ABSTRAK Air lindi yang berasal dari tempat pemrosesan akhir sampah apabila tidak dikelola dengan baik maka akan berpotensi merusak lingkungan sekitar. Sehingga menimbulkan beberapa dampak negatif bagi kesehatan maupun sosial masyarakat. Disisi lain sebagai polutan, air lindi memiliki kandungan senyawa berupa logam-logam yang merupakan kandungan unsur hara mikro pupuk organik antara lain Cu, Fe, Zn, dan Mn. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah air lindi yang berasal dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Batu Layang Kota Pontianak sehingga menghasilkan efluen yang pekat dengan unsur hara mikro. Penelitian ini diawali dengan pengolahan aerasi yang bertujuan untuk mengendapkan unsur hara mikro. Kemudian efluen dari pengolahan aerasi kembali dipekatan dengan penambahan larutan CaO untuk mengubah kelarutan unsur hara mikro, dan dioptimalkan kembali dengan membandingkan efektifitas pemekatan antara penambahan senyawa pengkelat KMnO4 dengan senyawa pengkelat EDTA.Selanjutnya dilakukan proses sentrifugasi untuk memisahkan flok-flok yang terbentuk dari kandungan air. Hasil akhir dari konsentrasi unsur hara mikro yang didapat setelah dilakukan proses pemekatan dengan penambahan senyawa KMnO4,diperoleh efisiensi pemekatan logam-logam antara lain yaitu tembaga (Cu) = 99.98 %, besi (Fe) = 96,55 %, mangan (Mn) = 99,56 %, dan seng (Zn) = 99,75 %, sedangkan proses pemekatan dengan penambahan senyawa EDTA diperoleh efisiensi pemekatan logam-logam antara lain yaitu tembaga (Cu) = 99,83 %, besi (Fe) = 99,10 %, mangan (Mn) = 99,86 % dan seng (Zn) = 99,94 %. Berdasarkan nilai konsentrasi akhir yang didapatkan dari proses pemekatan unsur-unsur hara mikro, air lindi TPA Batu Layang berpotensi untuk dijadikan pupuk organik. Sedangkan senyawa kimia KMnO4 merupakan senyawa pengkelat terbaik dalam proses pemekatan unsur-unsur hara mikro dibandingkan dengan senyawa kimia EDTA yang digunakan dalam penelitian ini. Kata kunci:air lindi, EDTA, KMnO4, unsur hara mikro