Rosmasari Siringgo-ringgo
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KAJIAN BEBAN PENCEMARAN BEBERAPA ANAK SUNGAI DAN SALURAN DRAINASE YANG BERMUARA KE SUNGAI KAPUAS DI KOTA PONTIANAK ( Studi Kasus: Kelurahan Sungai Jawi Luar dan Kelurahan Sungai Beliung Kecamatan Pontianak Barat ) Rosmasari Siringgo-ringgo
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 2, No 1 (2014): Jurnal 2014
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v2i1.6934

Abstract

ABSTRAK Sungai Kapuas melewati Kota Pontianak dan juga menjadi muara dari saluran-saluran drainase yang ada di Kota Pontianak sehingga kualitas air Sungai Kapuas dipengaruhi oleh kuantitas dan kualitas air yang berasal dari saluran drainase. Kualitas air di saluran drainase dipengaruhi oleh aktivitas-aktivitas masyarakat di sekitarnya. Melihat keadaan ini maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui besarnya beban pencemaran, besarnya potensi beban pencemaran dan cara pengendalian yang dapat dilakukan pada wilayah studi. Penelitian ini hanya dilakukan di enam saluran drainase yang terdapat di Kecamatan Pontianak Barat yaitu Parit Gg.Pisang, Parit Gg.Timun, Sungai Beliung, Parit Tengah, Sungai Serok dan Sungai Nipah Kuning. Selain itu, pengambilan sampel dilakukan secara grab samplingpada saat pasang dan pada saat surut dengan parameter BOD, COD, fosfat total dan nitrogen total.Dari hasil uji kualitas air dapat diketahui besarnya beban pencemaran di keenam saluran drainase tertinggi adalah pada saat pasang yaitu BOD (5.417, 21kg/hari), COD (6.040, 56 kg/hari), TP (141, 23 kg/hari) dan TN (825, 06 kg/hari). Beban pencemaran yang tertinggi ini terdapat di Sungai Beliung. Besarnya nilai beban pencemaran dipengaruhi oleh tata guna lahan, pasang surut surut air Sungai Kapuas dan waktu pengambilan sampel pada keenam saluran drainase. Potensi beban pencemaran tahun 2014 yang dipengaruhi oleh luas pemukiman dan jumlah penduduk. Besarnya potensi beban pencemaran tertinggi terdapat di Parit Tengah, Sungai Serok dan Sungai Nipah Kuning dengan nilai BOD (1.475, 04 kg/hari), COD (2.827, 63 kg/hari), TP (631, 76 kg/hari), dan TN (105, 76 kg/hari). Tingkat potensi beban pencemaran yang terjadi pada masing-masing saluran drainase menentukan kegiatan pengendalian pencemaran air. Pengendalian pencemaran yang oleh pemerintah Kota Pontianak belum cukup, sehingga perlu upaya lain untuk memperbaiki kualitas air di saluran drainase di Kota Pontianak. Kata Kunci : Kualitas Air, Beban Pencemaran, Potensi Beban Pencemaran, Pengendalian