JULIATI JULIATI
Akademi Kebidanan Darul Husada Sigli

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FAKTOR YANG MEMENGARUHI STATUS GIZI BALITA DI PUSKESMAS MUTIARA JULIATI JULIATI
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.75 KB) | DOI: 10.51878/edukids.v1i1.471

Abstract

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Aceh mengidentifasi(mencatat) atau meperkirakan ada sekitar 3.125 kasus bayi atau anak balita di bawah umur lima tahun yang mengalami masalah gizi di wilayah Aceh atau seluruh Aceh. Jumlah yang telah di dapatkan itu di sesuaikan pada data-data yang dimiliki oleh Dinkes Aceh. Sementara itu Dinas Kesehatan Pidie mencatat ada tiga kasus gizi buruk yang terbaru yang ditemui dari Januari hingga Maret 2019, dimana satu di Kembang Tanjung dan dua di Kecamatan Tangse. Disebutkan, pada ketiga kasus anak balita ini memiliki gizi buruk dan sehingga ini juga dalam pengawasan pihak dinas. Status gizi adalah keadaan keseimbangan antara asupan dan kebutuhan zat gizi. Status gizi baik bila jumlah asupan zat gizi sesuai dengan yang dibutuhkan. Status gizi tidak seimbang dapat diprestasikan dalam bentuk gizi kurang dari yang dibutuhkan. Sedangkan status gizi lebih bila asupan zat gizi melebihi dari yang dibutuhkan.Tujuan Penelitian ini adalah untuk Mengidentifikasi faktor yang memengaruhi status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Mutiara Kabupaten Pidie Tahun 2019. Penelitian ini Kuantitatif dengan pendekatan Quasi Eksperiment. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Maret s/d Juli Tahun 2019. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu yang mempunyai balita di Puskesmas Mutiara. Syamtalira Aron dengan jumlah sampel sebanyak 37 orang. Alat pengumpulan data dengan membagikan kuesioner. Metode pengolahan data dengan cara editing,coding, transfering, dan tabulating. Hasil penelitian didapat ibu yang pengetahuan tinggi sebanyak 5 (13,5%) dan ibu yang pengetahuan sedang sebanyak 14 (53,5 %) dan ibu yang pengatahuan kurang sebanyak 18 (48,7%). Hasil uji pairet T-Test didapat P Value =0,763 > ? (0,05), maka kesimpulannya ada bahwa pada aipha 5% (0,05) ho diterima, artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi balita dengan pengetahuan atau pekerjaan ibu.