Febriana Aminatul Khusna
Universitas Tidar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Emotions Evoked from “Too Good at Goodbyes” Song by Sam Smith Febriana Aminatul Khusna; Sekar Lathifatul Aliyah
Jambura Journal of English Teaching and Literature Vol 1, No 2 (2020): Jambura Journal of English Teaching and Literature
Publisher : Univeristas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.501 KB) | DOI: 10.37905/jetl.v1i2.7309

Abstract

Music is one means to express the soul. Sad genre music is one of music with high emotional pressure. High emotional pressure allows triggering emotions in someone who hears it. According to Sloboda and Juslin (2001), the music can induce emotions in its listeners and is perceived by listeners as expressive of emotion. The aim of this study was to investigate the influence of music with the sad genre for emotions from the song "Too Good at Goodbyes" by Sam Smith. In this study, the researchers found that the majority of respondents revealed that sad music can trigger emotions in the soul. Descriptive qualitative research with questionnaire methods was used in this study to obtain the valid data. Questionnaire was used in this research as an instrument of research to get the real data from the participants.
THE OWNERS’ PREFERENCE IN USING ENGLISH AS CULINARY TRADEMARK BRANDING IN MAGELANG STREET FOOD AND CAFÉ Muhammad Rauuf Oktavian Nur; Febriana Aminatul Khusna
PROCEEDING UMSURABAYA 2020: Proceedings Conference of Elementary Studies 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Sebagai salah satu unsur budaya, kuliner Indonesia juga menjadi sebuah unsur kebanggaan dari bangsa ini. Magelang memiliki banyak jenis produk kuliner. Mulai dari kuliner tradisional hingga yang modern sangat mudah dijumpai di kaki lima atau kafe kecil lain. Dalam rangka untuk bersaing dengan produk kuliner lain, mereka harus memiliki merek dagang yang kuat. Banyak dari mereka menggunakan Bahasa Inggris sebagai merek dagang. Penelitian ini akan mendeskripsikan hasil studi tentang penggunaan Bahasa Inggris sebagai merek dagang produk kuliner oleh pedagang kaki lima serta pemilik kafe kecil. Mengumpulkan informasi, melakukan wawancara, menyusun kategori, mencari teori yang sesuai serta membandingkan teori tersebut dengan hasil dan teori lain merupakan beberapa langkah yang dilakukan dalam penyusunan penelitian ini. Pemilik dari merek dagang produk kuliner memiliki banyak tujuan serta kebutuhan mengapa mereka harus menggunakan Bahasa Inggris untuk produk yang dijual. Factor lingkungan, kompetisi pasar, dan alasan menarik lain yang disampaikan ada di dalam hasil penelitian ini. Kata Kunci: Pendidikan Bahasa Inggris, Merek Dagang, Kuliner, Pemasaran, Budaya, Bahasa