Program siaran televisi via satelit yang biasa disebut DTH (Direct To Home) atau DBS (Direct Broadcast Satellite) merupakan sarana informasi media masa yang yang berisi program, hiburan, berita, pendidikan, pembelajaran, promosi dan dakwah. Terlebih lagi Indonesia yang mempunyai luas cakupan negara yang luas dan negara kepulauan. Sehingga siaran televise melalui satelit dirasakan penting dan sebagai pemersatu rakyat yang tinggal di daerah kepulauan. Penggunaan Frekuensi Ku – Band pada DBS sudah banyak diterapkan di berbagai negara di dunia untuk siaran televisi dengan menggunakan modulasi digital yang diterapkan pada sistem DVB – S2. Salah satu modulasi digital yang digunakan pada DVB – S2 adalah 8PSK ¾. Dan salah satu yang terpenting dalam sistem komunikasi satelit terutama dalam DVB – S2 adalah nilai Link Margin. Dimana Link Margin adalah perbedaan nilai dari kondisi sinyal maximal dengan kondisi sinyal minimal yang masih dapat di terima di receiver. Link Margin dapat diketahui berdasarkan perhitungan dan pengukuran. Perhitungan berdasarkan Link Budget Satelit sedangkan metode pengukuran Link Margin dilakukan dengan 2 metode yaitu dengan melakukan merubah nilai EIRP Satelit dan dengan melakukan penyimpangan antenna receiver dari titik maximal (peak pointing antenna). Dari hasil pengukuran dengan metode merubah nilai EIRP didapat link margin 11,7 dB, 11,4 dB, 11,6 dB dan dari hasil pengukuran penyimpangan antenna dari titik maximal didapat nilai link margin 11,6 dB, 11,5 dB, 11,8 dB, walaupun dengan metode yang berbeda akan tetapi didapatkan nilai akhir link margin mendekati sama dan tidak berbeda jauh, sehingga pencarian nilai link margin dari pengukuran dapat dilakukan dengan kedua metoda tersebut.