Abstrak -- Industri pertahanan adalah komponen penting dalam mewujudkan kemandirian pertahanan nasional. Kemandirian pertahanan ditandai dengan kemampuan negara dalam membuat dan menyiapkan kebutuhan Alutsista pertahanan sendiri tanpa bergantung kepada produk alutsista dari negara lain. Dengan katan lain, kemandirian pertahanan mengandaikan industri pertahanan dalam negeri mampu membuat dan memproduksi Alutsista yang memenuhi Minimum Essential Force (MEF) dengan kualitas dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan operasional. Upaya menuju kemandirian pertahanan dapat dimulai dengan mendorong keterlibatan aktif pelaku industri pertahanan dalam negeri. Dukungan kebijakan dan sinergitas antara BUMN dan BUMS diharapkan menjadi langkah strategis untuk menuju kemandirian industri pertahanan. Tesis ini akan menganalisa kesiapan PT Daya Radar Utama sebagai salah satu BUMS yang bergerak dalam pembangunan kapal angkut tank. Rumusan masalah tesis ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kemampuan PT Daya Radar Utama ditinjau dari aspek manajemen, aspek sumber daya manusia dan penguasaan teknologi, serta aspek fasilitas dan infrastruktur. Metodologi yang digunakan tesis ini adalah penelitian kualitatif melalui analisa data primer dan sekunder, wawancara, dan penelitian lapangan. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan PT Daya Radar Utama telah memiliki kemampuan dan kapasitas baik dari aspek manajemen, sumber daya manusia dan penguasaan teknologi, maupun kesiapan fasilitas dan infrastruktur sehingga layak untuk ditingkatkan perannya dalam pembangunan kapal angkut tank. Meski demikian, perbaikan dan peningkatan pada ketiga aspek tersebut masih harus dilakukan. Pembenahan internal perusahaan yang dibarengi dengan dukungan kebijakan dan sinergitas dengan stakeholder lainnya merupakan kunci bagi PT Daya Radar Utama untuk mengambil peran penting dalam kemandirian industri pertahanan. Kata Kunci: Peningkatan peran, PT Daya Radar Utama, industri pertahanan, kapal angkut tank, kemandirian Abstract -- Defense industry is a critical component in nation’s self-reliant defense. Defense self-reliance marked by state’s capability in producing and preparing its own armament needs without dependence on armament produced by foreign vendors. In other words, defense self-reliance requires domestic defense industries are capable of inventing and producing armaments in compliance with minimum essential force (MEF) with quality and technology that math with operational requirements. Efforts towards defense self-reliance could begin with encouraging active engagement of domestic defense industries. Policy support and synergetic between state and private-owned enterprise is considered as strategic approach towards defense industry self-reliance. This thesis analyzes the readiness of PT Daya Radar Utama as one of private-owned enterprise in defense industry in light of its capacity in management, human resources and technology, facilities and infrastructures. The method employed by this thesis is of qualitative research by analyzing primary and secondary data, conducting interview and field research. The analysis and discussion reveal that PT Daya Radar Utama is able and deserves higher empowerment in building tank carrier ships. However, quality improvement in the three aspects is required. Internal improvement for the company supported by government policy and synergetic with other stakeholders are keys for PT Daya Radar Utama to take leading part in defense industry self-reliance. Keywords: Higher empowerment, Daya Radar Utama Ltd., defense industry, tank carrier ship, self-reliance