Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penyelenggaraan program Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) di Badiklat Kemhan RI dalam mendukung pertahanan negara. Data dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara, dokumentasi. Data yang didapat selanjutnya dianalisis dengan menggunakan model evaluasi context, input, process, product (CIPP). Masing-masing elemen CIPP tersebut dianalisis kondisi aktualnya untuk selanjutnya dari setiap komponen tersebut dikombinasikan untuk menghasilkan suatu kesimpulan dari keseluruhan penyelenggaraannya. Hasil penelitian antara lain: hasil temuan dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan program PKBN sesuai dengan kriteria evaluasi yaitu berorientasi pada undang-undang atau kebijakan pemerintah dan mempunyai tujuan dan sasaran yang jelas sesuai visi dan misi dari Kemhan RI. Melakukan penelitian atas struktur organisasi, kurikulum, sumber daya manusia, dukungan anggaran serta prosedur penyelenggaraan PKBN ; Aspek yang dievaluasi yaitu : a. perencanaan bahwa Badiklat Kemhan RI telah membuat suatu perencanaan pembentukan kader bela negara, b. pelaksanaan pembentukan kader bela negara dilaksanakan dalam bentuk diklat, metode yang digunakan ceramah, sosialisasi, diskusi dan latihan lapangan, dan c. pengawasan terdapat kesesuain antara kriteria evaluasi dengan hasil temuan hal ini ditunjukan dengan adanya pengawasan yang dilakukan internal Pusdiklat Bela Negara, Badiklat dan Itjen Kemhan RI serta BPK RI. Terbentuknya sejumlah kader bela negara yang berasal dari tiga lingkungan yaitu lingkungan pendidikan, lingkungan pekerjaan dan lingkungan pemukiman, selanjutnya kader-kader bela negara tersebut diharapkan untuk dapat mensosialisasikan sekaligus mengamalkan nilai-nilai bela negara sehingga keberadaan mereka dapat memberikan dampak pada pengamalan nilai-nilai bela negara bagi masyarakat.