Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR RUMAH MAKAN MENGGUNAKAN SISTEM KOMBINASI ABR DAN WETLAND DENGAN SISTEM KONTINYU Wiwien Mardianto
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 2, No 1 (2014): Jurnal 2014
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v2i1.6746

Abstract

ABSTRAKSalah satu masalah yang timbul akibat meningkatnya kegiatan rumah makan/restaurant adalah tercemarnya air pada sumber-sumber air karena menerima beban pencemaran yang melampaui daya dukungnya. Berdasarkan tingkat kepadatan penduduk dan laju pertumbuhan penduduk di Indonesia, maka air limbah yang berasal dari rumah makan untuk masa yang akan datang berpotensi menjadi ancaman yang cukup serius terhadap pencemaran lingkungan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui karakteristik limbah cair domestik rumah makan Raje Laot; (2) Mengetahui efektifitas pengolahan limbah cair domestik dengan menggunakan kombinasi prosese Anaerobic baffle reactor (ABR) dan wetland dalam satu unit teknologi pengolahan; (3) Mengetahui waktu tinggal terbaik untuk mengolah limbah cair domestik dengan kombinasi proses Anaerobic baffle reactor (ABR) dan wetland. Dalam penelitian ini digunakan sistem kombinasi anaerobic baffle reactor (ABR) dan sistem lahan basah (wetland) ke dalam satu unit teknologi pengolahan air limbah untuk mengurangi ancaman limbah cair domestik bagi lingkungan. Proses kombinasi pengolahan dilakukan untuk meningkatkan efisiensi pengolahan limbah cair domestik. Limbah cair yang dihasilkan oleh rumah makan Raje Laot dikumpulkan ke dalam satu bak penampungan di dalam laboratorium untuk kemudian diolah dengan variasi waktu tinggal 24 jam, 48 jam dan 72 jam. Dalam studi kasus penelitian ini, hasil pengolahan terbaik dengan metode kombinasi ABR dan wetland mampu menurunkan konsentrasi pencemaran dengan nilai efisiensi pengolahan pH 6,47, BOD sebesar 57,1 %, TSS 72,4 %, COD 58,7 % dan Minyak-Lemak dengan efisiensi 97,1 %. Nilai efisiensi tersebut menunjukan bahwa persentase penurunan konsentrasi pencemar paling baik terjadi pada waktu tinggal pengolahan 48 jam atau 2 hari.Kata Kunci: Air Limbah domestik, ABR dan Wetland, Waktu tinggal, Efisiensi