Setiap tindakan pasti ada sebab akibat. Penyebab utama adalah Takdir. Namun dibalik Takdir terdapat beragam alasan tertentu yang dijadikan sebagai sebab akibat. Data kasus perceraian di Kota Banjarbaru selama tahun 2017 berjumlah 444 kasus dengan berbagai alasan. Dua alasan Perceraian yang mendapatkan angka tertinggi adalah meninggalkan pasangan dan pesrselisihan/pertengkaran terus menerus. Dimana jumlah kasus perselisihan/pertengkaran terus menerus sebanyak 303 kasus, dan meninggalkan salah satu pihak sebanyak 86 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mencari penyebab perceraian dikaitkan dengan Hirarki kebutuhan Maslow yakni Kebutuhan Fisiologis, Rasa Aman, Cinta/afiliasi, Harga Diri serta Aktualisasi diri. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kualitatif melalui Wawancara kepada 4 orang responden. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa responden tidak mendapatkan motivasi untuk tetap mempertahankan Rumah tangganya. Hal tersebut erat kaitannya dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan Pasal 19 Perceraian Penelitian ini memberikan gambaran adanya keterkaitan kebutuhan Maslow dengan alasan perceraian dan PP RI nomor 9 Tahun 1975 tentang pelaksanaan UU no 1 Tahun 1974.