Penelitian ini bertujuan (1) Mengidentifikasi pola distribusi telur ikan terbang di Kabupaten Takalar, (2) Menganalisis keuntungan dan margin pemasaran pada lembaga pemasaran telur ikan terbang, (3) Menganalisis dan mengidentifikasi masalah distribusi pada lembaga pemasaran telur ikan terbang. Penelitian ini dilaksanakan di desa Palalakan Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara terstruktur dan mendalam terhadap sampel yang dipilih secara purposive sampling terhadap 43 responden yang terdiri dari 30 nelayan patorani, 10 Papalele, 2 pedagang pengumpul dan 1 eksportir dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif (rumus margin, keuntungan) serta analisis Fishbone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pola distribusi usaha telur ikan terbang bersifat satu arah sesuai dengan rekan kerja dimana nelayan memasarkan ke papalele, papalele ke pedagang pengumpul dan pedagang pengumpul ke eksportir (2) Eksportir memiliki margin dan keuntungan lebih besar dibandingkan lembaga lain yaitu sebesar Rp.50.000 per kilogram, (3) Hasil analisis fishbone menunjukkan bahwa pola distribusi usaha telur ikan terbang menunjukkan bahwa nelayan patorani merupakan orang yang tidak memiliki keuntungan besar karena tidak memilki kekuasaan penuh dalam menentukan harga yang disebabkan oleh ketidak mampuan nelayan patorani dalam memodali usahanya sendiri sehingga membutuhkan pinjaman modal dari lembaga lain khususnya kepada papalele, sehingga perlu adanya perubahan pola distribusi dan keterlibatan pemerintah untuk membantu nelayan patorani sehingga mampu memiliki modal sendiri sehingga tidak bergantung pada lembaga usaha lain