Anisah Hanif
Universitas Sebelas Maret

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

FRASA PREPOSISIONAL DALAM KUMPULAN CERPEN 'SENJA DAN CINTA YANG BERDARAH' KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA Anisah Hanif
Mahakarya: Jurnal Mahasiswa Ilmu Budaya Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Faculty of Cultures and Languages UIN Raden Mas Said

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.076 KB) | DOI: 10.22515/mjmib.v1i1.2718

Abstract

This study aimed to determine the functional structure of sentences containing prepositional phrases and categorical patterns of prepositional phrase fillers in the short story Senja dan Cinta yang Berdarah written by Seno Gumira Adjidarma. The focus of this research is the prepositional phrase markers. This research is a descriptive qualitative research. Data collection was carried out by the listening method followed by the advanced note-taking technique. The data analysis technique used is the distribution technique with the basic technique for Direct Elements (BUL). The results of this study indicate that the functional structure of sentences found 25 patterns. Based on the categorical pattern of prepositional phrase fillers in, to, and from the found 11 patterns. The use of prepositional phrases in the short stories serves to state the setting or place of existence and the media. The prepositional phrase to serves to express the setting or destination. Then the prepositional phrase of the function is to state the setting or place of origin.
PENGGUNAAN STRATEGI KETIDAKSANTUNAN JULUKAN TAK PANTAS DALAM SINIAR DEDDY CORBUZIER Anisah Hanif
Mahakarya: Jurnal Mahasiswa Ilmu Budaya Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Faculty of Cultures and Languages UIN Raden Mas Said

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.157 KB) | DOI: 10.22515/mjmib.v2i1.3866

Abstract

This research focused on the varieties of the use of improper nicknames as manifestations of impoliteness in using languages. The identification was based on the linguistic markers traced from the origins of the words used as the nicknames for the speech partners. Apart fro that, the identification was also emphasized on the purpose of using nicknames in speech acts. By applying qualitative-descriptive approach, the data of ths research are five oral conversations between the host and the guest taken from the podcast hosted by Deddy Corbuzier and broadcasted on YouTube. For collecting the data, the researcher combined two techniques based on linguistic and pragmatic perspective. Menawhile, for analyzing the data, pragmatic contextual analysis was applied. The findings showed that the use of improper nicknames can be distinguished into two, namely linguistic markers and the purpose of use. Some variants found are improper names by analogy, animal names, and disgusting objects, and negative facts.
Konstruksi Metafora dalam Pemberitaan Kelangkaan Minyak Goreng Media Daring Okezone.com Anisah Hanif; Sawardi Sawardi; Rahmaditya Khadifa Abdul Rozzaq Wijaya
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v8i2.1147

Abstract

Penelitian ini terfokus pada fenomena bahasa penggunaan metafora dalam pemberitaan kelangkaan minyak goreng media daring Okezone.com mengenai jenis metafora yang digunakan dan konstruksi skema citra yang terbentuk dalam judul dan wacana keseluruhan. Metode penelitian ini dilakukan dalam tiga tahapan: penyediaan data, penganalisisan data, dan penyajian hasil analisis data berikut teknik yang dimanfaatkan untuk mencapai tujuan. Data diambil dari lokasi penelitian tahapan permasalahan kelangkaan minyak goreng; komplikasi, klimaks, dan resolusi. Temuan penelitian segi judul dan keseluruhan wacana bahwa penggunaan metafora dengan basis metafora struktural, orientasional, dan ontologis. Ketiganya mengkonstruksi skema citra berdasarkan kesamaan space, scale, container, force, unity, identity, dan existance.
REKOGNISI OPSI RESPON OFFENSIVE COUNTERING MITRA TUTUR DALAM MENYIKAPI KETIDAKSANTUNAN BERBAHASA Anisah Hanif
Translation and Linguistics (Transling) Vol 2, No 2 (2022): Translation and Linguistics (Transling)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/transling.v2i2.53650

Abstract

Fokus permasalahan dalam penelitian ini yaitu rekognisi respon offensive countering mitra tutur terhadap ketidaksantunan berbahasa dalam lima video acara podcast youtube Deddy Corbuzier. Penelitian ini mewakili kajian pragmatik, sebab identifikasi variasi rekognisi respon offensive countering (menyerang balik) mitra tutur ini didasarkan pada konteks peristiwa tutur. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini merupakan data autentik yang berbentuk lisan atau percakapan antara pembawa acara podcast dan bintang tamunya. Sumber data dalam penelitian ini yaitu lima video acara podcast Deddy Corbuzier yang diunggah dalam kanal Youtube. Metode pemerolehan data dalam penelitian ini kombinasi antara metode pemerolehan data linguistik secara umum dan metode pemerolehan data secara pragmatik. Pemerolehan data pragmatis dalam penelitian ini dilakukan dengan cara perekaman pembicaraan autentik, interaksi semuka (interaksi dengan medium tatap muka langsung), discourse autentic dengan ordinary conversation. Dari segi metode pemerolehan data linguistik, penelitian ini dilakukan dengan metode simak bebas libat cakap. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode analisis kontekstual, cara-tujuan, dan padan pragmatis. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat enam kategori respon offensive countering mitra tutur dalam menghadapi ketidaksantunan berbahasa. Masing-masing dari kategori respon offensive countering tersebut ditemukan berdasarkan ciri pembeda data temuan. Variasi respon offensive countering; respon menyerang balik dengan makian sebagai pengekspresian kekesalan, mengacuhkan atau menganggap mitra tutur tidak penting, menggunakan kalimat yang menyatakan pembuktian, menyangkal dan menyalahkan mitra tutur, menyerang balik dengan pertanyaan yang menyudutkan, menunjukkan kekesalan pada mitra tutur, dan tuturan dengan maksud mengancam.