R. E.C. Tumbel
Universitas Sam Ratulangi

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kesehatan telinga pada masyarakat di komplek TNI LANUDAL Manado Supit, Gerry M.A.; Tumbel, R. E.C.; Tamus, Agustien Y.
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.2.2016.14495

Abstract

Abstract: Ears are one of the important organs in the human body. Ears have two main functions: hearing function and equilibrium function. This study was aimed to obtain the ear health status of TNI LANUDAL society. This was an observational descriptive study with a cross sectional design. There were 36 respondents in this study. The results showed that there were 5 respondents with cerumen in the right ear and 6 respondents with cerumen in the left ear. There were also 5 respondents with secrete in the ear canal each. The result of the Weber test showed that there were 4 respondents with lateralization and the Rinne test showed that there was 1 respondent with negative rinne test. Conclusion: Most of the TNI LANUDAL society had good ear health.Keywords: ear health, health survey, ears examination. Abstrak: Telinga merupakan suatu organ yang sangat penting dalam tubuh manusia. Telinga mempunyai dua fungsi, yaitu: fungsi pendengaran dan fungsi keseimbangan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data kesehatan telinga pada masyarakat di kompleks TNI LANUDAL Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif observasional dengan desain potong lintang. Responden penelitian sebanyak 36 orang. Hasil penelitian mendapatkan serumen pada liang telinga kanan sebanyak 5 responden dan pada liang telinga kiri sebanyak 6 responden. Didapatkan pula hasil sekret pada liang telinga kanan dan kiri masing-masing 5 responden. Pada pemeriksaan fungsi pendengaran dengan menggunakan tes Weber didapatkan 4 responden mengalami lateralisasi dan pada tes rinne didapatkan 1 responden dengan hasil negatif. Simpulan: Sebagian besar masyarakat di kompleks TNI LANUDAL mempunyai kesehatan telinga yang baik. Kata kunci: kesehatan telinga, survei kesehatan, pemeriksaan telinga.
BENDA ASING TELINGA HIDUNG TENGGOROK DI BAGIAN/SMF THT-KL BLU RSU PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO PERIODE JANUARI 2008 – DESEMBER 2011 Sosir, Marthalisa S.; Palandeng, O. I.; Tumbel, R. E.C.
JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 4, No 3 (2012): JURNAL BIOMEDIK : JBM Suplemen
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.4.3.2012.1219

Abstract

Abstract: Sudden death, especially among children, can occur due to aspiration or the swallowing of foreign objects. Foreign objects in human organs are any kind of matter that comes from outside or inside the body, which normally is not present in these organs. This was a retrospective and descriptive  study and was aimed to determine the incidence of cases of foreign objects in the ear, nose, or throat found in the Ear, Nose, and Throat - Head and Neck Department, Faculty of Medicine, University of Sam Ratulangi, Manado, from January 2008 through December 2011 in which there were 482 cases. The results showed that the highest number of cases was in 2010 (163 cases, 33.81%), followed by 2009, 2011, and 2008. Male and female cases were 61.82% and 38.18% respectively. Cases in the age group 0-10 years were 218 (45.22%), followed by the age groups: >51 years, 41-50 years, 21-30 years, 31-40 years, and 11-20 years. The most usual anatomic locations of the foreign objects were the external auditory canal (58.29%), followed by the nose, pharynx, esophagus, larynx and bronchus. Successful extractions of the foreign objects occured in 99.17% cases. Conclusion: The highest number of cases was in 2010, being more frequent in males. The most vulnerable age group was 0-10 years, and the most usual anatomic location of the foreign objects was the external auditory canal. Successful extractions of foreign objects occured in almost all cases. Keywords: foreign objects, respiratory tract.     Abstrak: Kematian mendadak terutama pada anak-anak dapat terjadi akibat aspirasi atau tertelan benda asing. Benda asing dalam suatu organ tubuh ialah benda yang berasal dari luar atau dalam tubuh, yang dalam keadaan normal tidak terdapat dalam organ tersebut. Penelitian ini bersifat retrospektif – deskriptif dan bertujuan untuk  mengetahui insiden kasus benda asing telinga, hidung, dan tenggorok di Poliklinik THT-KL RSU Prof. Dr.R D Kandou Manado selang bulan Januari 2008- Desember 2011. Data kasus sebanyak 482 dikumpulkan secara retrospektif dari catatan medik. Jumlah  kasus tertinggi pada tahun 2010 (163 kasus, 33,81%), diikuti oleh 2009, 2011, dan 2008. Kasus laki-laki sebanyak 61,82% dan perempuan 38,18%. Kelompok usia 0-10 tahun sebanyak 218 kasus (45,22%), diikuti kelompok usia >51 tahun, 41-50 tahun, 21-30 tahun, 31-40 tahun, dan 11-20 tahun. Lokasi anatomi benda asing tersering pada meatus akustikus eksterna (58,29%), kemudian hidung, faring, esofagus, dan laring serta bronkus. Keberhasilan penatalaksanaan benda asing (ekstraksi) 99,17%. Simpulan: Kasus benda asing pada telinga, hidung dan tenggorok tertinggi pada tahun 2010 dengan kelompok usia 0-10 tahun, jenis kelamin laki-laki, dan lokasi benda asing tersering pada meatus akustikus eksterna dengan tingkat keberhasilan ekstraksi yang tinggi. Kata kunci: benda asing, saluran napas.
Survei Kesehatan Telinga Masyarakat di Desa Tinoor 2 Liang, Kevin; Mona, Moudi; Tumbel, R. E.C.
e-CliniC Vol 6, No 1 (2018): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v6i1.18713

Abstract

Abstract: Ear health plays an important role in the quality of life. Unfortunately, ear health is often overlooked although its cleanliness has implication to hearing acuity. Disorders of ear include diseases of the outer ear, middle ear, and inner ear as well as hearing loss. This study was aimed to obtain the ear health status of villagers at Tinoor 2. This was a descriptive study. There were 40 villagers in this study consisted of 12 males and 28 females. The results showed that the ear health status of 6 male villagers (50%) and 12 female villagers (42.85%) was categorized as good. Based on age category, good ear health status was more common among adult age, and based on job, good ear health status was more common among college students and teachers. Conclusion: At Tinoor 2, good health status was more common among males, adult age, and those who were students or teachers/official servants.Keywords: ear health Abstrak: Kesehatan telinga merupakan salah satu tolak ukur kualitas hidup seseorang tetapi seringkali kurang mendapat perhatian padahal kebersihan telinga mempunyai implikasi terhadap ketajaman pendengaran. Gangguan kesehatan telinga meliputi telinga bagian luar, bagian tengah, dan bagian dalam, serta gangguan pendengaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran kesehatan telinga pada masyarakat Desa Tinoor 2. Jenis penelitian ialah desktriptif. Sebanyak 40 orang masyarakat Desa Tinoor 2 yang dilakukan pemeriksaan telinga, terdiri dari 12 laki-laki dan 28 perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status kesehatan telinga yang baik didapatkan pada 6 orang laki-laki (50%) dan 12 orang perempuan (42,85%). Berdasarkan kategori usia, status kesehatan telinga yang baik lebih sering pada usia dewasa sedangkan berdasarkan pekerjaan, lebih sering pada mahasiswa dan guru/PNS. Simpulan: Di Desa Tinoor 2, kesehatan telinga yang baik lebih sering didapatkan pada jenis kelamin laki-laki, dewasa, dan yang bekerja sebagai siswa atau guru/PNS.Kata kunci: kesehatan telinga
Benda Asing Faring Esofagus di Bagian/KSM THT-KL RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode Januari 2014 – Desember 2016 Wallah, Illan P.; Mengko, Steward K.; Tumbel, R. E.C.
e-CliniC Vol 5, No 2 (2017): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.5.2.2017.18572

Abstract

Abstract: Ingested foreign bodies are one of the most common emergencies in Ear, Nose and Throat (ENT)-Head and Neck Surgery that can be found in all ages throughout the world. Ingested foreign bodies can usually be lodged in oropharynx, hypopharynx, or esophagus. This study was aimed to describe the profile of pharyngeal and esophageal foreign body patients in the Department of ENT-Head and Neck Surgery Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado in the period of January 2014-December 2016. This was a descriptive retrospective study. Samples were patients recorded in the register book and the medical record database which from their history, physical examination and diagnostic investigation were firstly diagnosed as pharyngeal or esophageal foreign body. Variables in this study were gender, age, type of foreign body, location of foreign body, and treatment success rate. The results showed that there were 25% of pharyngeal foreign bodiy cases and 75% of esophageal foreign body cases. Most cases were males (57.3%), age ≥51 years (25.3%) and 0-10 years (24.0%). The most common types of foreign bodies found were bones and dentures, each of 25 cases. The most common location written was in general. Conclusion: In foreign body cases of ENT-Head and Neck Surgery, esophageal foreign body cases were more common compared to pharyngeal foreign body cases.Keywords: foreign bodies, pharynx, esophagus Abstrak: Benda asing yang tertelan merupakan salah satu kegawatdaruratan bidang THT-KL yang tersering dan dapat ditemukan pada semua usia di seluruh dunia. Benda asing yang tertelan biasanya dapat tersangkut pada orofaring, hipofaring atau esofagus. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan profil penderita benda asing faring esofagus di Bagian/KSM THT-KL RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado pada periode Januari 2014 – Desember 2016. Jenis penelitian ialah retrospektif deskriptif. Sampel ialah pasien yang tercatat pada buku register dan database rekam medis yang dari anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang terdiagnosis sebagai benda asing faring esofagus pertama kali di Bagian/KSM THT-KL RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado pada periode pengamatan. Variabel penelitian ini ialah jenis kelamin, umur, jenis benda asing, lokasi benda asing, dan tingkat keberhasilan penanganan. Terdapat 25% kasus benda asing faring dan 75% kasus benda asing esofagus. Kasus benda asing lebih sering terjadi pada jenis kelamin laki-laki (57,3%), usia ≥51 tahun (25,3%) dan 0-10 tahun (24,0%). Jenis benda asing yang tersering ditemukan ialah tulang dan gigi palsu, masing-masing 25 kasus. Penulisan lokasi paling sering ialah secara umum. Simpulan: Pada kasus benda asing THT-KL dalam periode pengamatan tiga tahun ini, kasus benda asing esofagus lebih sering ditemukan dibanding kasus benda asing faring.Kata kunci: benda asing, faring, esofagus
Kesehatan Telinga di Sekolah Dasar Negeri 11 Manado Korompis, Amelia M.; Tumbel, R. E.C.; Mengko, Steward K.
e-CliniC Vol 6, No 1 (2018): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.6.1.2018.19503

Abstract

Abstract: Ear is one of the sense organs in human that can absorb 20% of information in daily life. This study was aimed to obtain the ear health status of students in SD Negeri 11 (elementary school) Manado. This was an observational descriptive study with a cross sectional design. The ear health was determined by examination of outer ear (auricle), middle ear (ear canal), and tympanic membrane. There were 25 subjetcts in this study. The examination of auricle resulted in all subjects (100%) had normal auricle. The examination of ear canal obtained 17 subjects (68%) had normal ear canal. Cerumen was found in right ear canal of 3 subjects (12%) and in left ear canal of 5 subjects (20%). The examination of tympanic membrane showed all students (100%) had normal membrane. Conclusion: Most students of SD Negeri 11 Manado had good ear health status.Keywords: ear health Abstrak: Telinga merupakan salah satu alat indra penting yang dapat menyerap sebesar 20% informasi dari kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran kesehatan telinga pada siswa SD Negeri 11 Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif observasional dengan desain potong lintang. Gambaran kesehatan telinga dilihat dengan memeriksa daun telinga, liang telinga, dan membran timpani. Hasil penelitian mendapatkan sebanyak 25 subyek penelitian. Pemeriksaan daun telinga mendapatkan semuanya normal (100%). Pemeriksaan liang telinga dengan hasil normal didapatkan pada 17 subyek (68%). Serumen didapatkan dalam liang telinga kanan pada 3 subyek (12%) dan telinga kiri pada 5 subyek (20%). Pemeriksaan membran timpani mendapatkan hasil normal pada semua subyek (100%). Simpulan: Sebagian besar siswa SD Negeri 11 Manado memiliki status kesehatan telinga yang baik.Kata kunci: kesehatan telinga