SATRIA MENTARI TUMBEL
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI TUGAS DAN FUNGSI BPD DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DI DESA TUMALUNTUNG SATU KECAMATAN TARERAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN TUMBEL, SATRIA MENTARI
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Countryside is unity of law society owning regional boundarys in charge to arrange and manage importance of local society, pursuant to local mores and asal-usul which confessed and respected in system Governance Of Unity State Republic Of Indonesia. In running its task countryside needed a institute representing governmental partner which solid in developing and is secure and prosperous of people. such institute is BPD (Body Parley Of Countryside). Body Parley of Countryside (BPD) not such a first institute which personating institute dealer of countryside society aspiration but repair of institute of a kind which have preexisted, like is revised LMD become Body Delegation of Countryside (BPD) which by Code Number 32 Year 2004 turned into Body Parley Of Countryside (BPD). “Body Parley of functioning Countryside specify regulation of Countryside with Head Countryside, accomodating and channelling society aspiration”. In Body function implementation Parley of Countryside (BPD) as legislative body of Countryside and place of society aspiration expected can reach better and is effective. Governmental Equally Desadan Body Parley of Countryside (BPD) earn bersinergi better in carrying out governance it is of course by getting support of society. Keyword : Implementation, Task and Function, Management of Governance
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN DANA DESA DI DESA TUMALUNTUNG SATU KECAMATAN TARERAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN Tumbel, Satria Mentari
JURNAL POLITICO Vol 6, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : JURNAL POLITICO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPartisipasi masyarakat merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan dari program pembangunan maupun pengembangan masyarakat pedesaan. Partisipasi masyarakat diperlukan untuk mewujudkan pembangunan desa yang sesuai dengan kebutuhan desa itu sendiri. Partisipasi masyarakat bukan hanya melibatkan masyarakat dalam pembuatan keputusan di setiap program pembangunan, namun masyarakat juga dilibatkan dalam mengidentifikasi masalah dan pontesi yang ada di masyarakat. Tanpa partisipasi masyarakat setiap kegiatan pembangunan akan gagal. Demikian juga halnya terkait dengan partisipasi masyarakat terhadap penggunaan dan pengelolaan dana desa, keterlibatan ini penting agar penggunaan dan pengelolaannya bisa lebih tepat sasaran dan manfaatnya akan lebih mengena dengan kepentingan riil dari masyarakat. Namun yang terjadi di Desa Tumaluntung Satu Kecamatan Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan dalam hal penggunaan dan pengelolaan dana desa masih minim terkait dengan keterlibatan atau partisipasi masyarakat. Hal ini berpengaruh terhadap dukungan masyarakat terhadap berbagai program yang akan dijalankan dengan menggunakan dana desa. Hal ini tentu saja akan menghianati persyaratan dalam pengelolaan dana desa yang sudah di atur dalam undang-undang No 23 tahun 2014 yang sudah mengatur tentang bagaimana mengelola dan penggunaan dana desa. Terdapat beberapa factor yang mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dana desa seperti kurangnya sosialisasi dari pemerintah desa mengenai program dana desa sehingga masyarakat kurang paham tentang program dana desa tersebut, itu yang membuat masyarakat kurang berpartisipasi. Selain itu faktor pendidikan masyarakat Desa Tumaluntung Satu yang masih kurang, sehingga masyarakat sulit untuk memahami segala aktifitas yang dilakukan oleh orang lain dalam masyarakat.Kata Kunci: Partisipasi Masyarakat, Pengelolaan Dana Desa