Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

NOVEL GADIS PANTAI KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER: SUATU KAJIAN DIMENSI GENDER Yenny Puspita; Muhamad Nasir
Jurnal Pembahsi (Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia) Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Pembahsi (Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/pembahsi.v9i2.4289

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan dimensi gender dalam novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer melalui tokoh Gadis Pantai. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer yang terbit pada pada September 2011 cetakan ke tujuh yang diterbitkan oleh Lentera Dipantara dengan tebal 270 halaman. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis karya. Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa dari analisis dimensi gender melalui analisis kedudukan tokoh perempuan yaitu Gadis Pantai (Mas Nganten) ditemukan  Mas Nganten memiliki sifat lemah atau inferior, yaitu lebih rendah dari laki-laki, ia merelakan dirinya hanya menjadi abdi suami, dan menjalankan perintah tentang apa yang boleh dan tidak boleh dikerjakan tanpa izin suami. Sedangkan melalui analisis kedudukan Bendoro, ditemukan bahwa Bendoro adalah seorang pembesar yang berkuasa. Meskipun ia dengan Mas Nganten dalam ikatan suami istri, ia tetap berkedudukan lebih tinggi dari Mas Nganten. Ia merupakan pemilik diri Mas Nganten yang berhak memberi peraturan tentang apa yang boleh Mas Nganten lakukan. Berdasarkan sikapnya, penulis menggambarkan kehadiran tokoh perempuan memiliki sifat lemah.
PENERAPAN METODE KOMUNIKATIF DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA MATERI WAWANCARA Barkudin Barkudin; Muhamad Nasir; Yuspar Uzer
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i3.13486

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by students' low learning outcomes in Indonesian language learning, particularly in interview materials. The study aimed to examine the improvement of students' learning outcomes through the implementation of the communicative method. A quantitative approach was employed using a pre-experimental one-group pretest-posttest design. The participants consisted of 18 seventh-grade students at SMPN 16 Palembang. Data were collected through essay tests and analyzed using descriptive statistics as well as inferential statistical analysis appropriate to the research design. The findings revealed that the students' mean score increased from 54.83 on the pretest to 79.83 on the posttest. If inferential analysis yielded a significance value (p < 0.05) or an N-Gain score, these results should be reported in this section to strengthen the evidence for the effectiveness of the communicative method. The improvement indicates that the communicative method effectively enhanced students' understanding of interview materials while encouraging their active participation in the learning process. These findings contribute to the development of Indonesian language teaching strategies by demonstrating that the communicative method can serve as an effective alternative for improving students' learning outcomes and classroom engagement in interview learning at the junior secondary school (SMP) level. Therefore, the communicative method is recommended as one of the effective instructional strategies for Indonesian language learning at the junior secondary school (SMP) level.   Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada materi wawancara. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan metode komunikatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one-group pretest-posttest. Partisipan penelitian terdiri dari 18 siswa kelas VII SMPN 16 Palembang. Data dikumpulkan melalui tes esai dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta uji statistik inferensial sesuai dengan rancangan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai siswa meningkat dari 54,83 pada pretest menjadi 79,83 pada posttest. Apabila berdasarkan hasil analisis inferensial diperoleh nilai p < 0,05 atau nilai N-Gain, hasil tersebut perlu dicantumkan pada bagian ini untuk memperkuat bukti efektivitas metode komunikatif. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa metode komunikatif mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi wawancara sekaligus mendorong keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menunjukkan bahwa metode komunikatif dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar dan partisipasi siswa pada materi wawancara di jenjang sekolah menengah pertama (SMP). Dengan demikian, metode komunikatif layak dipertimbangkan sebagai salah satu strategi pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah menengah pertama (SMP).