Jerry Rumahlatu
STT Syalom Lampung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MANAJEMEN KONFLIK DAN PENDIDIK KRISTEN: SEBUAH TEORI DAN PRAKSIS Jerry Rumahlatu
Regula Fidei: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Kristen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.879 KB)

Abstract

In most educational institutions’ daily life, various conflicts involving individualsor groups occur. The conflicts can be differentiated into five forms: a) conflict within the individual; b) conflicts between individuals; c) conflicts among members of one group; d) conflicts between educators and administrative personnels; and (e) conflicts between organizations. Conflicts are inevitable in an institutionn. Conflicts can also be positive and negative forces.The management, therefore, should not eliminate any conflicts, except the ones causing bad impact. Some types or levels of conflict may even be used to change or to innovate. Thus, conflict is not something to be feared. It is something to be managed so that itcontributein the trials to achieve tehe goals of the organization. Abstrak: Dalam aktivitas lembaga pendidikan, dijumpai bermacam-macam konflik yang melibatkan individu-individu, maupun kelompok-kelompok. Pada hakekatnya konflik ditandai dengan lima bentuk yaitu a). Konflik dalam diri individu b). Konflik antar individu c). Konflik antar anggota dalam satu kelompok, d). Konflik antar bagian pendidik dan kependidikan dalam institusi pendidikan dan juga konflik antar organisasi. Seringkali konflik tidak dapat dihindari dalam sebuah lembaga, karena pada prinsipnya konflik tersebut dapat menjadi kekuatan positif dan negatif, sehingga manajemen seharusnya tidak perlu menghilangkan semua konflik, tetapi hanya pada konflik yang menimbulkan dampak ganguan atas usaha organisasi mencapai tujuan saja yang perlu dihilangkan. Beberapa jenis atau tingkatan konflik mungkin terbukti bermanfaat pula digunakan sebagai sarana untuk perubahan atau inovasi. Dengan demikian konflik bukanlah sesuatu yang harus ditakutkan, tetapi merupakan sesuatu hal yang perlu untuk dikelola agar dapat memberikan kontribusinya bagi perncapaian tujuan organisasi.