Sun C Ummah
P-MKU UNY

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEDEWASAAN UNTUK MENIKAH Ummah, Sun C
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 13 No. 1 (2013): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v13i1.3322

Abstract

Abstrak : Rumah tangga yang kekal dan harmonis seringkali dibangun oleh suamiistri yang memiliki kedewasaan, baik fisik maupun rohani karena mereka telah diikatoleh rasa tanggung jawab yang sempurna. Mereka mampu bereaksi dan bertindaksecara tepat dalam setiap situasi dan masalah serta berani menghadapi kenyataan,mau menerima resiko dari segala perbuatannya tidak membohongi orang lain,apalagi membohongi dirinya sendiri. Walaupun kedewasaan bukan merupakan syaratsahnya suatu perkawinan dalam Islam namun ternyata tujuan perkawinan akanlanding dengan manis bila didukung kedewasaan suami istri. Modal cinta memangpenting tetapi cinta yang diikuti oleh rasa tanggung jawab untuk mengembangkandiri (extention of the self). Kedewasaan anak tergantung situasi, kondisi, dankebijakan pemerintah masing-masing negara. Kedewasaan pada dasarnya dapatditentukan dengan umur dan dapat pula dengan tanda-tanda, yakni antara umur16tahun sampai 30 tahun dan ditandai dengan perubahan fisiknya.Kata Kunci : Kedewasaan, Tanggungjawab, Menikah.
AKAR RADIKALISME ISLAM DI INDONESIA Ummah, Sun c
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 12 No. 1 (2012): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v12i1.3657

Abstract

"Agama sudah semestinya ditinggalkan manusia bukan karena alasan teologis, tetapi karena agama telah menjadi sumber kekerasan sekarang ini dan pada setiap zaman di masa yang lalu". Ungkapan Harris dalam The End of Faith: Religion: Terror and the Future of Reason ini patut direnungkan karena maraknya berbagai isu kekerasan, bentrokan, permusuhan, di ranah sosial politik pada ujungnya sering berakhir pada permasalahan agama. Agama sangat potensial menyulut api kekerasan tetapi media massa ditengarai juga sangat berperan dalam menyulut api permusuhan ini. Tidak hanya itu, pencarian identitas Muslim yang takkunjung usai serta tekanan sosiopolitik dan sosiohistoris Barat yang merepresentasikan Islam sebagai agama teror, menambah runyam dan buruknya representasi Islam di mata agama lainnya. Untuk itu diperlukan pemahaman bahwa Islam adalah agama perdamaian yang membawa kesejukan bagi agama dan kepercayaan lainnya. "Agama dan kepercayaan boleh berbeda-beda tetapi bertuhan satu jua". Dengan berdasar pada landasan ini diharapkan tidak terjadi "right or wrong is my country", hanya mendaku bahwa agamakulah yang paling benar. hi[� a.�_��[p>  ganegarQ� ss�_�Q telah berfungsi sebagai alat penguasa untuk melanggengkan kekuasaan. Sosok Pendidikan Kewarganegaraan (Civic atau Citizenship) yang demikian memang sering muncul di sejumlah negara, khususnya negara-negara berkembang termasuk Indonesia.