Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Spiritual Intelligence and Emotional Intelligence on the Spiritual Leadership Style of Government Structural Officials Khairil Fauzan K.; Arif Fachrian; Eva Yulina; Tengku Nuranasmita
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 1 (2023): Volume 11, Issue 1, Maret 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v11i1.10694

Abstract

There is a phenomenon of structural officials of the Government of Aceh Tamiang Regency, Aceh Province who have not fulfilled their capacity as leaders, because there are still actions that deviate and do not follow existing procedures. The aim of the research was to determine the relationship between spiritual intelligence and emotional intelligence with the spiritual leadership style of the structural officials of the Government of Aceh Tamiang District, Aceh Province. The population of 109 officials and a sample of 52 people was obtained from the slovin formula and using a lottery random sampling technique. The method used is instrument test, validity and reliability test, classical assumption test, heteroscedasticity test, and linearity test. The research results obtained are that there is a positive and significant relationship between spiritual intelligence and spiritual leadership style. There is a positive and significant relationship between emotional intelligence and spiritual leadership style. Together there is a relationship between spiritual intelligence and emotional intelligence with spiritual leadership style. Thus, leaders must be able to improve their leadership development in terms of spiritual intelligence and emotional intelligence. These two things are very important in order to increase the spiritual leadership style of the leader. So the hypothesis in this study can be accepted theoretically. It is suggested that officials can develop the ability of spiritual intelligence and emotional intelligence through various ways such as: participating in ESQ training, participating in various spiritual education so that it can be used as a basis for conducting coaching.Adanya fenomena pejabat struktural Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh yang belum memenuhi kapasitasnya sebagai pemimpin, karena masih adanya tindakan yang melenceng dan tidak mengikuti prosedur yang ada. Tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional dengan gaya kepemimpinan spiritual pejabat struktural Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh. Populasi sebanyak 109 orang pejabat dan sampel 52 orang diperoleh dari rumus slovin dan menggunakan teknik random sampling secara lotere. Metode yang digunakan adalah uji instrumen, uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, uji heteroskedastisitas, dan uji linearitas. Hasil penelitian yang diperoleh adalah ada hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan spiritual dengan gaya kepemimpinan spiritual. Ada hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan emosional dengan gaya kepemimpinan spiritual. Secara bersama ada hubungan kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional dengan gaya kepemimpinan spiritual. Dengan demikian pemimpin harus mampu meningkatkan pengembangan kepemimpinannya secara kecerdasan spiritualitas maupun kecerdasan emosional. Kedua hal ini sangat penting guna peningkatan gaya kepemimpinan spiritual pada pemimpin. Sehingga hipotesis dalam penelitian ini dapat diterima secara teoritis. Disarankan agar pejabat dapat mengembangkan kemampuan kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional melalui berbagai cara seperti: mengikuti training ESQ, meengikuti berbagai pendidikan spiritual sehingga dapat dijadikan sebagai dasar untuk melakukan pembinaan. 
Predicting students’ aggressive behavior by coping mechanisms and interpersonal communication Eva Yulina; Asih Menanti; Suryani Hardjo
INSPIRA: Indonesian Journal of Psychological Research Vol 2 No 1 (2021): Vol. 2 No. 1 June 2021
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/inspira.v2i1.3079

Abstract

This study aims to find out the relationship between coping mechanisms and interpersonal communication with aggressive behavior of students of Department of Automotive at SMK PAB 12 Saentis. This type of research is quantitative by involving 93 students as a sample taken with total sampling techniques with the first screening of aggressive behavior tendencies. This study used 3 (three) coping mechanism scales, interpersonal communication scales, and aggressive behavior scales to obtain data analyzed using multiple regression analysis. The results showed a negative relationship between coping mechanisms and interpersonal communication with students’ aggressive behavior simultaneously and partially. Coping mechanisms and interpersonal communication can predict the emergence of aggressive behavior of students by 52.8%.
Hubungan Pola Asuh Demokratis Dengan Self-Regulated Learning Pada Siswa SMPIT Nurul Ilmi Medan Eva Yulina
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 4, No 2 (2023): J-P3K AGUSTUS
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v4i2.216

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh demokratis dengan self-regulated learning. Metode penelitian ini metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi dalam penelitian ini 30 siswa dengan sampel 30 siswa. Teknik sampel yang digunakan adalah teknik total sampling. Berdasarkan hasil uji korelasi product moment diatas dapat diketahui bahwa nilai signifikansi variabel pola asuh demokratis dan self-regulated learning sebesar 0.000 0.05. Hal tersebut menjelaskan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh demokratis dengan self-regulated learning pada siswa. Nilai pearson correlation yang diperoleh antara pola asuh demokratis dengan self-regulated learning sebesar 0.647. Hal tersebut menjelaskan bahwa variabel pola asuh demokratis dengan self-regulated learning memiliki korelasi yang positif dengan koefisien korelasi yang sangat kuat. Nilai koefisien determinan yang didapat yaitu 0,418 atau sebesar 41,8% pengaruh pola asuh demokratis terhadap self-regulated learning. Berdasarkan nilai koefisien determinan dapat diketahui bahwa pengaruh pola asuh demokratis terhadap self-regulated learning sebesar 41,8% dan 58,2% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.
THE RELATIONSHIP BETWEEN PEER SOCIAL SUPPORT AND STUDENT ENGAGEMENT IN AL-HIDAYAH HIGH SCHOOL STUDENTS MEDAN Eva Yulina; Khairil Fauzan; Tengku Nuranasmita; Atika Mentari Nataya Nst
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 3 No. 4 (2024): January (January-March)
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v3i4.1381

Abstract

The aim of this research is to determine the relationship between peer social support and student engagement. This research method is a quantitative method with a correlational approach. The population in this study was 93 students with a sample of 93 students. The sampling technique used is total sampling technique. Based on the results of the product moment correlation test above, it can be seen that the significance value of the peer social support and student engagement variables is 0.001 < 0.05. This explains that there is a significant relationship between social support from peers and student engagement in students. The Pearson correlation value obtained between peer social support and student engagement was 0.677. This explains that the variable peer social support and student engagement has a positive correlation with a strong correlation coefficient. The determinant coefficient value obtained is 0.458 or 45.8% of the influence of peer social support on student engagement. Based on the determinant coefficient value, it can be seen that the influence of peer social support on student engagement is 45.8% and the remaining 54.2% is influenced by other factors.
Pengaruh Teman Sebaya Terhadap Perilaku Agresif Siswa di MTS Al Islamiyah Eva Yulina; Nini Sri Wahyuni; Istiana; Tsalsa Qonitah
Jurnal Diversita Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v12i1.18007

Abstract

Perilaku agresif merupakan salah satu permasalahan yang sering muncul pada masa remaja, khususnya di lingkungan sekolah. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam munculnya perilaku agresif pada siswa adalah pengaruh teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dan pengaruh teman sebaya terhadap perilaku agresif siswa di MTs Al Islamiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian adalah siswa MTs Al Islamiyah yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai dengan karakteristik penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan skala pengaruh teman sebaya dan skala perilaku agresif  demgan menggunakan model Likert yang disusun berdasarkan aspek-aspek teori yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara pengaruh teman sebaya dengan perilaku agresif siswa, dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,552 menunjukkan bahwa pengaruh teman sebaya memberikan kontribusi sebesar 55,2% terhadap perilaku agresif siswa, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa setiap peningkatan pengaruh teman sebaya diikuti oleh peningkatan perilaku agresif siswa. Selain itu, hasil perbandingan mean hipotetik dan mean empirik menunjukkan bahwa pengaruh teman sebaya dan perilaku agresif siswa berada pada kategori tinggi.
PENGARUH PSIKOEDUKASI KESEHATAN MENTAL PADA TINGKAT KEBAHAGIAAN PARA IBU DI KECAMATAN SAMA TIGA KOTA MEULABOH Idar Sri Afriyanti; Eva Yulina; Rahmia Dewi
JURNAL PSYCHOMUTIARA Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Psychomutiara
Publisher : Psikologi Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan mental berperan penting dalam menentukan kebahagiaan para ibu sebagai pilar keluarga. Di Kecamatan Sama Tiga Kota Meulaboh, isu ini masih kurang diperhatikan, meskipun para ibu menghadapi tekanan peran ganda yaitu tekanan atau beban yang muncul karena ibu harus membagi diri untuk memenuhi tuntutan berbagai peran sekaligus, yang dapat menurunkan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh psikoedukasi kesehatan mental terhadap kebahagiaan para ibu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (one group pre-test–post-test design). Psikoedukasi dilakukan dalam beberapa sesi menggunakan metode ceramah, diskusi, dan latihan. Pengukuran kebahagiaan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil uji paired samples t-test menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pre-test dan post-test dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,003. Hal ini membuktikan bahwa psikoedukasi efektif dalam meningkatkan kebahagiaan para ibu. Berdasarkan hal tersebut psikoedukasi kesehatan mental terbukti meningkatkan kebahagiaan para ibu sehingga dapat dijadikan intervensi alternatif di tingkat komunitas dan hasil yang meliputi meningkatnya kebahagiaan peserta, modul psikoedukasi yang dapat direplikasi, serta artikel ilmiah sebagai publikasi hasil penelitian ini.
Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Material Konstruksi Modular Ecobrick Untuk Membentuk Karakter Penjaga Sungai Pada Anak-Anak Tika Ermita Wulandari; Eva Yulina; Suranto Suranto; Faiz Azmi Lubis
PATRIOTIKA: Jurnal Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1 No 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The ecosystem crisis along the Deli Riverbanks, driven by the accumulation of plastic waste, demands technical solutions that are both educational and sustainable. This community service program aims to transform domestic waste into modular construction materials using the ecobrick method while simultaneously fostering environmental character among children in Jalan Badur. The methods employed included audio-visual literacy sessions, collective waste collection actions, and technical workshops on modular material production. The results demonstrate that participants were capable of producing ecobricks that meet the density criteria for simple building materials. Beyond the technical success, the program yielded positive impacts on ecological behavioral changes and improved health aspects through nutritional assistance. The strategic value of this initiative lies in the conversion of waste into functional products (a civil engineering approach) integrated with behavioral psychology interventions and public health awareness.
Resiliensi Pada Siswa Korban Bullying DI SMAN 19 Medan Eva Yulina; Erlina Sari Siregar; Desy Tamara Siregar
Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K) Vol 6, No 4 (2025): J-P3K
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v6i4.965

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Resiliensi Pada Siswa Korban Bullying di SMAN 19 Medan. Resiliensi merupakan kemampuan untuk beradaptasi secara efektif, tetap tegar menghadapi hambatan, dan mempertahankan fungsi emosional maupun sosial secara positif . Populasi penelitian ini adalah sebanyak 542 orang siswa dari kelas X-XII SMA dan sampel penelitian sebanyak 61 orang yang diambil dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini menggunakan skala resiliensi dengan menggunakan model skala likert. Metode penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan kategori tingkat stres, sebanyak 64% atau 79 siswa berada pada kategori stres akademik sedang, 18% atau 23 siswa pada kategori rendah, dan 18% atau 22 siswa pada kategori tinggi. Selanjutnya dimensi yang paling dominan adalah pressure from study (26%), diikuti oleh workload (25%), worry about grades (18%), self expectation (14%) dan despondency (17%).