Deby Eka Supadma
Jurusan Ortotik Prostetik, Poltekkes Kemenkes Jakarta II

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

LAYANAN KURSI RODA ADAPTIF PADA PENYANDANG DIFABEL: ADAPTIVE WHEELCHAIR SERVICE FOR PEOPLE WITH DISABILITIES Deby Eka Supadma; Rina Fitriana Rahmawati
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.459 KB) | DOI: 10.36082/gemakes.v2i1.553

Abstract

Kursi roda merupakan alat bantu yang dipergunakan untuk meningkatkan kemampuan mobilitas bagi individu yang ditengarai memiliki kekurangan, misalnya difabel dengan kekurangan fisik anggota gerak bawah, penderita kondisi patologis yang tidak diperbolehkan untuk melakukan banyak aktivitas fisik, orang tua, lanjut usia, dan orang-orang yang memiliki resiko tinggi untuk terluka bila berjalan sendiri. Penggunaan kursi roda dapat memberikan kemudahan-kemudahan dan keuntungan kepada para difabel seperti peningkatan kualitas hidup, peningkatan kesehatan, dan lebih berdaya secara ekonomi. Kursi roda yang digunakan hendaknya bukanlah kursi roda yang didesain satu untuk seluruh pengguna, namun kursi roda yang disetel sesuai dengan karakteristik pengguna sehingga lebih memudahkan difabel dalam aktivitas sehari-hari. Terdapat kurang lebih 10% dari 65 juta populasi global yang memerlukan kursi roda. Di Indonesia, presentase penyandang disabilitas yang mengalami keterbatasan berjalan sebanyak 10,26% dari total seluruh penyandang disabilitas di Indonesia. Angka yang cukup besar ini memiliki keterbatasan dalam mengakses kursi roda adaptif.Tidak hanya hal tersebut, sebagian  besar pengguna kursi roda juga dibantu oleh seorang asisten/anggota keluarga dalam beraktivitas. Aktivitas yang memerlukan bantuan ini umumnya aktivitas yang memerlukan manual handling dan melibatkan kekuatan fisik. Hal ini mengakibatkan banyaknya cedera muskuloskeletal yang dialami oleh asisten penyandang difabel. Kondisi tersebut menunjukkan peningkatan pengetahuan serta keterampilan dari asisten penyandang difabel perlu ditingkatkan sebagai upaya pencegahan cidera tersebut.