Lisnawaty Lisnawaty
Gizi

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

GAMBARAN POLA KONSUMSI PANGAN LOKAL WILAYAH PESISIR PADA TINGKAT RUMAH TANGGA DI DESA RANOOHA RAYA KECAMATAN MORAMO 2018 Muh Akhirul Naim; Lisnawaty Lisnawaty; Fithria Fithria
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.414 KB) | DOI: 10.37887/jgki.v1i1.12254

Abstract

Pangan lokal merupakan jenis dan jumlah bahan makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat yang bersumber dari wilayah sendiri. Namun pengonsumsian terhadap pangan lokal masih sangat kurang dikonsumsi oleh masyarakat setempat sebab mereka memilih makanan non lokal sebagai bahan pangan utama. Hal ini disebabkan karena tingkat pendapatan dan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang gizi. Tujuan dalam penelitian yaitu untuk mengetahui gambaran pola konsumsi pangan lokal pada tingkat rumah tangga Wilayah Pesisir di Desa Ranooha Raya Kecamatan Moramo Tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif kuantitatif yaitu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk membuat gambaran suatu keadaan secara objektif. Populasi penelitian ini meliputi seluruh kepala keluarga yang ada di Wilayah pesisir Desa Ranooha Raya Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara sebanyak 171 kepala keluarga, sampel dalam penelitian ini sebanyak 44 kepala keluarga, metode pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis-jenis pangan lokal di Desa Ranooha Raya sudah beranekaragam, pengetahuan gizi kepala keluarga pada pangan lokal dalam kategori cukup, tingkat pendapatan rumah tangga pada UMK Konawe Selatan sebagian besar masih dibawah rata-rata Rp 2.361.810 dan pola konsumsi pangan lokal pada tingkat rumah tangga, untuk asupan energi dan protein masuk dalam kategori cukup. Pada pangan non lokal asupan energi masuk dalam kategori cukup, sedangkan asupan proteinnya masuk kategori kurang.Oleh sebab itu diharapkan kepada kepala keluarga untuk memperhatikan konsumsi pangan rumah tangga agar pemenuhan kebutuhan energi dan protein dapat tercukupi
ANALISIS KANDUNGAN PEROKSIDA MINYAK GORENG YANG DIGUNAKAN BERULANG KALI OLEH PEDAGANG GORENGAN DI JALAN H.E.A MOKODOMPIT KOTA KENDARI TAHUN 2019 Nina Syukriyah; Lisnawaty Lisnawaty; Fithria Fithria
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.933 KB) | DOI: 10.37887/jgki.v1i1.12258

Abstract

Gorengan merupakan makanan jajanan dengan menggunakan adonan tepung yang digoreng dengan minyak berlebih (deep fat frying) dan dijual di tepi jalan. Penggunaan minyak goreng dalam praktek penggorengan di rumah tangga maupun pedagang kecil dilakukan secara berulang. Hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas minyak dan meningkatkan kandungan peroksida pada minyak yang dapat menghilangkan komposisi zat gizi di dalamnya.  Keberadaan  peroksida  dapat  digunakan  sebagai  indicator kerusakan minyak.  Penelitian  ini bertujuan menganalisis frekuensi penggunaan minyak goreng dan jumlah kandungan peroksida minyak goreng yang digunakan oleh pedagang gorengan di jalan H.E.A Mokodompit, Kota Kendari. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 12 pedagang gorengan. Data analisis univariat digunakan untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan rerata. Analisis bilangan peroksida ditetapkan sesuai SNI 3741-2013.   Hasil Penelitian menunjukkan bahwa 9 pedagang (75%) pedagang menggunakan minyak > 3 kali dalam sekali penggantian minyak, dan 3 pedagang (25%) menggunakan miyak < 3 kali. Hasil uji laboratorium kandungan peroksida menunjukan bahwa jumlah bilangan peroksida yang paling tinggi adalah 7,13 mekO2/kg dan yang paling rendah 5,39 mekO2/kg. Simpulan: seluruh sampel minyak goreng pedagang gorengan tidak melebihi jumlah peroksida maksimum (>10 mEq O2/kg, SNI 3741-2013).
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN DIET DIABETES MELLITUS PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI RSUD KOTA KENDARI TAHUN 2018 Nur Delima; Lisnawaty Lisnawaty; Fithria Fithria
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.289 KB) | DOI: 10.37887/jgki.v1i1.12259

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit menahun yang ditandai dengan kadar glukosa darah melebihi normal. Penatalaksanaan DM perlu dilakukan  untuk mengurangi komplikasi. Penatalaksanaan DM meliputi pengaturan makan (diet), latihan jasmani, edukasi, dan konsumsi obat antidiabetik. Pengaturan makan merupakan kunci keberhasilan penatalaksanaan DM. Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepatuhan diet diabetes mellitus pada pasien diabetes mellitus di RSUD Kota Kendari tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien diabetes mellitus di RSUD Kota Kendari pada bulan Januari-Agustus tahun 2018 yang berjumlah 786 orang, tehnik pengambilan sampel yaitu dengan tehnik non probability sampling dengan jumlah sampel sebanyak 67 responden. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian pada tingkat kepercayaan 95%, menunjukkan bahwa, ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan diet diabetes mellitus (pValue = 0,000), ada hubungan antara persepsi dengan kepatuhan diet diabetes mellitus (pValue = 0,002), dan ada hubungan antara dukungan keluarga (pValue = 0,003) dengan kepatuhan diet diabetes mellitus pada pasien diabetes mellitus di RSUD Kota Kendari. Oleh karena itu diharapkan bagi responden agar lebih meningkatkan pengetahuan serta lebih berpersepsi positif terhadap penyakit yang dialami  sehingga perilaku yang baik dalam menjalankan diet dapat dilaksanakan. Selain itu, diharapkan keluarga penderita DM dapat selalu memberikan dukungan agar penderita rutin mengontrol kesehatannya