficient 0,413 or 41,3%.Based on the results of the study can be stated as the following suggestions: (1) the teacher should be able to have self-control, able to establish communication, maintaining good physiological condition, fisikologis and maintain the behavior in order to enhance personal commitment, (2) the principal must have the ability to coordinate, empower and be a good partner for teachers, (3) the foundation must be a good home and can provide fair rights for teachers, (4) further research is needed to determine the commitment of teachers such as leadership, motivation, organizational culture and job satisfaction so that may obtainother information about efforts to increase the organizational commitment of teachers.Keywords : organization structure, stress, organizational commitment teacher