Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengujian in Vitro Gelatin Sagu, Sumber NPN, Mineral Kobalt dan Seng pada Cairan Rumen Domba (Evaluation in Vitro Gelatinized Sago, Sources NPN, Minerals Cobalt and Zinc on the System of Sheep Rumen) Harry Triely Uhi
Jurnal Ilmu Ternak Vol 5, No 2 (2005)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v5i2.2289

Abstract

Penelitian in vitro bertujuan mengamati pengaruh perlakuan gelatin sagu, amonium sulfat, mineral seng dan kobalt. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah R1  (gelatin sagu + urea  + Co 0.2 ppm); R2  (gelatin sagu + urea  + Zn 35 ppm); R3  (gelatin sagu + urea + Co 0.2 ppm dan Zn 35 ppm); R4  (gelatin sagu + amonium sulfat + Co 0.2 ppm); R5  (gelatin sagu + amonium sulfat + Zn 35 ppm); R6  (gelatin sagu + amonium sulfat + Co 0.2 ppm dan Zn 35 ppm); R7  (gelatin sagu + amonium fosfat + Co 0.2 ppm); R8  (gelatin sagu + amonium fosfat + Zn 35 ppm); R9  (gelatin sagu + amonium fosfat + Co 0.2 ppm dan Zn 35 ppm). Parameter yang diamati adalah kecernaan bahan kering dan bahan organik, konsentrasi  VFA total, Konsentrasi NH3, populasi bakteri dan populasi protozoa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum perlakuan mempengaruhi secara nyata (P<0.05) konsentrasi NH3, VFA total, KcBK dan KcBO and perkembangan populasi mikroba rumen. Kesimpulan perlakuan suplemen katalitik R6 memberikan respons yang nyata lebih baik terhadap produksi NH3, VFA total, kecernaaan ransum dan populasi mikroba  dibanding perlakuan lainnya.Kata Kunci : gelatin sagu, NPN, kobalt, zink, cairan rumen
Perbandingan Suplemen Katalitik dengan Bungkil Kedelai terhadap Penampilan Domba (Comparative of Catalytic Supplement and Soybean Meal on Performance of Sheep) Harry Triely Uhi
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i1.2257

Abstract

Di Kawasan Timur Indonesia (KTI), musim kemarau lebih panjang dibandingkan dengan Kawasan Barat Indonesia (KBI). Hal ini menyebabkan produksi hijauan sangat terbatas dan kualitasnyapun rendah. Hal ini merupakan salah satu hambatan produktivitas ruminansia di kawasan itu. Penelitian ini menggunakan domba 40 ekor. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan acak kelompok, dengan 5 perlakuan pakan terdiri dari hijauan kualitas rendah dan suplemen katalitik (gelatin sagu, amonium sulfat, 0.2 ppm Kobalt dan 35 ppm Zink) dan kontrol positif menggunakan bungkil kedelei. Perlakuan tersebut adalah RS0 (hijauan kualitas rendah + bungkil kedelai), RS1  (hijauan kualitas rendah), RS2 (hijauan kualitas rendah + suplemen katalitik 10%), RS3 (hijauan kualitas rendah + suplemen katalitik 20%), RS4 (hijauan kualitas rendah + suplemen katalitik 30%). Parameter yang diamati yaitu pertambahan bobot badan, konsumsi (bahan kering, bahan organik, protein, NDF dan ADF), efisiensi penggunaan pakan dan income over feed cost. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan suplemen katalitik 20% menghasilkan pertambahan bobot  badan harian terbaik sebesar 75,89 g/ekor/hari, konsumsi pakan 549,00 g/ekor/hari dan efisiensi penggunaan pakan 0,14. Perlakuan ini juga menghasilkan pendapatan sebesar Rp. 838,- ekor/hari. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa suplemen katalitik 20% menghasilkan pertambahan bobot badan harian dan efisiensi penggunaan ransum lebih baik dibandingkan bungkil kedelei.Kata kunci : gelatin sagu, amonium sulfat, mineral mikro, hijauan , domba
Peningkatan Nilai Nutrisi Ampas Sagu (Metroxylon Sp.) Melalui Bio-Fermentasi Harry Triely Uhi
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i1.2228

Abstract

Telah dilakukan penelitian bio-fermentasi terhadap ampas sagu yang bertujuan meningkatkan kualitas nutrisi ampas sagu dengan menggunakan probion. Perlakuan yang dugunakan P1 (Ampas sagu Ihur  100 kg + Probion 100 g + Urea 100 g); P2 (Ampas sagu Tuni 100 kg + Probion 100 g + Urea 100 g); P3 ( Ampas sagu Ihur  100 kg + Probion 200 g + Urea 200 g); P4 (Ampas sagu Tuni 100 kg + Probion 200 g + Urea 200 g); P5 (Ampas sagu Ihur  100 kg + Probion 300 g + Urea 300 g); P6 (Ampas sagu Tuni 100 kg + Probion 300 g + Urea 300 g). Parameter yang diamati adalah pH media, suhu media, analisis proksimat (Protein kasar, Serat kasar, Lemak Kasar, Energi Metabolis dan Bahan Kering). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses fermentasi optimum yang tepat untuk media ampas sagu selama 21 hari dengan perlakuan terbaik dengan campuran probion 300 gram dan urea 300 gram, menghasilkan protein kasar 4,81 serat kasar 5,49, lemak kasar 0,73% dan energi metabolis 3860 kkal. Suhu fermentasi  tertinggi  pada  perlakuan P5, hari ke-15            (36 0C) dan nilai pH terendah pada akhir penelitian 4,2.Kata kunci: Ampas sagu, probion, urea, fermentasi