Total suspended particulate (TSP) is one of the air pollution parameters that causes various impacts and diseases on humans. Reforestation or planting vegetation is one of the solution to overcome this problem. However, it is known that not all vegetation has the ability to be particulate adsorbent. Therefore this study was conducted to determine the effectiveness of Mimusops elengi that found on Jalan Khatulistiwa in adsorbing particulate by using High Volume Air Sampler (HVAS) to measure the concentration of particulate. Based on the results of the study, it found that the effectiveness of Mimusops elengi in adsorbing particulate was 31.34% and was classified as good enough. It has oblong-shaped leaves with tapered leaf tips, has trichomes, rough and thick leaf surfaces and has a dense canopy that meets the criteria for being particulate adsorbent. AbstrakTotal suspended particulate (TSP) merupakan salah satu parameter pencemaran udara yang dapat memicu berbagai dampak dan penyakit pada manusia. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menggunakan penghijauan atau penanaman vegetasi. Namun diketahui tidak semua vegetasi memiliki kemampuan yang baik dalam menjerap TSP. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas pohon Tanjung yang terdapat di Jalan Khatulistiwa dalam menjerap TSP dengan menggunakan High Volume Air Sampler (HVAS) untuk mengukur konsentrasi TSP. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa efektivitas pohon Tanjung adalah sebesar 31,34% dalam menjerap TSP dan tergolong cukup baik. Hal ini dikarenakan pohon Tanjung memiliki daun berbentuk jorong dengan ujung daun meruncing, bertrikoma atau memiliki rambut daun yang halus, permukaan daun kasar dan tebal serta memiliki tajuk yang rimbun yang sesuai dengan kriteria penjerap TSP.