Stepanus Daniel
Universitas Kristen Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pentingnya Kajian Teks dan Konteks Alkitab oleh Guru dalam Pembelajaran PAK Stepanus Daniel
Regula Fidei: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Kristen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46307/rfidei.v5i1.46

Abstract

The Christian Religious Education Teacher (PAK) is a hero figure whose job is to preach the Gospel through his teachings, to fight against lies and errors in the world's teachings about God and His works. PAK teachers are missionaries engaged in education. PAK teachers must study and study the text and context of the Bible carefully so that they can teach the contents of the Bible properly and correctly to their students. Christian Religious Education is a means for students to experience the encounter with the Savior, so the most effective way used is one of them. dynamic interaction between text and context in PAK learning. As truth teachers, PAK teachers should know a lot about what and how the material is being taught. To support this knowledge capacity, PAK teachers need to improve the quality of their knowledge, both formally and informally. In understanding the text and context, PAK teachers do not need to be experts in interpreting the Bible, but PAK teachers are expected to understand well the contents of the text and the biblical context contained in the PAK learning. One approach that can be used to study Bible texts is the Inductive method. Abstrak Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) merupakan sosok pahlawan yang pekerjaannya adalah memberitakan Injil melalui pengajarannya, berperang melawan kebohongan dan kekeliruan pengajaran dunia tentang Tuhan dan karya-Nya. Guru PAK merupakan para misionaris yang bergerak dibidang pendidikan. Guru PAK harus mempelajari dan mengkaji teks dan kontek Alkitab dengan cermat, sehingga dapat mengajarkan isi Alkitab dengan baik dan benar kepada peserta didiknya.Pendidikan Agama Kristen merupakan sarana bagi siswa untuk mengalami perjumpaan dengan Juru Selamat, maka cara yang paling efektif yang dipakai salah satunya adalah interaksi dinamis antara teks dan konteks dalam pembelajaran PAK. Sebagai pengajar kebenaran, guru PAK sudah seharusnya tahu banyak tentang apa dan bagaimana materi yang akan diajarkannya itu. Untuk mendukung kemampuan pengetahuan tersebut, maka guru PAK sudah sepatutnya meningkatkan kualitas pengetahuannya, baik secara formal maupun informal. Dalam memahami teks dan konteks guru PAK tidak perlu menjadi ahli tafsir Alkitab namun guru PAK diharapkan memahami dengan baik isi teks dan konteks Alkitab yang tercantum dalam pembelajaran PAK.Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mempelajari teks Alkitab dengan metode Induktif.
PENERAPAN METODE PERMAINAN TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS 3 DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI SD KRISTEN KANAAN TANGERANG Stepanus Daniel; Friska Hasali
Regula Fidei: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 2 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Kristen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.111 KB)

Abstract

This study was conducted to obtain answers about the application method of a game that affect the increased student motivation in learning Christian education at Canaan Christian elementary Tangerang. The method used in this study is a qualitative method. The population in this study were elementary school students grade 3 Tangerang Canaan Christian school year 2015/2016, while the focus of the study population are students of class 3b. In carrying out this study researchers using observation sheets, questionnaires and written test. Mengertahui observation sheet used for students' motivation in participating in learning activities. A questionnaire was used to determine students' opinions about the methods of the game, while the written test is used to determine the ability of students after participating in learning activities using games. The results of data analysis showed that the increased student motivation along with the increasing average value of cognitive students at each cycle. In addition, the psychomotor aspect, the students were active in participating in learning activities, whereas the affective aspects of students become more focused on listening to the regulations and instructions given by the teacher. This means that this study may be accepted where there is a positive and significant relationship between the application of the game method with increased student motivation grade 3 in Canaan Christian elementary Tangerang. Especially students of class 3b. Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh jawaban tentang penerapan metode permainan yang berpengaruh terhadap peningkatan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di SD Kristen Kanaan Tangerang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi SD Kristen Kanaan Tangerang kelas 3 tahun pelajaran 2015/2016, sedangkan fokus populasi penelitian ini adalah siswa-siswi kelas 3b. Dalam melaksanakan penelitian ini Peneliti mengunakan lembar observasi, kuisioner dan tes tertulis. Lembar observasi digunakan untuk mengertahui motivasi belajar siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Kuisioner digunakan untuk mengetahui pendapat siswa tentang metode permainan, sedangkan tes tertulis digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran menggunakan permainan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa meningkatnya motivasi belajar siswa bersamaan dengan meningkatnya rata-rata nilai kognitif siswa pada setiap siklusnya. Selain itu, pada aspek psikomotorik, para siswa terlihat aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, sedangkan aspek afektif siswa menjadi lebih fokus dalam mendengarkan peraturan dan petunjuk yang diberikan oleh guru. Hal ini berarti bahwa penelitian ini dapat diterima dimana terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara penerapan metode permainan dengan peningkatan motivasi belajar siswa kelas 3 di SD Kristen Kanaan Tangerang. Khususnya siswa-siswi kelas 3b.
POLA ASUH ORANGTUA DAN MINAT BELAJAR ANAK USIA 16-18 TAHUN Stepanus Daniel; Ade Frida
Regula Fidei: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Kristen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.552 KB)

Abstract

The closest environment to an individual ishis family in which parental upbringing is very important. Parents are expected to apply Christian Religious Education in the family, through which God’s words are taught repeatedly (Deuteronomy 6: 4-9). A family is a gift from God, and thus it is invaluable. The family is the basic institution for building a child’s attitudes and behavior. If families are good and healthy, the society will also be good and healthy. The main obstacle in the learning process is the existence of a two-way relationship that runs side by side. The two-way relationship refers to the children and parents’ relationship at home. Parents should be also became a teacher of children at home. Parents should apply the right upbringing which will increase their children’s interest in learning. Abstrak: Lingkungan yang paling dekat dengan individu adalah keluarga. Pola asuh orangtua sangatlah penting. Orangtua diharapkan dapat menerapkan Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam keluarga. Mengajarkan Firman Tuhan secara berulang-ulang (Ulangan 6:4-9). Keluarga adalah pemberian Tuhan, nilai keluarga sangatlah besar. Keluarga merupakan dasar dari pembentukan sikap dan perilaku seorang anak. Seperti ungkapan, bahwa jika seorang anak berada dalam lingkungan yang baik maka anak tersebut akan tumbuh dengan baik, begitu pula sebaliknya. Jika keluarga baik dan sehat maka masyarakat akan menjadi baik dan sehat pula. Kendala utama dalam proses belajar adalah adanya hubungan dua arah yang berjalan berdampingan. Hubungan dua arah yang dimaksudkan disini adalah antara anak dan orangtua di rumah, hendaknya menjadi pengajar sekaligus dan menjadi guru bagi anak dirumah (pemantau sejauh mata perkembangan belajar anak). Orangtua mesti memiliki pola asuh yang benar dan diyakini dapat meningkatkan minat belajar anak.