Fanny Y. M Kaseke
STT Ebenhaezer

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Logos Dalam Injil Yohanes: Allah Atau Hakikat Adikodrati Yang Lebih Rendah Dari Allah Fanny Y. M Kaseke
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 1 No. 1 (2016): Scripta : Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.035 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v1i1.27

Abstract

Perdebatan tentang siapakah atau apakah yang dimaksud logos oleh Yohanes dalam Injilnya terus terjadi di antara para theolog. Beberapa theolog menyamakan sang logos dengan Allah, sementara sebagian lainnya keberatan dengan penyamaan itu. Pada masa kini, keberatan yang paling jelas datang dari kelompok yang mengusung ajaran pluralisme. Implikasi dari penyamaan sang logos dengan Allah dalam Injil Yohanes adalah memperkuat premis sebagian theolog bahwa ajaran Allah Tritunggal benar adanya dan bahwa sang logos adalah salah satu dari tiga “pribadi” Allah tritunggal, yakni pribadi kedua (Kristus Yesus). Tulisan ini memaparkan tentang kajian sang logos dalam Injil Yohanes yang dikemukakan oleh tokoh pluralisme, kemudian analisa tentang hal itu dalam bingkai worldview theologia Injili. The debate over who or what logos meant by John in his gospel continued to occur among theologians. Some theologians equate the logos with God, while others object to the equation. At present, the most obvious objection comes from groups that carry the teachings of pluralism. The implication of equating the logos with God in the Gospel of John is to strengthen the premise of some theologians that the teaching of the Triune God is true and that the logos is one of the three "persons" of the triune God, the second person (Christ Jesus). This paper describes the study of the logos in the Gospel of John put forward by pluralism figures, then analyzes it in terms of the worldview of Evangelical theology.
PASTORAL KRISTEN BAGI LINGKUNGAN HIDUP Fanny Y. M Kaseke
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 3 No. 1 (2017): Scripta : Jurnal Teologia dan Pelayanan Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.367 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v3i1.35

Abstract

Kerusakan lingkungan hidup mendapatkan perhatian yang sangat serius dari semua pihak. Kekristenan juga perlu merumuskan suatu “penggembalaan” bagi lingkungan hidup demi berlangsungnya kehidupan. Ada beberapa kontroversi pengajaran yang merasa tidak perlu terlalu memfokuskan diri pada pemulihan lingkungan hidup, sementara yang lainnya mengajarkan pemeliharaan lingkungan hidup, tetapi “setengah hati” melaksanakannya. Tulisan ini mengulas bagaimana seharusnya pandangan Kristen tentang Lingkungan Hidup, serta bagaimana praktis implementasi “pelayanan” terhadap lingkungan hidup tersebut. Environmental damage is getting very serious attention from all parties. Christianity also needs to formulate a "shepherding" for the environment for the sake of life. There are some teaching controversies that feel no need to focus too much on environmental recovery, while others teach environmental preservation, but "half-heartedly" carry it out. This paper reviews how Christians should view the Environment, and how practical the implementation of "service" to the environment.
Manajemen Mutu Dan Pendidikan Mutu Melalui Standar Penjaminan Mutu (SPMI) Di STT Ebenhaezer Fanny Y. M Kaseke
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 8 No. 2 (2019): Scripta : Jurnal Teologia dan Pelayanan Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.867 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v8i2.69

Abstract

ABSTRAK Pendidikan adalah faktor yang sangat penting bagi kemajuan Bangsa dan Negara. Maka tidaklah heran jikalau manajemen mutu pendidikan adalah unsur penting yang diperhatikan oleh pemerintah untuk menghasilkan kualitas pendidikan yang baik dan unggul. Oleh sebab itu, sangat penting jikalau institusi pendidikan memperhatikan manajemen mutu melalui standart penjaminnan mutu (SPMI). Berdasarkan hal di atas, maka penelitian ini dilakukan untuk mengulas sistem SPMI yang dilakukan di STT Ebenhaezer. Dengan tujuan menghasilkan standart mutu pendidikan yang baik dan unggul seperti yang diharapkan. Maka ada beberpa hal yang dilakukan untuk mencapai hal yang dimaksud. Membangun komunikasi yang baik di semua lini kerja di STTE, secara bertahap meningkatkan alokasi anggaran ideal untuk penjaminan mutu sesuai ketentuan Kemendiknas Dikti tahun 2009, membuat panduan kriteria keberhasilan SPMI, meningkatkan kinerja staf pengelola LP2M dan penjaminan mutu di lingkungan STTE melalui penghargaan dan sanksi, mendorong terbangunnya budaya mutu yang konsisten dan berkelanjutan. ABSTRACT The second abstract is written in English. Abstract length maximum 250 words. At least the abstract should include the background of the study, research methods, research results and recommendations. The abstract should include two to five keywords, and the format of writing follows the template.
Sabat dan Pandemic Covid 19 Perspektif Eco-teologi Kristen Fanny Y. M. Kaseke
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 9 No. 1 (2020): Scripta : Jurnal Teologia dan Pelayanan Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.278 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v9i1.110

Abstract

Masalah lingkungan hidup kini mendapat perhatian serius. Karena itu teolog Kristen berusaha membuat ataupun merevitalisasi doktrin tentang lingkungan hidup. Di saat pandemic covid 19, sepertinya kualitas lingkungan hidup meningkat karena manusia “beristirahat” akibat wabah yang terjadi. Di dalam Alkitab hari Sabat dan tahun Sabat dirancang Allah sedemikian rupa untuk mengatur istirahat manusia dan istirahat lahan (lingkungan) dari aktivitas di atasnya. Pada tulisan ini diulas hubungan Sabat dalam Alkitab dengan pandemic covid 19 yang menyebabkan berhentinya aktivitas manusia. Metode yang digunakan adalah metode penelitian teologi filosofika dengan didahului tafsir secara eksegesis. Hasil penelitian ditemukan bahwa ada kesamaan antara Sabat dalam Alkitab dengan pandemic covid 19. Kesamaan bukan secara substansial tetapi pada efek yang muncul akibat kedua hal ini. ABSTRACT _______________________________________________________________ Environmental problems are now receiving serious attention. Therefore Christian theologians try to create or revitalize doctrines about it. At the time of the COVID 19 pandemic, it seemed that the quality of the environment improved because people were "resting" due to the plague. In the Bible, the Sabbath was designed by God in such a way to regulate human rest and land rest (environment) from the activities above it. In this paper, a review of the Bible's Sabbath relationship with the COVID 19 pandemic caused human activity to cease. The method used is a philosophical theology research method with an exegetical interpretation preceded. The results of the study found there is a similarity between Sabbath in the Bible with the COVID 19 pandemic. That similarity is not substantial but on the effects that arise due to these two things.
Teologi Pendidikan Dalam Perjanjian Lama (Kitab Meleakhi) Fanny Yapi Markus Kaseke; Nita Rahayun
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 14 No. 2 (2022): Kepemimpinan Kristen dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.784 KB)

Abstract

This paper is about the biblical foundation for Christian education, the foundation found in the Old Testament, namely the book of Malachi. Christian education requires a foundation that comes from the Bible, in which it displays Christian values. Many Christian Educational Institutions, educators (teachers), students do not have sufficient "supplies" in the administration of Christian education, so it is as if the knowledge being studied stands alone, and has nothing to do with existing Christian values. in the Bible. So the purpose of this study is to present the value of Christian education from the Bible which comes from the book of Malachi. The method used in this research is descriptive qualitative method, where the qualitative approach here is quasi-qualitative. Descriptive description is done by exposing the parts of the Bible that are in the book of Malachi. The method of interpretation used is exegesis. The verses or phrases or sentences or parts that are executed are verses/phrases/sentences/sections that the author considers to contain things that have to do with Education.