Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Borobudur Story Relief, A Silent Visual Narration Primadi Tabrani
Wimba : Jurnal Komunikasi Visual Vol. 5 No. 1 (2013)
Publisher : KK Komunikasi Visual & Multimedia Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (934.919 KB) | DOI: 10.5614/jkvw.2013.5.1.1

Abstract

Our research team found out that prehistory, primitive, traditional and children drawings havenearly the "same" visual language. It uses a different system of drawing then ours. We call these drawings as the 'Introductory' phase of drawing history. Their visuals have its 'grammar', so like in word language, visual language can tell stories. Both have time dimension needed for telling stories. So drawings from the 'introductory' phase are one picture that tells a story. This is one picture silent sequence that can have some scenes, without grids, without texts. This is in tune with Einstein General Relativity Theory (1916), which state that time and space cannot be separated, it is one entity. For a plane Einstein named it STP (Space "“ Time "“ Plane). In tune with it, this writer calls this 'new' system of drawing as the STP system of drawing. It has several modes, as: the Pradaksina, most characteristic view, multiple view, multiple time and place, twin, layers, film scene, X ray, make larger, make smaller, no perspective, no frame, no zoom ins/outs, etc. The onlookers can 'read' their pictures, because the artist and the onlookers use the same visual language. It is not a 'dead' still picture like a photo without time dimension, it is a 'living' still picture, which have time dimension.
Komunikasi: Nyata, Maya dan Hubungannya dengan Pendidikan Primadi Tabrani
Wimba : Jurnal Komunikasi Visual Vol. 4 No. 1 (2012)
Publisher : KK Komunikasi Visual & Multimedia Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2765.962 KB) | DOI: 10.5614/jkvw.2012.4.1.1

Abstract

Human communication is the topic of this article. It begins with Direct-Contact Communication in prehistory and during childhood. Than follows Distance-Communication that begins with talking, than writing and reading follows. Since the beginning there are always criticism every time a new communication media emerge. This criticism accelerate with the habit of indulging reading literature in the train, chatting by amateur radio and end up in BB's cyberspace and its facebook. Besides its positive effect, we are intoxicated by this IT communication. So we loose many productive hours of working time. The IT (Information Technology) becomes frightening with its "clever" CDs in general education and so is the training of skills and competency with the help of IT simulators. Are we educating real human or virtual humans? Is this excess of IT happening a common happening, a risk of being modern? Or are there somekind of education missing? How to overcome it?
WIMBA, ASAL USUL DAN PERUNTUKKANNYA Primadi Tabrani
Wimba : Jurnal Komunikasi Visual Vol. 1 No. 1 (2009)
Publisher : KK Komunikasi Visual & Multimedia Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.105 KB) | DOI: 10.5614/jkvw.2009.1.1.1

Abstract

Ketika penulis di tahun 1981 memulai penelitiannya tentang "ilmu bahasa rupa", penulis segera menyadari bahwa ilmu ini merupakan sesuatu yang baru dan belum ada dalam khasanah teori Barat. Seperti biasa seiring lahirnya ilmu baru, diperlukan pula istilah-istilah baru yang belum ada sebelumnya. Salah satu istilah yang penulis beri peruntukkan baru adalah istilah "wimba" dan istilah "tata ungkapan" sebagai padanan dari "tata bahasa" pada ilmu bahasa/linguistik.
Cara Wimba dan Tata Ungkap Bumper MTV: Sebuah Kajian Bahasa Rupa Media Rupa Rungu Dinamis Intan Mutiaz; Primadi Tabrani
Wimba : Jurnal Komunikasi Visual Vol. 1 No. 1 (2009)
Publisher : KK Komunikasi Visual & Multimedia Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3403.166 KB) | DOI: 10.5614/jkvw.2009.1.1.3

Abstract

Media adalah sebuah pesan. Ini bukan hanya sekadar konsekuensi sosial dan personal dari suatu media saja. Ini merupakan hasil dari acuan baru dalam hidup kita yang diperkenalkan oleh perluasan pemikiran kita atau oleh sebuah teknologi yang baru. Struktur pesan yang dipakai oleh Music Television (MTV) melalui bumper MTV adalah untuk menyampaikan sebuah identitas. Identitas dibangun MTV dengan konsep non-linear dan menolak hubungan konvensional antara masa lalu, masa sekarang dan masa depan karena MTV menempatkan dirinya pada masa sekarang yang tanpa batas.Permasalahan utama penelitian ini menyangkut penggunaan Cara Wimba dan Tata Ungkap pada bumper MTV sebagai sebuah kajian bahasa rupa media rupa rungu dinamis atau lebih populer dengan sebutan media audio visual dinamis. Lebih tegasnya lagi, pertanyaan makalah ini menyangkut persoalan-persoalan tentang: (1) bagaimanakah bahasa rupa yang digunakan MTV pada setiap bumper-nya, ditinjau dari Cara Wimba dan Tata Ungkap; (2) sejauh mana kita mengetahui pemanfaatan Naturalis-Perspektif-Momen Opname dan Ruang-Waktu-Datar pada bumper MTV; (3) bagaimana memahami bumper MTV dapat menjadi identitas dari MTV.Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui dan memahami struktur komunikasi visual bumper MTV ditinjau dari Cara Wimba dan Tata Ungkapnya; (2) mengetahui dan memahami pemanfaatan Naturalis-Perspektif-Momen Opname dan Ruang-Waktu-Datar pada Bumper MTV; (3) memahami Bumper MTV sebagai identitas dari MTV.Pengkajian dilakukan dengan melihat langsung gambar hidup dan merujuk ke storyboard yang telah dibuat sebagai panduan, lalu bumper MTV dianalisis dan diuraikan menjadi 2 bagian. Pertama, meninjau dari cara wimba bumper MTV tersebut dengan 5 Cara Wimba. Kedua, meninjau tata ungkap bumper MTV dengan 4 Tata Ungkap. Setelah hasil analisis tersebut didapatkan, kemudian dibandingkan dengan 2 konsep bahasa rupa yaitu: Naturalis-Perspektif-Momen Opname dan Ruang-Waktu-Datar sebagai perbandingan untuk mencari titik temu sebuah konsep bahasa rupa bumper MTV.