Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS POTENSI DAN PEMETAAN SEKTOR EKONOMI KREATIF SUBSEKTOR KULINER TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KOTA SAMARINDA Bramantyo Adi Nugroho
Jurnal Riset Inossa Vol. 3 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.956 KB) | DOI: 10.54902/jri.v3i2.56

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi ekonomi kreatif subsektor kuliner di Kota Samarinda dan mengidentifikasi karakteristik dan kreatifitas dengan cara melakukan pemetaan ekonomi kreatif subsektor kuliner di Kota Samarinda. Dalam kajian ini menggunakan metode campuran yaitu Metode Kombinasi Model Concurrent Embedded (Metode Campuran Tidak Berimbang). Lokasi kajian ini di 10 Kecamatan di Kota Samarinda dengan jumlah sampel sebanyak 303 responden. Berdasarkan analisis diperoleh kesimpulan Ruang lingkup ekonomi kreatif subsektor kuliner yang paling banyak ditemui di Kota Samarinda adalah warung makan, depot, restoran dan kafe. Adapun karakter penggiat ekonomi kreatif subsektor kuliner di Kota Samarinda kurang lebih berumur 38 tahun, mayoritas berpendidikan sarjana (S1). Ekonomi kreatif subsektor kuliner di Kota Samarinda belum secara penuh memenuhi semua unsur kreatifitas. Dari lima unsur kreatifitas hanya unsur keterlibatan juru masak profesional dan unsur penggunaan teknologi yang persentasenya diatas 50 persen. Menurut metode SCP, Structure pada ekonomi kreatif subsektor kuliner di Kota Samarinda terlihat dari unsur unit usahanya masih bersifat independent. Conduct pada subsektor ini, terlihat dari unsur penentuan harga yang mayoritas menetapkan sendiri harga (self pricing) tanpa melihat informasi harga pada pesaing/penggiat kuliner lainnya. Selain itu metode pemasaran yang digunakan para penggiat kuliner masih menggunakan Media Sosial, Aplikasi Online dan Mulut ke Mulut (Mouth to Mouth). Performance pada subsektor ini terlihat dari unsur omset dan tenaga kerja yang mayoritas masih berskala usaha kecil. Berdasarkan model perhitungan potensi pajak restoran di Kota Samarinda, diperoleh kesimpulan setiap penambahan 1 jumlah wajib pajak akan meningkatkan realisasi pajak restoran Kota Samarinda sebesar rata-rata Rp15.686.485,00 asumsi ceteris paribus.
ANALISIS PERSEPSI USAHA MIKRO TERHADAP PEMANFAATAN MEDIA DARING DI KOTA SAMARINDA Bramantyo Adi Nugroho; Puput Wahyu Budiman; Noor Wahyuningsih
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.182 KB) | DOI: 10.36087/jrp.v1i2.37

Abstract

ABSTRAKTujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui persepsi pelaku usaha mikro terhadap pemanfaatan media sosial dalam mendukung kinerja usaha di Kota Samarinda. Metode pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan kuesioner dan wawancara serta observasi secara langsung di lokasi responden dan dengan cara studi literatur seperti jurnal, artikel, hasil riset, buku dan arsip dari masing-masing kecamatan, Dinas UMKM Kota Samarinda. Penelitian ini berfokus hanya pada persepsi pelaku usaha mikro yang bergerak dalam bidang jasa, bidang dagang dan bidang manufaktur. Penelitian ini dilakukan di 10 (sepuluh) kecamatan yang ada di Samarinda yaitu Kecamatan Samarinda Kota, Kecamatan Samarinda Ilir, Kecamatan Samarinda Seberang, Kecamatan Samarinda Ulu, Kecamatan Samarinda Utara, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kecamatan Palaran, Kecamatan Sambutan, Kecamatan Sungai Kunjang dan Kecamatan Sungai Pinang. dengan sampel penelitian sebanyak 100 buah. Jumlah sampel didapat dengan perhitungan rumus Slovin. Adapun Kesimpulan Kajian Analisis Persepsi Usaha Mikro Terhadap Pemanfaatan Media Daring Di Kota Samarinda adalah (1) Masih terbatasnya pemanfaatan media daring pada pelaku Usaha Mikro baik dilihat dari penggunaan komputer ataupun handphone maupun internet dalam pengelolaan usahanya. (2) Beberapa faktor-faktor kunci penghambat yang menentukan tingkat pemanfaatan media daring pada pelaku Usaha Mikro di Kota Samarinda ini yaitu (a) Rendahnya pemahaman terhadap manfaat teknologi informasi terutama media daring dalam pengembangan usaha; (b) Rendahnya ketersediaan investasi teknologi informasi; (c) Masih rendahnya dukungan lembaga pemerintah. (3) Sedangkan beberapa faktor-faktor kunci pendukung yang menentukan tingkat pemanfaatan teknologi informasi pada pelaku Usaha Mikro di Kota Samarinda ini yaitu (a) Ketersediaan sumberdaya manusia dari sisi pendidikan yang relatif baik; (b) Kemampuan individu dari pelaku usaha mikro yang relatif  baik dalam informasi dan teknologi dan dalam pemanfaatan media daring (e-commerce). Kata kunci: Usaha Mikro; Media Daring; Teknologi Informasi. ABSTRACT The purpose of this study was to find out perceptions about micro-enterprises on the use of social media in supporting businesses in Samarinda City. The method of data collection in this study was conducted with questionnaires and interviews as well as direct observation at the respondent's location and by means of literature studies such as journals, articles, research results, books and archives from each Sub-District, Samarinda UMKM Service. This research only supports micro business printing that is engaged in services, trade and manufacturing. The study was conducted in 10 (repetitive) sub-districts in Samarinda, namely Samarinda Kota Sub-District, Samarinda Ilir Sub-District, Samarinda Seberang Sub-District, Samarinda Ulu District, North Samarinda Sub-District, Loa Janan Ilir Sub-District, Palaran District, Sambutan District, Sungai Kunjang District and District Sungai Pinang. with a sample of 100 pieces. The number of samples is obtained by calculating the Slovin formula. Based on the conclusions of the Micro Business Perception Analysis Study on the Use of Online Media in Samarinda City are (1) The limited use of online media on the dangers of Micro-Business both from the use of computers and cellphones and the internet in managing their businesses. (2) Some key inhibiting factors that determine the level of utilization of online media in the efforts of Micro Enterprises in Samarinda City are (a) Low understanding of the benefits of information technology requires online media in business development; (b) Information technology investment is low; (c) Still low support from government institutions. (3) While some of the key supporting factors that determine the level of development of information technology in Micro businesses in Samarinda City are (a) Development of human resources in terms of education that is relatively good; (B) Individual abilities of micro businesses that are relatively good in information and technology and in the use of online media (e-commerce).Keywords: Micro business; Online media; Information Technology.